Tulisan Nophie Kurniawati Ini Tampar Mereka Yang Suka 'Bermain Kasar' dengan Pakde! Share!


CeriaNews.com - Postingan berikut disadur dari tulisan FB Nophie Kurniawati:

Sudah saya bilang dari sejak jaman Gaj Ahmada masuk islam, kamu tidak bisa main kasar sama Bapak kurus itu. Semakin kamu kasar, semakin kamu kesulitan. Sudah banyak contoh khan?. Dan adakah yang main kasar lalu berhasil mengalahkannya?.

Waktu jadi walikota Solo, di kasari sama Gubernur Jateng, malah makin dicintai dan di bela warganya, dan akhirnya jadi Gubernur DKI. Saat jadi gubernur DKI, dikasari mafia, digoyang demo, dipikirnya seperti gubernur2 sebelumnya, ternyata pendemo ditemui langsung dan selesai. Dan terpilih menjadi Presiden. Awal jadi presiden, berapa partai yang mengeroyoknya? bahkan ada issue ada boikot di parlemen dll. Apa yang terjadi pada partai2 itu?. Sekarang sebagian besar partai pengeroyok jadi pendukungnya. Belum lagi mafia-mafia migas, daging, beras, ikan dll. Semua yang kasar tumbang.

Di serang dengan issue liberal, komunis, antek ini itu. Apa dia tumbang?. No. Bahkan yang bikin issue tentang komunis tentang PKI di tantang untuk tunjukkan dimana PKI nya, akan di gebuk. Lalu di serang dengan issue memusuhi umat islam. Gile lu ndro, umat islam mana yang di musuhi? 🤣😄😝😜 Gue dan jutaan umat islam lain asyik-asyik aja tuh. Tetep bisa beribadah dan menjalankan aktifitas gue dengan aman damai dan nyaman. Dimusuhin apanya?

Maksud loe, memusuhi elo yang kebetulan elo itu muslim gitu?. Nah elo khan yang memposisikan diri sebagai musuh. Faktanya, Jokowi bisa merangkul hampir semua ulama2 besar negeri ini. Kunjungannya ke pondok2 pesantren besar selalu disambut baik dan berjalan sangat baik. Penasehat Presiden adalah ulama-ulama pemimpin ormas besar.

Nah kalau elo sebut nama mualaf2 pendukung pendirian khilafah itu sebagai ulama dan umat islam yang dimusuhi Jokowi, yaelah, itu mah bukan musuh Jokowi, tapi musuh negara. Musuh umat islam dan umat agama lain. Kalau elo suka baca dagangannya si bakul salep yang demen jualan provokasi itu yah, dia mah emang jualan. Gak ada masalah apa2 pun dia tetap akan nulis masalah. Itu khan cara dia cari makan. Gak ada hubungannya sama sekali dengan sikap Presiden atau sikap negara.

Terbaru, GNPF yang sebenarnya gue bingung, kok ada kelompok yang menamakan diri Gerakan Pengawal Fatwa MUI, padahal ada ribuan fatwa, kenapa yang dikawal cuma satu ? 🤣😄 Dan lucunya gerakan ini tidak diakui oleh MUI sendiri. Gerakan ini sudah berusaha keras menekan seorang Jokowi. Dengan demo dengan seruan, dengan kecaman dll. Apa Jokowi takut ? Tidak.

Kini dengan dalih momen lebaran, mereka akhirnya mengikuti cara mantan2 rival Jokowi yaitu dengan melunak, dengan mendekat. Baru Jokowi mau terima. Yahh... kenapa gak dari dulu2 ente begitu?. Bilang baik-baik mau ketemu gitu. Gosah unjuk gigi mengerahkan masa. Khan katanya kalian ulama, mustinya paham adab berkomunikasi antara ulama dan umara. Ente demo-demo di jalan itu mencontoh siapa?. Udah di nasehati sama ulama besar yang benar-benar ulama, bahwa tereak Allahuakbar sambil demo itu tidak elok, kok masih dilakukan juga. Ada cara yang jauh lebih baik, yaitu silaturahmi, jauhi arogansi.

Sekarang ente-ente mungkin tahu, jadi presiden itu gak gampang. Gak cuma ngurusin satu-dua juta orang doank. Di Indonesia ngurusin ratusan juta orang. Dan itu mustahil bisa memuaskan semuanya. Disaat ente demo minta ini minta itu, Presiden sedang bekerja memenuhi kebutuhan hajat hidup jutaan warga lainnya. Dan ente tereak Presiden tidak perduli rakyatnya. Ente mungkin yang gak peduli rakyat, cuma peduli kepentingan ente sendiri.

Anyway, saya memang bukan pendukung GNPF, tapi bukan pembencinya juga. Langkah bertemu Presiden saya apresiasi, sebab memang begitu yang seharusnya cara yang benar untuk menyampaikan aspirasi. Masa kalah sama netizen biasa?. Sekarang sudah bisa bertemu, mudah2an banyak hal bisa di pahami bersama. Jangan cuma mau di dengerin doank, tapi juga harus mau mendengarkan. Dan jangan memaksa semua keinginannya harus di penuhi. Ingat ada jutaan orang yang berbeda kemauan.

Dan harap di ingat bahwa Indonesia ini negara hukum. Jangan karena ulama atau pemuka agama lalu bisa bebas dari hukum. Jangan karena ulama atau pemuka agama lalu bebas menerapkan hukum pada orang lain. Hukum positif adalah domain penegak hukum. Orang di hukum adalah karena perbuatannya, bukan karena gelarnya atau jabatannya. Dan semua ada prosesnya. Tidak ada itu kriminalisasi ulama, kriminalisasi pendeta, kriminalisasi artis, kriminalisasi gubernur, kriminalisasi warga oleh negara. Yang ada oknum berbuat kriminal atau melanggar hukum.

Sumber: FB Nophie Kurniawati

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.

0 Response to "Tulisan Nophie Kurniawati Ini Tampar Mereka Yang Suka 'Bermain Kasar' dengan Pakde! Share!"

Posting Komentar