Pengamat: Ahok Jejaknya Terlalu Banyak Di Jakarta, Melahirkan Kekaguman


CeriaNews.com - Beberapa hari terakhir, nama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok kembali menjadi pemberitaan hangat media, menyusul diresmikannya jembatan lengkung terpanjang di Indonesia, Simpang Susun Semanggi, dan air mancur menari di Monas.

Ahok disebut Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat ikut patungan dalam perbaikan air mancur menari. Sementara Simpang Susun Semanggi, dirancang dan dibangun saat Ahok masih menjabat gubernur.

Hal lain yang menjadi sorotan, karena dua karya Pemprov DKI di bawah kepemimpinan Ahok dan dilanjutkan Djarot itu, dilakukan tanpa menggunankan APBD.

Menanggapi hal tersebut, pengamat politik Arbi Sanit berpendapat, meski Ahok kini terkurung di balik jeruji besi, namun jejaknya tak akan terhapus, karena terlalu banyak karyanya yang menghasilkan kekaguman.

" Ahok itu jejaknya terlalu banyak di Jakarta. Bukan hanya Semanggi. Semanggi itu hanya salah satunya. Banyak jejaknya yang melahirkan kekagumanan, yang melahirkan kepercayaan, yang melahirkan kepemimpinan. Jejak dia di birokrasi yang jujur," kata Arbi, Minggu (30/7/2017).

"Jadi oleh karena itu akan rentetan dalam setiap peristiwa, dia ada disitu. Dalam setiap kegiatan utama Jakarta dia ada disitu, karena dia mempelopori perbaikan. Jejak dia ini gak bisa dihapus," sambungnya.

Arbi menambahkan, nama Ahok juga masih akan sering disinggung dalam berbagai kegiatan, entah itu di gubernur Djarot, atau nantinya kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan - Sandiaga Uno.

"Sejarah dia itu sejarah hidup bukan sejarah mati, sejarah dia itu sejarah masa depan, bukan masa lalu. Dia sudah menginvestasi masa depan Jakarta. Sudah memulai arahnya," paparnya.

"Siapa yang bisa lupa? Nggak ada orang yang bisa lupa. Apa saja yang diperingati, apa saja kegiatan di Jakarta, pasti dia akan diangkat lagi," tandas Arbi.

Seperti diberitakan, Ahok kini menjalani hukuman di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, setelah disidang putusan kasus penistaan agama 9 Mei 2017 lalu, ia divonis dua tahun penjara karena terbukti melanggar Pasal 156a KUHP.

Sumber: Berantai.com

0 Response to "Pengamat: Ahok Jejaknya Terlalu Banyak Di Jakarta, Melahirkan Kekaguman"

Posting Komentar