Pahit..! Tommy Suharto Sindir Jokowi Gara-gara Utang Negara


CeriaNews.com - Putra mantan Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra mengkritisi utang Indonesia selama kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Tommy, begitu biasa dia disapa, mengaku prihatin dengan besarnya utang negara saat ini. Menurutnya, harus dicarikan solusi bersama agar Indonesia tidak terus ketergantungan meminjam uang dari negara lain.

“Ya tentunya sangat prihatin dengan utang negara yang begitu besar, ini harus jadi perhatian bersama,” ujar Tommy saat ditemui di kawasan Gajah Mada, Jakarta, Sabtu (2/9).

Menurut Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya ini, utang akan terus diwariskan kepada anak dan cucu. Sehingga pemerintah mulai dari sekarang harus bisa berhemat, jangan mengeluarkan uang yang dianggap ‎tidak perlu.

“Karena utang ini diwarisi ke anak cucu kita, tentunya perlu mengelolanya dengan baik,” katanya.

Selain itu, mantan pembalap yang mengelola kelompok usaha Humpuss ini juga berpesan kepada pemerintah Jokowi untuk memanfaatkan melimpahnya sumber daya alam yang dimiliki Indonesia ini. Jangan biarkan bangsa asing menikmati dan mengelola kekayaan di Ibu Pertiwi ini.

“Sumber daya alam ‎Indonesia kan banyak yang bisa digali, tapi belum dimaksimalkan. Bahkan kebanyakan asing yang menikmati,” pungkasnya.

Data Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat jumlah utang pemerintahan di akhir 2014 mencapai Rp 2.604,93 triliun, dan naik menjadi Rp 3.667,33 triliun per April 2017.


Bahkan Sekretaris Kabinet Pramono Anung Wibowo mengatakan, bunga utang yang harus dibayar oleh pemerintah mencapai Rp 250 triliun. Selama tiga  tahun kepemimpinan Presiden Jokowi, bunga utang bertambah hingga Rp 750 triliun. "Ketika beliau menjadi Presiden, utangnya itu Rp 2.700 triliun. Jadi gak ngapa-ngapain aja sudah 750 triliun," kata Pramono di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin 24 Juli 2017.



(Pojoksatu.id)

1 Response to "Pahit..! Tommy Suharto Sindir Jokowi Gara-gara Utang Negara"

mahfud effendy mengatakan...

Mestinya lebih baik kalau pak tomy merapat ke pak jokowi, sekalian menghapus kesan buruk pemerintahan masa orde baru, meskipun tidak seluruhnya buruk bahkan ada yang mesti dicontoh untuk pemerintahan masa sekarang

Posting Komentar