Jawaban Telak Denny Siregar Ke Mereka Yang Membela Keras Beras Oplosan! Share!


BERAS OPLOS NAN SYARIAH..

Saya membaca tulisan seseorang - saya lupa namanya - yang membela PT Indo Beras Unggul..

PT IBU ini baru saja tertangkap basah telah mengoplos beras yang mereka beli dari petani dengan harga subsidi, lalu diolah kembali dan dijual dengan harga premium. Merknya Ayam Jago dan Maknyus.

Menurut tulisan itu, dia heran dengan pemerintah ,dimana salah PT IBU yang memproduksi beras itu ?

PT IBU - menurutnya - sesungguhnya membantu petani. Hasil panen petani yang tidak tertampung di Bulog, dibeli oleh PT IBU. Dengan begitu, si penulis menempatkan PT IBU sebagai sinterklas.

Dan menurut logikanya, sah-sah saja PT IBU menjual beras kembali dengan harga tinggi.

Kita sederhanakan aja pikiran si penulisnya. Untuk tas - sama2 dari kulit sapi misalnya, antara Hermes dan Cibaduyut jelas beda harganya meski bahan dasarnya sama. Beda pengolahan, beda model pemasaran, jelas beda harga.

Jadi - sekali lagi menurutnya - apa yang dilakukan PT IBU dengan menjual harga berasnya lebih mahal itu sah2 saja. Wong tergantung pasar dalam menyerapnya.

Di akhir kata ia menyebut bahwa ia menulis pembelaan ini bukan karena ia kader PKS - karena komisaris PT IBU adalah kader PKS - tapi sebagai warga yang perduli. ( Kayak familiar gaya-gaya begini ya ? )

Si penulis itu benar. Tapi dalam kasus tas, antara Hermes dan Cibaduyut. Ini beras, woi..

Beras di petani adalah beras subsidi. Dalam artian, pemerintah mensubsidi petani untuk pembelian benih termasuk pupuk.

Untuk pembelian benih saja, para petani disubsidi pemerintah 1,3 triliun rupiah. Sedangkan pupuk mendapat subsidi sampai 31 triliun rupiah. Itu belum bantuan sarana dan prasarana lain dari pemerintah yang mencapai nilai triliunan rupiah..

Kenapa harus disubsidi ?

Supaya petani dan masyarakat sama-sama bisa menikmati hasilnya. Petani tidak rugi ketika menanam, masyarakat tidak merasa mahal ketika membeli.

Contoh saja, dari hasil subsidi itu petani menjual ke masyarakat dengan harga 7 ribu per kg. Modal petani cuman 3 ribu saja, sehingga petani dapat untung 4 ribu per kg. Masyarakat tetap senang karena harga beli masih terjangkau.

Tetapi yang dilakukan PT IBU beda...

Perusahaan besar itu memborong beras di petani dengan harga 7 ribu per kilo. Petani tidak dirugikan memang, tetapi pemerintah yang dirugikan. Lha wong, beras seharga 7 ribu per kg itu beras subsidi kok, untuk masyarakat...

Sesudah diborong, kemudian beras diolah, lalu di kasi merk dan dijual 20ribu per kilo. Laba PT IBU bisa 13 ribu per kilo. Enak mereka ya, beli beras subsidi trus dijual premium.

Ya jelas pemerintah ngamuk. Lha kalau mau bisnis, ngomong bisnis. Tanam beras sendiri tanpa pake subsidi pemerintah. Coba lihat harga produksinya paling bisa mencapai 15 ribu per kilo, gak bisa 7 ribu lagi...

Inilah yang disebut penipuan...

Pemerintah merasa dirugikan dengan hal ini. Dan nilai kerugiannya bisa triliunan rupiah karena sudah berlangsung tahunan. Kabar terakhir sesudah dihitung, pemerintah rugi mencapai 10 triliun rupiah untuk mensubsidi beras yang dijual PT IBU.

Kembali ke perbandingan Hermes dan tas Cibaduyut itu, kira2 itu perbandingan yang pisang to pisang gak ? ( Enak pisang2pisang bukan apple2apple, karena pisang lebih syariah )

Jelas tidak, karena baik tas Hermes dan tas Cibaduyut sama-sama tidak disubsidi pemerintah. Jika tidak ada subsidi, disana baru berlaku hukum pasar. Ada kualitas, ada harga...

Jadi begitu, son.. penjelasan sederhananya. Ngarti ora ?

Oh iya, kalau si penulis tadi mengatakan bahwa ia bukan kader PKS,, maka saya nyatakan bahwa saya ini PKS sejati !

Tapi bukan partai suci nan ngacengan itu, kalau saya adalah Pecinta Kopi berSyariah. Saking syariah-nya, sebelum ngopi harus pake gamis ma janggut palsu dulu..

Baru teriak, "T R A K T I R R !! "

Sumber: FB Denny Siregar

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.

0 Response to "Jawaban Telak Denny Siregar Ke Mereka Yang Membela Keras Beras Oplosan! Share!"

Posting Komentar