Tulisan Birgaldo Sinaga Serukan : KITA LAWAN EGGI SUJANA


KITA LAWAN EGGI SUJANA

Pancasila itu digali dari kearifan para leluhur kita di Nusantara. Para leluhur kita dulu agamanya Budha dan Hindu. Lambang Garuda Pancasila dikakinya tercengkeram kalimat Bhinneka Tunggal Ika. Bhinneka Tunggal Ika itu diambil dari Kitab Kekawin Sutasoma.

Mengutip tulisan Budiyasa bahwa Kekawin Sutasoma mahakarya Mpu Tantular. Bunyi bait kekawin itu secara utuh adalah “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” yang artinya “Berbeda-beda manunggal menjadi satu, tidak ada kebenaran yang mendua”.

Siapakah yang dimaksud “berbeda-beda tetapi tunggal” itu ? Ia adalah Budha dan Siwa. Dalam teologi Hindu, IA yang disebut Brahma, Wisnu, Siwa, Rudra, Rama, Krisna, Budha adalah satu. Tidak ada yang kedua. NamaNYA banyak sebanyak orang memberi nama, sebanyak pemujanya memberi panggilan, tetapi IA sesungguhnya satu.

Perlu juga dipertegas bahwa sesanti “Bhinneka Tunggal Ika Tan Hana Dharma Mangrwa” yang menjadi satu kesatuan Lambang Negara itu digubah oleh seorang Mpu. Bukan ustad, syeikh atau yang lainnya. Ini penting untuk menegaskan posisi ajaran Hindu-Budha dalam Lambang Negara Republik Indonesia.

Kini seorang manusia bernama Eggi Sujana dengan pongah katakan bahwa agama Budha, Hindu dan Kristen harus dibubarkan karena bertentangan dengan Pancasila sila Ketuhanan Yang Maha Esa.

Benar-benar keterlaluan.

Wahai Bung Eggi... Ingatlah nenek moyangmu..ingatlah darimana kamu berasal... Kecuali kamu lahir dari perut bumi.. Bukan dari rahim nenek moyangmu yang kamu inginkan dibubarkan keyakinan mereka.

LAWAN EGGI !!!!

Salam perjuangan penuh cinta

Sumber: FB Birgaldo Sinaga

0 Response to "Tulisan Birgaldo Sinaga Serukan : KITA LAWAN EGGI SUJANA"

Posting Komentar