Tercatat Dalam Sejarah, Ini 10 Hasil Karya Tangan Ajaib Ahok Untuk Jakarta


CeriaNews.com - Dalam banyak hal tentu kita berbeda dalam menilai segala perilaku dan karya-karya yang telah diukir Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ketika memimpin Jakarta. Mungkin dalam banyak hal juga kita sama dalam menilai segala kekurangan yang dimiliki Ahok dalam membangun Jakarta.

Apalagi misalnya jika Anda adalah seorang politisi yang berseberangan ideologi politik dan kepentingan dengan Ahok, pasti apa pun yang kita katakan tentang kebaikan dan keberhasilan Ahok dalam membangun Jakarta, bisa dipastikan Anda tidak terlalu tertarik.

Penilaian tentang keberhasilan Ahok atau siapa pun dalam membangun Jakarta atau negeri ini, akan lebih obyektif jika datang dari masyarakat biasa yang tidak memiliki kepentingan apa-apa, tetapi atas dasar apa yang dilihat dan dirasakannya sendiri.

Bagi kita, seperti penulis sendiri yang tidak memiliki kepentingan politik atau kepentingan apa-apa dengan Ahok, tidak pernah bertemu langsung dengan beliau, hanya senang menulis saja tentang apa saja dan siapa saja, tentu memiliki penilaian yang lebih obyektif dan lebih netral. Mungkin, hal ini pun Anda kurang setuju. Tidak apa-apa.

Penulis hanya menempatkan diri sebagai seorang pekerja media yang setiap hari numpang KRL Commuteline, bis kota, angkot, dan grab, taksi, dan lain-lain, langsung melihat dan merasakan apa-apa saja yang telah dikerjakan oleh pemerintah untuk Jakarta di bawah kepemimpinan Ahok.

Entah ini positif atau negatif, entah subyektif atau obyetif, perlu dipaparkan sekilas tentang keberhasilan Ahok dalam memimpin Jakarta, dengan sejumlah keberhasilan yang perlu dicatat, yang dalam tulisan ini dikatakan sebagai hasil karya tangan ajaib Ahok.

1. Relokasi Kampung Pulo

Banyak pihak tak menduga akan keberanian Ahok untuk memindahkan warga Kampung Pulo di bantaran sungai Ciliwung. Bahkan aksi relokasi itu, sempat diwarnai bentrokan antara warga dengan aparat.

Meski demikian, relokasi pada September 2015 telah membuat sejumlah warga berhasil dipindahkan ke Rumah Susun Sederhana Sewa Jatinegara Barat, Jakarta Timur. Meski kepindahan itu menuai keluhan, mulai tidak ada teralis pada jendela, hingga masalah sarana.

Namun, tahap demi tahap perbaikan rusun dilakukan. Hingga kini, warga pun mulai menikmati hunian baru mereka.

2. Parkir Meter/Elektronik

Sistem parkir meter yang menggunakan Terminal Parkir Elektronik (TPE) dimulai pada akhir 2014. Di awal penggunaannya, banyak warga DKI masih bingung. Seiring berjalan waktu, warga mulai terbiasa. Bahkan kebijakan ini mampu mengatasi parkir liar di jalan.

Bukan hanya itu, parkir meter kini menjadi salah satu program unggulan yang dikembangkan Pemprov DKI Jakarta. Jika dikelola secara apik, menurut Ahok pendapatan dari parkir bisa mencapai Rp 100 juta per hari.

Belum ke Jakarta kalau tidak mengunjungi Monumen Nasional atau Monas. Bangunan setinggi 132 meter ini merupakan salah satu tempat yang akan menjadi incaran para wisatawan dari dalam kota maupun luar kota.

3. Sterilisasi Monas

Geramnya Ahok akan tindak tanduk PKL di Taman Monumen Nasional, membuat pihaknya melakukan strelisasi. Kebijakan itu tak mulus diterima pedagang. Mereka menentang dan melawan atas keputusan itu.

Namun begitu, Ahok jalan terus. Dia tak gentar menerima perlawanan dari PKL. Hasilnya, kini mereka yang berdagang di Monas telah dibina Ahok melalui lenggang Jakarta.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta pun menutup semua akses pintu masuk Monas bagi pedagang kaki lima liar di areal pusat jajanan Lenggang Jakarta.

Selain sterilisasi, kini Monas juga ada Air Mancur yang menurut cerita ada dana yang berasal dari kantong pribadi Ahok sendiri.

4. Membuat RPTRA

Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) pertama dibangun Ahok di Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, pada Oktober 2015. Menurut mantan bupati Belitung Timur, tujuan utama pembangunan ruang publik ini merupakan langkah DKI Jakarta untuk mewujudkan provinsi yang ramah anak.

Ahok meminta anak-anak harus dididik dengan baik di RPTRA. Sebab, banyak RPTRA yang baru dibangun telah dipenuhi sampah.

"Anak-anak ini mesti dididik dan BPMPKB (Badan Pemberdayaan Manusia Perempuan dan Keluarga Berencana) harus dibagi tugasnya nih. Enggak mungkin anak-anak main di jalan dan saya minta semua SKPD (satuan kerja perangkat daerah) konsentrasi pikirkan itu," kata dia.

5. Membentuk PPSU

Melalui peraturan gubernur tentang perekrutan para pekerja penanganan prasarana dan sarana umum (PPSU), Ahok pun membuat sejumlah pasukan yang ditugaskan untuk menangani persoalan darurat dan kecil.

Misalnya, seperti pernah diberitakan, membersihkan sampah yang menyumbat saluran air, memunguti sampah yang dibuang sembarangan, menambal lubang kecil di trotoar dengan semen, dan masalah kerusakan pada sarana dan prasarana umum di Jakarta.

Dengan seragam oranye, PPSU itupun lalu ditempatkan berdasarkan zonasi tertentu di setiap kelurahan. Satu zona, misalnya, satu ruas jalan atau taman, bisa diisi 2-3 pekerja yang dibagi dalam 2 giliran kerja dari pagi hingga malam. Satu kelurahan akan mendapatkan 40-70 pekerja, tergantung luas wilayah dan jumlah penduduk.

Disinyalir berhasil, Ahok pun akan memindahkan Pekerja Harian Lepas (PHL) yang selama ini di bawah dinas menjadi PPSU.

"PPSU sudah relatif baik kerjanya, justru kurang orang. Saya lagi berpikir pindahkan PHL Dinas Kebersihan atau (Dinas) Taman ke kelurahan," tegas Ahok.

Warga saat berkeliling usai peresmian wisata Balaikota oleh Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama, Sabtu (12/9/2015). Wisata Balaikota dibuka rutin Sabtu dan Minggu setiap pukul 09.00-20.00 WIB untuk objek bagian luar gedung.

6. Wisata Balai Kota

Keinginan Ahok agar warga DKI Jakarta bisa merasakan suasana Balai Kota, membuat dirinya memutuskan untuk membuka Balai Kota sebagai destinasi wisata. Di Balai Kota yang memiliki teras luas ini, warga dapat berwisata sambil melihat keindahan Monas.

Bukan sekadar merasakan nikmatnya suasana Balai Kota, Ahok juga berharap warga bisa belajar banyak tempat yang menjadi kantor Gubernur DKI.

Di Balai Kota, warga bisa mengetahui berbagai macam informasi tentang Kota Jakarta, mulai dari sejarah gedung Balai Kota, gubernur yang pernah memimpin, sampai perkembangan Kota Jakarta terkini.

"Orang pengin tahu gubernur dulu siapa saja. Ternyata gubernur dulu ganteng dan cakep. Ada fotonya di dalam, mungkin bisa foto di situ," ujar dia.

Dia pun ingin Balai Kota bisa menjadi tempat nongkrong baru bagi anak muda. Sehingga mereka bisa menghabiskan waktu dengan kegiatan positif.

Di wisata Balai Kota, Ahok juga menyediakan tempat gratis bagi pengusaha yang bergerak di bidang kuliner, kerajinan maupun fashion yang ingin memasarkan produknya.

7. Menyulap Tempat Prostitusi Kalijodo Jadi Taman Kota yang Indah

Sejumlah prestasi Ahok yang layak dikenang dan diyakini akan terus dikenang adalah pembebasan tempat prostitusi yang paling fenomenal di Jakarta selain Kramat Tunggak, yaitu kawasan Kalijodo, dengan mengubah wajahnya menjadi taman kota yang indah.

Pada awalnya memang pembersihan Kalijodo ditentang oleh banyak pihak, terutama dari pihak yang diuntungkan dari tempat dagangan lendir itu. Tetapi, dengan pendekatan yang baik,akhirnya proyek itu berjalan sukses dan dapat dinikmati masyarakat.

8. Pembangunan Simpang Susun Semanggi

Simpang Susun Semanggi atau yang dikenal dengan SSS ini, memang merupakan suatu bangunan yang akan sangat dikenang oleh siapa pun dalam menikmati seperti berselancar di jalan di Jakarta.

Juga pembangunan Simpang Susun Semanggi, yang dikenal dengan sebutan SSS, yang memang sangat indah dan fenomenal.

Hanya orang yang punya sifat iri dan dengki saja yang tidak mengakui keberhasilan Ahok terkait dengan pembangunan SSS ini.

9. Rumah susun atau rusun bentuknya jadi menarik

Warga jadi gak ragu tinggal di rusun yang disulap Ahok jadi sekeren ini. Apalagi fasilitasnya dibuat komplit. Salah satunya Rusun Cengkareng yang sangat wow! Masih ragu kalau Ahok maju di Pilkada DKI Jakarta 2017?

10. Waduk Pluit dan Waduk Pantai Indah Kapuk

Kedua waduk ini memang memesona dan makin kece diperbaiki Ahok dan sudah lebih nyaman untuk hang out. Kedua waduk itu tampak lebih bersih, teratur dan sedap dipandang mata sekarang. Tidak lagi malu-maluin

Sumber : Netralnews

0 Response to "Tercatat Dalam Sejarah, Ini 10 Hasil Karya Tangan Ajaib Ahok Untuk Jakarta"

Posting Komentar