Ketahuan Lagi, 5 Aset Boss First Travel yang Ditimbun. Yang Nomor 4 Gak Nyangka!


CeriaNews.com - Satu per satu harta kekayaan bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, di dalam dan luar negeri terlacak. Pasutri ini ketahuan menimbun kekayaan yang membuat orang berdecak.

Penyidik Bareskrim Polri serta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menelusuri aset-aset bos First Travel terkait kasus dugaan penipuan perjalanan umrah dan dugaan pencucian uang. Penyidik bekerja keras menyelamatkan uang 34 ribu orang yang mencapai Rp 550 miliar, yang kini menguap entah ke mana.

"Kami masih tracing aset. Kemudian dengan masalah perbankan, kami bekerja sama dengan PPATK untuk mencari di mana uang yang sudah dihimpun itu karena dari buku tabungan yang kami dapat hanya Rp 5 juta," kata Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri Irjen Ari Dono Sukmanto.

Perlahan tapi pasti, kerja sama Polri dengan PPATK membuahkan hasil. PPATK akhirnya menemukan 50 rekening bos First Travel. Total duit di seluruh rekening itu mencapai Rp 7 miliar. "Sisa dananya ada dari rekening-rekeningnya. Kami sudah menutup 50 rekening yang di dalamnya terdapat dana Rp 7 miliar," ujar Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin.


Penyidik lalu menganalisis kegiatan di rekening-rekening itu. Aktivitas yang terdeteksi antara lain dana keluar untuk memberangkatkan 14 ribu jemaah umrah. Selain itu, ada dana yang keluar untuk asuransi dan dana keluar untuk hal lainnya yang nominalnya tidak disebutkan Polri.

Ada juga transaksi dana keluar untuk membeli properti, seperti rumah, kantor, dan mobil, serta dana yang keluar untuk pergelaran fashion show di New York, yang diikuti Anniesa Hasibuan, termasuk investasi restoran di London, Inggris. Namun polisi belum mengumumkan hasil penghitungan akhir terhadap rekening-rekening itu.

Berikut ini aset-aset bos First Travel yang terlacak:

1. Ada 50 Rekening Isinya Rp 7 Miliar


Sedikitnya 50 rekening bos First Travel terlacak PPATK. Total duit di seluruh rekening itu mencapai Rp 7 miliar.

"Sisa dananya ada dari rekening-rekeningnya. Kita sudah menutup 50 rekening yang di dalamnya terdapat dana Rp 7 miliar," ujar Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin di kantornya, Jalan H. Juanda, Jakarta Pusat, Selasa (29/8/2017).

Namun Badar menolak menyebutkan identitas pemilik 50 rekening itu. Data ini sudah diserahkan kepada Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri.

2. Ada 7 Asuransi

PPATK juga menemukan 7 asuransi bos First Travel.

"Kita sampaikan ke Bareskrim semua, antara lain berapa sisa dana. Kurang-lebih ada 51 rekening ditambah 7 asuransi yang dimiliki dan sudah kita tutup uangnya sekitar Rp 7 miliar. Sudah kita serahkan hasil telusur kita dan analisis ke Bareskrim," ujar Kiagus setelah mengikuti rapat terbatas membahas First Travel di kantor Kemenko Polhukam, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Selasa (29/8).
Ditemukan juga fakta dugaan penyimpangan penggunaan dana calon jemaah umrah pada 2017. Sedangkan sejak 2011 hingga akhir 2016, First Travel terpantau menggunakan dana calon jemaah untuk berangkat umrah.

3. Ada 5 Rumah Megah dan Kantor

Bos First Travel memiliki lima rumah. Rumah itu kini disita penyidik.

"Sampai saat ini sudah ada didata oleh penyidik, yang pertama adalah rumah. Rumah itu ada lima," ucap Kabag Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Martinus Sitompul di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (30/8).

Sedangkan rumah yang disita milik bos First Travel di antaranya rumah mewah di Sentul City dan rumah di Kebagusan, Jaksel. Ada pula kantor First Travel di Atrium Mulia, Rasuna Said, Jaksel, dan di Jl Radar AURI, Depok.

4. Ada 8 Perusahaan



Selain rumah, bos First Travel punya 8 perusahaan. Salah satunya PT Interculture Tourindo (IT), yang dibeli bos First Travel dari uang jemaah umrah.

"Kemudian perusahaan ada 8," ucap Martinus di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (30/8).

Salah satu aset perusahaan yang dimiliki Andika adalah PT Interculture Tourindo (IT), yang menyediakan jasa pengurusan visa.

Kepala Tim Subdit V Jatanwil Bareskrim Polri Kompol Wiranto menambahkan PT IT menyewa ruko di kawasan Mega Grosir Cempaka Mas, Letjen Suprapto, Jakarta Pusat. "Itu kan hasil uang jemaah untuk membelikan PT itu, kemudian dia ngontrak di situ, sewa di situ," kata Wiranto.

Setelah membeli perusahaan, Andika mengangkat Ali Umasugi sebagai direktur utama. PT IT menyediakan jasa pengurusan visa namun belum beroperasi. Ruko itu telah digeledah penyidik. Penyidik lalu menyegel ruko dan membawa sejumlah brosur umrah, tali ID card, banner, dan spanduk dari ruko tersebut.

5. Ada 5 Mobil mewah

Ada lima mobil milik bos First Travel yang disita penyidik.

Kelima mobil itu adalah Pajero Sport Dakar dengan nopol F-111-PT, Toyota Vellfire putih F-777-NA, Daihatsu Sirion B-288-UAN, Toyota Avanza B-1886-UZH, dan Toyota Innova B-1866-URD.

Selain menyita lima mobil, belasan mobil lainnya masih ditelusuri. "Aset-aset dari First Travel ini sedang dilacak. Ada mobil 6 yang sudah disita. Belasan lagi masih ditelusuri. Untuk properti, ada rumah mewah, ada beberapa kantor, kos-kosan. Ini juga sedang diteliti. Untuk sementara ini, 30 buku tabungan sedang juga didalami," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto. (detik.com)

0 Response to "Ketahuan Lagi, 5 Aset Boss First Travel yang Ditimbun. Yang Nomor 4 Gak Nyangka!"

Posting Komentar