Bapak Ini Ungkap Alasan Mengejutkannya Berkata Mustahil Setnov Dipenjara! Share!


Artikel berikut ditulis oleh Bapak ALIFURRAHMAN, sebagaimana diterbitkan di situs Seword.com:

Setnov Mustahil Dipenjara…!

17 Juli 2017 ditetapkannya Setya Novanto sebagai tersangka korupsi e-KTP bukanlah hal yang mengejutkan. Sebab sejak bulan April lalu Setnov sudah dicekal untuk bepergian ke luar negeri. Pencekalan tersebut dilakukan mengingat Setnov adalah saksi penting dari tersangka Andi Narogong.

Setya Novanto diketahui beberapa kali bertemu dengan Andi Agustinus, Anas Urbaningrum dan Nazarudin, untuk mendorong Komisi II menyetujui proyek pengadaan e-KTP. Setnov disebut mendapat 64 milyar rupiah, sementara Golkar mendapat 150 milyar.

Pencekalan terhadap Setnov menuai protes keras dari pimpinan DPR lainnya, Fahri Hamzah sempat berniat mengirimkan nota protes kepada Presiden Jokowi terkait kejadian ini. Namun akhirnya surat protes tersebut gagal dilayangkan meski sudah gembar-gembor di media.

Setnov, belut berlumur oli

Sebelum sampai pada kesimpulan mustahil memenjarakan Setnov, mungkin kita harus mengingat rekam jejak seorang politisi kawakan ini.

Setnov telah menyandang jabatan wakil rakyat selama empat periode berturut-turut, yakni 1999-2004, 2004-2009, 2009-2014 sebagai Ketua Fraksi Golkar, dan kini 2014-2019 menjabat Ketua DPR.

Setnov terkenal sebagai politisi yang sangat tenang dan tidak reaktif. Tidak menimbulkan kontroversi di media, bahkan nyaris tak terdengar meskipun tersandung kasus. Pembaca Seword tentu masih ingat ketika pertemuan Fadli dan Setnov dengan Donald Trump sebagai calon Presiden Amerika saaat itu dipermasalahkan. Yang dihajar habis di media adalah Fadli Zon, ini karena dia reaktif dan emosional. Sementara Setnov menanggapinya dengan santai dan tenang, sehingga publik hanya fokus pada Fadli Zon yang getol membela diri.

Akhir 2015, Setnov kembali menjadi perbincangan akibat skandal kasus Papa Minta Saham Freeport. Menteri ESDM Sudirman Said membongkar percakapan Setnov, Reza Chalid dan Maroef Sjamsoeddin. Setya Novanto kemudian dilaporkan ke Mahkamah Kehormatan Dewan terkait pencatutan nama Presiden Jokowi dalam perbincangan saham freeport.

Kasus Papa Minta Saham ini berhasil melengserkan Setya Novanto dari kursi pimpinan DPR, yang kemudian digantikan oleh Ade Komarudin. Namun itu tak berlangsung lama, setahun setelahnya atau September 2016, setelah Setnov terpilih sebagai ketua umum Golkar yang baru, Setnov memenangkan uji materi atas Pasal 88 Kitab Undang-undang Hukum Pidana dan pasal 15 tentang pemberantasan UU Tipikor ke MK. MKD pun langsung memulihkan nama baik Setya Novanto. Setelah itu Setya Novanto kembali ke kursi ketua DPR menggantikan Ade Komarudin.

Yang menarik adalah, tidak ada sedikitpun gejolak, perdebatan atau penolakan dari anggota DPR terkait kembalinya Setnov ke kursi ketua DPR. Apalagi Fadli dan Fahri, keduanya kompak mendukung.

Kasus pencatutan nama Presiden ini sebenarnya sangat mengejutkan. Rekaman percakapan yang dibuka ke publik membuat kasus ini terlihat begitu menarik untuk diperbincangkan. Presiden Jokowi sebagai orang yang diseret-seret dalam negosiasi saham freeport pun sempat marah, bahkan menyindir sidang MKD dengan mengundang pelawak nasional untuk makan malam di Istana. Dagelan! Dan benar saja, Setnov malam itu bermanuver dengan mengundurkan diri dari pimpinan DPR. Jadi MKD pun tak sempat memberikan hukuman berat, karena Setnov sudah terlebih dulu mengundurkan diri. Malam itu, praktis yang terpenting dari sidang MKD hanyalah pembacaan surat pengunduran Setnov.

Saya dan banyak orang saat itu mungkin berpikir bahwa karir Setnov sudah selesai. Namun semua itu salah besar, hanya butuh satu tahun bagi Setnov untuk kembali menjadi ketua DPR dan ketua umum Golkar. Luar biasa. Hal ini membuat saya teringat dengan salah satu politisi kawakan yang berkata “Setnov itu belut yang berlumur oli. Cara membunuhnya adalah melemparnya ke padang pasir. Tapi siapa yang bisa?” uniknya, pernyataan ini saya dengar langsung saat sedang yakin-yakinnya bahwa Setnov sudah selesai, jauh sebelum Setnov bangkit menjadi ketum Golkar dan kembali jadi ketua DPR lagi.

Selain soal pertemuan dengan Donald Trump dan kasus Papa Minta Saham, sebelumnya Setnov pernah terjerat kasus pengalihan hak tagih Bank Bali (1999), kasus penyelundupan limbah beracun (2006), impor beras ilegal (2006), korupsi proyek PON Riau (2012), kasus suap ketua MK (2014). Namun semuanya tidak ada satupun yang berhasil memenjarakan Setya Novanto.

Dengan sedemikian banyak kasus yang pernah menjerat Setnov, apakah kali ini KPK bisa mengantarkan Setnov ke pintu penjara?

Kekuatan politik Setnov
Dalam dunia politik, Setnov adalah politisi yang nyaris sempurna. Tutur katanya tidak menggebu, tidak reaktif atau emosional. Begitu tenang. Dan lebih dari itu, sikap-sikap yang diambilnya sangat brilian.

Golkar merupakan salah satu partai koalisi Prabowo Hatta pada 2014 lalu. Setnov berhasil menduduki kursi ketua DPR pun berkat paket dukungan partai koalisi Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat. Jadi meskipun tersandung kasus Papa Minta Saham, posisi Setnov sebagai ketua DPR tetap aman, hanya sebentar digantikan Ade Komarudin, setelah itu kembali lagi.

Walau begitu, Setnov selaku ketua umum Golkar juga merapat ke kubu PDIP. Pada Pilkada Jakarta, Golkar mendukung Ahok Djarot. Lebih dari itu, Setnov secara terbuka menyatakan bahwa Golkar mendukung Jokowi sebagai calon Presiden 2019. Uniknya, kubu koalisi permanen Prabowo tidak berani protes atau bahkan sekedar komentar. Fadli Zon dan Fahri Hamzah, dari Gerindra dan PKS, yang sama-sama setia dengan koalisis permanen, yang biasanya vokal menanggapi sebuah isu politik, mendadak bungkam mendengar pernyataan Setnov.

Pernyataan Golkar mendukung Jokowi di 2019 diucapkan seolah Setnov sudah lupa dengan kasus Papa Minta Saham yang sempat membuat Presiden geram. Seolah tak merasa bersalah. Begitu tenang.

Dari sekian banyak fakta dan catatan rekam jejak seorang Setnov, kita bisa melihat bahwa dia benar-benar menunjukkan kepiawaiannya dalam politik. Setnov simbol sempurna tak ada kawan dan lawan abadi, yang ada hanyalah kepentingan. Dan Setnov berhasil mengendalikan semua kubu untuk tidak ‘berisik’ di hadapannya.

Ditambah catatan daftar kasus yang tak pernah berhasil mengantarkan Setnov ke pintu penjara, saya melihat penetapan tersangka Setnov berarti sebuah mission impossible bagi KPK. Kalau sudah begini, maka saya ingin bilang “Setnov mustahil dipenjara,” supaya jadi ucapan penyemangat bernada sindiran kepada KPK untuk menuntaskan kerjanya dengan baik. Begitulah kura-kura…

Sumber: Seword.com

0 Response to "Bapak Ini Ungkap Alasan Mengejutkannya Berkata Mustahil Setnov Dipenjara! Share!"

Posting Komentar