Terancam Batal Berangkat Ke Myanmar, Anggota FPI Syok Berat Usai Tahu Biaya Per Orang


CeriaNews.com - Front Pembela Islam Kabupaten Klaten membuka pendaftaran relawan yang berniat ke Myanmar membela etnis Rohingya yang dianiaya rezim junta militer dan ekstremis Buddha di negeri itu.

Posko pendaftaran relawan jihad Rohingya di kantor sekretariat FPI Klaten di Desa Nangsri, Kecamatan Manisrenggo.

Apa syaratnya? Agar bisa berjihad di Rakhine, daerah asal etnis minioritas Rohingya, Ketua FPI Klaten Suyadi Al Abu Fatih memperkirakan perlu biaya sekitar Rp20-30 juta per orang untuk biaya perjalanan dan bekal selama hidup di sana.

“Kalau bersungguh-sungguh, insyaAllah nanti juga akan ada donatur," kata Ketua FPI Klaten Suyadi Al Abu Fatih kepada Tempo pada Senin, 4 September 2017.

Relawan jihad untuk Rohingya yang dicari FPI adalah laki-laki sehat jasmani dan rohani berusia 21-40 tahun.

Pendaftar yang baru berusia 17-20 tahun wajib melampirkan izin tertulis dari orang tua.

Adapun syarat administrasinya cukup mengisi formulir yang disediakan di posko pendaftaran dan menyerahkan fotokopi kartu tanda penduduk.

"Selain di posko, formulir itu juga bisa diunduh melalui media sosial Facebook di akun FPI." Calon relawan jihad bela Rohingya yang memenuhi kriteria dan telah melengkapi persyaratan akan segera dikirimkan ke FPI pusat di Jakarta untuk mengikuti pembekalan mental, fisik, dan tenaga dalam.

Pelatihan dan pembekalan para relawan jihad Rohingya diberikan oleh FPI pusat di Jakarta. “Kami hanya menghimpun relawan dan memfasilitasi saja sampai ke Jakarta."

Salah seorang simpatisan FPI dari Kecamatan Juwiring, Klaten, Indra, 31 tahun, mengaku siap berangkat ke Myanmar sebagai relawan jihad untuk Rohingya.

Ia mengaku tak khawatir soal dana. "Insya Allah akan ada jalan,” kata karyawan swasta itu.

Ia yakin akan relawan yang secara fisik tidak bisa berangkat tapi turut menyumbangkan sebagian hartanya.

Pembukaan posko relawan jihad untuk Rohingya, kata Suyadi, merupakan  inisiatif FPI Klaten yang merasa terpanggil untuk meringankan beban warga Rohingya secara langsung.

"Bukan instruksi Dewan Pimpinan Pusat FPI.” Menurut dia, baru FPI Aceh dan Pasuruan, Jawa Timur, yang membuka pendaftaran jihad untuk Rohingya. Menurut dia, DPP FPI baru sebatas menggalang dana.

Pada Ahad lalu, 3 September 2017, FPI Klaten mengumpulkan dana untuk etnis Rohingya sekitar Rp15 juta.

Penggalangan dana masih akan dilanjutkan hingga Ahad pekan depan.

"Seluruh dana yang terkumpul kami transfer langsung ke FPI Pusat untuk disalurkan kepada saudara kami di Rohingya," kata Suyadi.

sumber: tempo.co

1 Response to "Terancam Batal Berangkat Ke Myanmar, Anggota FPI Syok Berat Usai Tahu Biaya Per Orang"

mahfud effendy mengatakan...

Kalau saya punya uang sampean semuabtak berangkatkan berapaun biayamu tapi pulangnya aku nggak ngurusi justru kalau bisa nggak usah pulang semua

Posting Komentar