Puisi dan Kereta Kencana Antar Djarot Saiful Hidayat Meninggalkan Balaikota Jakarta


CeriaNews.com - Delapan kereta delman dari kawasan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, sudah terparkir di halaman Balai Kota DKI Jakarta, Minggu (15/10) pagi. Tidak seperti biasanya, kantor pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu dipenuhi dengan masyarakat dan sejumlah pegawai negeri sipil.

Bau pesing dari kotoran kuda memang sedikit mengganggu, namun tidak menurunkan semangat mereka untuk menggelar perpisahan dengan Djarot Saiful Hidayat sebagai Gubernur DKI Jakarta. Hari ini Djarot resmi tidak lagi memimpin ibu kota.

Beberapa lagu sempat dinyanyikan sebelum Djarot hadir. Persiapan panitia, polisi, Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan DKI Jakarta dan PPSU pun telah ramai sejak pagi.

Di dalam gedung Balai Kota, Djarot tengah memenuhi permintaan masyarakat untuk berfoto bersama. Layaknya artis ibu kota, pria berkumis itu pun menyanggupi permintaan ibu-ibu untuk berfoto.

Djarot selalu didampingi oleh istrinya, Happy Farida. Di samping mereka pun hadir Ketua DPRD Prasetio Edi Marsudi.

Berpenampilan santai, Djarot tak kaku saat bergaya dan berguyon dengan masyarakat. Namun mata Djarot sedikit berkaca-kaca.

Saat tiba di pendopo balai kota yang telah diatur untuk menjadi panggung, Djarot berjejer dengan Happy, Prasetio dan Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah.

Sambutan pun dibawakan oleh Saefullah yang menyebut Djarot sebagai pemimpin jomblo lantaran memimpin selama kurang lebih enam bulan tanpa wakil gubernur.

"Singkat kata, lima tahun di bawah kepemimpinan Jokowi, Basuki dan Djarot diberikan pendidikan yang luar biasa terutama pendidikan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.

Sambutan Saefullah yang mengundang tawa pengunjung pun dilanjutkan dengan musikalisasi puisi yang dibawakan oleh salah satu komunitas seni yang berada di Taman Suropati, Jakarta Pusat.

Puisi ucapan terima kasih itu dibawakan oleh seorang anak perempuan berusia kurang lebih tujuh tahun.


"Kuhantarkan pahlawanku

Engkau telah menghasilkan karyamu yaitu RPTRA, tempat belajar dan bermain untuk kami warga Jakarta

Walaupun kehadiranmu hanya sesaat saja namun karyamu sangat mengagumkan

Ide-idemu yang cemerlang dan menakjubkan, gagasanmu cemerlang dan bermanfaat

Kau selalu memberi perhatian kepada kami wargamu terutama pada anak-anak Jakarta

Andaikan waktu bisa berputar kembali, aku ingin bangun lebih banyak RPTRA untuk anak-anak yang belum merasakannya

Engkau memberi kenangan dan kesan tersendiri bagi kami semua"



Djarot tak kuasa menahan haru, dibalik kacamata yang digunakan matanya terlihat berkaca-kaca. Namun tak sampai air mata terjatuh, Djarot menahannya dengan menarik nafas panjang.

Sambutan pun diberikan oleh Djarot yang menyampaikan rasa terimakasihnya atas kerjasama dengan bawahannya. Dia menilai, pekerjaan untuk memimpin Jakarta bukanlah hal yang mudah dilakukan.

Namun Djarot berpesan untuk terus mendengarkan keluhan dari masyarakat. Mereka adalah orang-orang yang harus didengarkan.

"Jangan pernah takut dengan jalan yang lurus dan terang benderang, teruslah dengarkan masyarakat," tuturnya.

Usai sambutan yang diberikannya, Djarot pun menaiki delman layaknya zaman kerajaan. Diikuti oleh Saefullah dan Prasetio arak-arakan semakin ramai.

Bermula dari depan kantor balai kota, masyarakat sudah menunggu untuk menyambut kedatangan Djarot. Dia pun melambaikan tangannya ke arah mereka.

Permintaan foto bersama pun dilakukannya kepada masyarakat. Senyum dan tawa tampak merekah di wajah Djarot karena apresiasi dari masyarakat untuknya.

Arak-arakan itu berhenti di Gedung Joeang. Delman dihentikan dan dia pun kembali menaiki mobil pribadinya untuk melanjutkan kegiatan berikutnya.

Sumber: CNN Indonesia

0 Response to "Puisi dan Kereta Kencana Antar Djarot Saiful Hidayat Meninggalkan Balaikota Jakarta"

Posting Komentar