Tak Lekang oleh Waktu, Ini Tulisan Mengharukan Berjudul "Lelaki Itu Tetap Ahok"


LELAKI ITU TETAP AHOK

Kalimat yang lebih mirip komitmen atau 'sumpah' itu diucapkannya dulu sewaktu dia masih aktif sebagai gubernur DKI.

Dia akan selalu mencintai Jakarta, dan itu sebabnya dia mau bekerja habis-habisan untuk Jakarta - bahkan dia 'wakafkan' dirinya untuk Jakarta. Lalu pada setiap cinta dan karyanya untuk Jakarta itu dia tak pernah lupa menyelipkan doa terbaiknya.

Itu dulu, ketika dia menjabat gubernur. Lain dulu, lain sekarang ? Tidak, pepatah itu tak berlaku baginya. Sama dulu, sama sekarang.

Kalimat 'sumpah' itu tetap didengungkannya - meski dalam hati. Tapi yang dahsyat, dia tetap melaksanakan semuanya dalam diam. Dia tetap mencintai Jakarta, ia tetap mencintai warganya - itu sebabnya dia tetap membantu seorang nenek renta dan papa membereskan sewa rusunnya.

Dia juga tetap bekerja dengan 'gila' untuk Jakarta. Dia tetap ikut 'membereskan' Air Mancur Menari, Simpang Susun Semanggi - dengan caranya sendiri meski penuh keterbatasan.

Doa ? Bahkan kini doa-doa terbaik semakin khusuk terbang cepat ke langit demi kota dan warga yang selama ini dibela dan dicintainya.

Semua dia lakukan dalam sepinya, dalam sel yang diam menggigit. Namun sel itu tak mampu menggoyahkan 'hatinya' untuk tetap mencintai, bekarya, dan berdoa bagi Jakarta dan warganya.

Ketidakadilan dan kesewenang-wenangan yang dilakukan kota yang dibelanya juga tak mampu melunturkan cinta, semangat berkarya serta doa terbaiknya untukJakarta.

Kebusukan dunia tak mampu mengubahnya untuk jadi ikut busuk. Dia tetap dan bahkan semakin wangi.

Tatkala beberapa bulan lalu dia berkata :
'Saya bisa menerima dan memaafkan. Jangan membenci.' - saat itu pula lelaki bermata sipit itu menaklukkan kebusukan dunia.

Lelaki itu tetap baik. Lelaki itu dipanggil Ahok. Dan lelaki itu tetap Ahok.

Sumber: FP KataKita

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.

0 Response to "Tak Lekang oleh Waktu, Ini Tulisan Mengharukan Berjudul "Lelaki Itu Tetap Ahok""

Posting Komentar