Bikin Ngelus Dada, Ternyata Dedengkot Saracen M. Abdullah Harsono Kader Partai Ini & Jarang Bergaul Warga

Muhammad Abdullah Harsono (kaos hijau), angota sindikat Saracen saat ditangkap di rumahnya. Foto ist
CeriaNews.com - Satu lagi salah seorang pelaku terkait sindikat penyebar ujaran kebencian, berita hoax dan konten SARA, Saracen, berhasil ditangkap Bareskrim Polri, Rabu (30/8).

Penangkapan itu sendiri dilakukan di kediaman terduga pelaku di Jalan Bawal Nomor 31, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Marpoyan Damai, Pekanbaru, Rabu (30/8) sekitar pukul 06.00 WIB.

Ketua RT 02 RW 06 Kelurahan Rejosari, Wagino menuturkan, MAH (Muhammad Abdullah Harsono), selama ini dikenal cukup tertutup dengan warga sekitar.

Jarang sosialisasi dengan warga sekitar rumahnya,” beber Wagino.


Muhammad Abdullah Harsono yang ditangkap di Pekanbaru, Riau. Foto ist

Malah, warga sekitar mengenalnya sebagai sosok yang lebih banyak bergaul di luar ketimbang di lingkungannya sendiri.

“Dia anggota Partai PKS. Sehari-hari sibuk dan bergaul hanya di luar saja,” ungkapnya.


Muhammad Abdullah Harsono bersama Jasriadi (tengah) dan Deden

Wagino menambahkan, saat ditangkap, MAH hanya mengenakan kaos hijau dan celana katun warna coklat muda.

“Sebelum nangkap, polisi menunjukkan bukti-bukti kepada saya,” jelasnya.

Kabid Humas Polda Riau Kombes Guntur Aryo Tejo menyatakan, usai ditangkap, MAH langsung manjalani pemeriksaan di Ditreskrimsus Polda Riau.

“Diinterogasi tim penyidik Direktorat Tipidsiber Bareskrim Polri,” tambahnya.

Dalam pemeriksaan tersebut MAH juga mengakui bahwa dirinya terlibat dalam pembuatan akun yang tergabung dalam Saracen.

“Dari interograsi sementara, yang bersangkutan mengakui kalau dia juga ikut aktif membuat akun yang tergabung dalam Saracen,” jelasnya.


Lokasi penangkapan yang juga kediaman MAH di Pekanbaru, Riau. Foto ist

Selain itu, MAH mengakui bahwa dirinya mengubah nama grup Saracen menjadi NKRI Harga Mati.

“Perubahan nama dilakukan setelah tersangka JAS (Jasriadi) ditangkap,” ungkap Guntur.

Penangkapan terhadap MAH sendiri dilakukan karena ia diduga ikut menyebarkan ujaran kebencian, berita hoax dan konten SARA di media sosial.

“Dia diduga ikut menyebarkan ujaran kebencian dan membuat grup Saracen,” jelasnya.

Meski begitu, Guntur mengaku tak bisa memberikan keterangan banyak soal penangkapan tersebut.

“Saya hanya bisa membenarkan tadi iya benar ada penangkapan sekitar jam 06.00 WIB pagi. Ini kaitan dengan UU ITE dari kelompok Saracen,” tambahnya.

Usai menjalani interogasi tersebut, Bareskrim Polri langsung membawa MAH ke Jakarta sekitar pukul 17.00 WIB.

“Tadi sore sekitar jam 17.00 WIB dibawa tim satgas dari Mabes Polri terbang ke Jakarta,” tutupnya.
(ruh/pojoksatu)

2 Responses to "Bikin Ngelus Dada, Ternyata Dedengkot Saracen M. Abdullah Harsono Kader Partai Ini & Jarang Bergaul Warga"

Lara Bubka mengatakan...

KALAU BERITA INI BENAR, SGT MENYAYAT HATI UMMAT ISLAM... PARTAI YG BERSIMBOLKAN ISLAM TAPI KADERNYA BERPERILAKU KOMUNIS YG TDK KENAL TUHAN... SUNGGUH MEMALUKAN

Mikson Hasurungan mengatakan...

Siapa menabur angin akan menuai badai, Gusti ora sare.....

Posting Komentar