Hidayat, Pelapor Kaesang Akan Segera Ditahan Polisi, Ini Alasannya!


CeriaNews.com - Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafruddin menegaskan akan menahan pelapor Kaesang Pangarep, Muhamad Hidayat Simanjutak. Langkah ini buntut dari pernyataan Hidayat yang menyebut Syafruddin tidak profesional dalam menangani laporannya di Polresta Bekasi, Jawa Barat.

Syafruddin mengatakan, Hidayat saat ini juga berstatus tersangka atas kasus ujaran kebencian yang ditangani Polda Metro Jaya.

"Iya, kami tahan lagi," kata Syafruddin di Jakarta, Jumat (7/7).

Jenderal bintang tiga itu mengatakan, penutupan kasus ujaran kebencian yang dituduhkan kepada Kaesang bukan tanpa alasan. Dia menyebut kasus yang dilaporkan Hidayat itu tidak memenuhi unsur pidana.

"Enggak ada pidananya, dia mengada-ada saja. Dia itu tersangka Polri," kata Syafruddin.

Mantan Kalemdikpol ini berharap publik tidak terpengaruh dengan pernyataan Hidayat. Apalagi Hidayat berencana melaporkan dirinya ke Komisi Kepolisian Nasional.

"Enggak usah didengarkan dia," tutur Syafrudin.

Hidayat memang tengah mempertimbangkan akan melaporkan Syafruddin ke Dewan Kehormatan Perwira dan Kompolnas. Keinginan tersebut menyusul keputusan Syafruddin untuk tidak menindaklanjuti laporan terkait Kaesang.

"Kami sedang mengkaji, mempertimbangkan apa yang disampaikan dalam statement wakapolri belum lama ini yang menyatakan bahwa kasus Kaesang ditutup karena tidak penuhi unsur pidana," kata Hidayat di Polresta Bekasi, Jawa Barat.

Hidayat menyebut keputusan Wakapolri menghentikan kasus Kaesang sebagai keputusan yang tidak profesional. Alasannya, Syafruddin menilai laporan dirinya hanya mengada-ada.

"Saya sebagai pelapor tersinggung dengan ucapan itu. Maka saya balas kalau Bapak Wakapolri jenderal bintang tiga itu bodoh. Bodoh dan mempermalukan wajah polisi di seluruh Indonesia. Memperlihatkan betapa buruk kinerja Polri saat ini dengan statement itu," ujarnya.

Hidayat menuding polisi hanya mencari alasan untuk menutup laporan dugaan kebencian dan penodaan agama yang dilakukan Kaesang. Saat ini polisi tidak meneruskan laporan Hidayat ke tahap penyelidikan

Kapolres Kota Bekasi ,Komisaris Besar Hero Henrianto Bachtiar mengatakan pihaknya menunggu instruksi Polda Metro Jaya untuk menahan kembali Muhamad Hidayat Simanjutak.

Rencana menahan kembali pelapor dugaan kebencian dan penodaan agama Kaesang Pangarep ini buntut dari pernyataannya Hidayat. Dia menyebut Wakapolri Brigjen Syafrudin tidak profesional dalam menyikapi laporannya di Polresta Bekasi.

"Kami menunggu perintah Polda Metro Jaya (menahan Hidayat)," kata Hero di Polresta Bekasi, Jawa Barat, Jumat (7/7).

Hidayat saat ini berstatus tersangka di Polda Metro Jaya terkait kasus ujaran kebencian saat demo 4 November 2016 lalu. Polisi kemudian menangguhkan penahanannya dengan alasan subjektif, terlebih istri Hidayat mau menjadikan dirinya jaminan.

Selain bersatus tersangka, pemimpin LSM Sahabat Muslim itu diketahui juga banyak membuat laporan kepolisian. Hidayat tercatat sudah membuat 88 laporan di Polresta Bekasi sejak tahun 2016. Hero mengatakan, ujaran kebencian paling mendominasi dari semua laporan Hidayat.

"Ujaran kebencian semua. Jadi Tahun 2017 ada 75 tahun 2016 ada 13 total hampir 80 sekian," ujarnya.

Namun demikian, Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan, Hidayat sering memeras orang. Setyo menyebut, mayoritas sosok terlapor dalam laporan tersebut merupakan pejabat di Kota Bekasi.

Sumber: CNNIndonesia.com

1 Response to "Hidayat, Pelapor Kaesang Akan Segera Ditahan Polisi, Ini Alasannya!"

mahfud effendy mengatakan...

Pak politic Samoan ya tetap Samoan walaupun dibungkus kain putih dalamnya tetap Samoan, masukkan bui saja biar tidak menebar kebencian dan membuat sensasi kemana mana

Posting Komentar