Denny Siregar Ungkap Permainan Mafia Uang Di Balik Beras Pangan Subsidi Pemerintah


MAKELAR BERAS BERBAJU SINTERKLAS..

Di balik cacian dari mereka yang mengaku para petani beras di inbox saya, saya harus kagum dengan kinerja pemerintah kali ini..

Dalam kasus beras ini, pemerintah benar-benar berusaha melindungi dua sisi dari para pelaku pasar, yaitu produsen dan konsumen.

Produsen atau petani, dilindungi dengan memberikan subsidi benih dan pupuk supaya mereka bisa menurunkan biaya produksinya. Dengan turunnya biaya produksi, harga jual mereka juga terjangkau.

Dengan harga jual terjangkau, maka konsumen pun mampu membelinya.

Karena itu pemerintah mengeluarkan Perpres untuk penetapan dan penyimpanan bahan pokok dan penting. Juga Permendag yang mengatur harga acuan bawah untuk melindungi petani dan harga acuan atas untuk melindungi konsumen.

Pemerintah menjaga dua rantai ini dari pihak ketiga, yaitu para makelar.

Para makelar seperti PT IBU yang membeli beras dengan harga biasa dari petani dan menjualnya kembali dengan harga sangat tinggi itu merusak program stabilitas harga pangan.

Apa yang terjadi ketika makelar seperti PT IBU ini dibiarkan ? Jelas akan membentuk kartel pangan.

Dengan modal besar mereka, mereka membeli gabah atau beras dari tangan petani dengan harga yang "sedikit" lebih tinggi dari harga Bulog. Mereka mengemasnya dan menjual dengan harga selangit kepada konsumen.

Bayangkan, keuntungan mereka bisa sampai 300 persen tanpa harus bekerja apa-apa, cuma modal duit dan mengontrol pasar. Petani gak kaya-kaya, pembeli tercekik lehernya.

Jika model seperti PT IBU ini dibiarkan, maka perusahaan sejenis akan berlomba-lomba melakukan hal yang sama. Mereka akan membentuk asosiasi dan asosiasi itu menjadi kartel yang mengontrol harga beras di negeri ini, mirip seperti harga daging.

Dan kalau itu terjadi, mereka bisa menimbun beras sehingga terjadi kelangkaan dan harga beras naik ke langit tinggi menimbulkan keresahan dimana-mana. Pemerintah juga yang disalahkan nantinya.

Akhirnya karena langka, pemerintah harus impor dan mulai lagi mafia impor bergerak. Siapa yang terlibat impor nantinya ? Ya perusahaan2 seperti PT IBU itu lagi...

Pemerintah melakukan tindakan pencegahan dengan membentuk Satgas Pangan. Dan inilah hasil kerja Satgas Pangan yang sukses, meskipun bukan apresiasi mereka dapatkan tetapi caci maki.

Petani - maaf - banyak yang tidak mengerti skema global ini. Buat petani, mereka cukup sibuk dengan proses tanam sampai penggilingan. Mereka lalu mencari pembeli dengan harga tertinggi.

Dan ketika PT IBU yang mereka identifikasi sebagai pembeli tertinggi di perkarakan, mereka seperti kehilangan keuntungan. Wajar mereka marah, karena itu berarti kehilangan laba.

Tetapi konsumen senang, karena harga beras kembali di stabilkan. Kebayang misalnya beras dikontrol oleh kartel, maka setiap lebaran kita akan ribut dengan langkanya dan mahalnya beras di pasar.

Mahalnya beras di pasar nantinya, tidak serta merta membuat petani kaya, karena gabah atau beras petani tetap dibeli dengan harga "secukup"nya.

Saya memang bukan petani - dan tidak mengerti masalah produksi beras - tetapi saya berusaha memahami masalah pada konteks global.

Supaya kita menjadi orang pintar dan tidak mudah dibohongi makelar yang berlagak sinterklas, sembunyi dibalik baju kesucian padahal sesungguhnya lintah penghisap darah demi gemuknya perut mereka.

Biar secangkir kopi yang mencerdaskan kita semua..

Seruput..

Sumber: FB Denny Siregar

0 Response to "Denny Siregar Ungkap Permainan Mafia Uang Di Balik Beras Pangan Subsidi Pemerintah"

Posting Komentar