Dai Kondang Yang Pandai Mengobati Ini Diringkus Polisi, Kasusnya Sungguh Memalukan


CeriaNews.com - Lama tak ada kabar dan jarang muncul melalui layar televisi, apa kabar dai kondang ustadz Hariyono, kini?

Ternyata, kabar buruk datang dari dirinya kini.

Polisi dari Satuan Reserse Kriminal Polresta Bandar Lampung menangkap dia di rumahnya, di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (22/6/2017).

Kok bisa?

Ustaz yang terkenal dengan acara pengobatan ini ditangkap karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan.

Penipuan dan penggelapan yang dilakukan Hariyono dengan modus memberangkatkan korban haji.

“Benar. Satuan Reserse menangkap seorang bernama Hariyono yang terkenal sebagai ustaz,” kata Kapolresta Bandar Lampung Komisaris Besar Murbani Budi Pitono, Kamis malam.

Kasus dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Hariyono berawal dari laporan dua warga Sukarame, Bandar Lampung

Pada Juli 2016, korban ditawari berangkat haji plus dengan biaya cukup murah, yakni hanya biaya 27 juta.

Namun, ada syarat harus dipenuhi, yakni korban harus mengajak empat orang lainnya untuk ikut mendaftar dengan biaya jauh lebih mahal, yakni Rp 100 juta.

Korban pun melunasi biaya naik hajinya.Pada saat hari keberangkatan yang dijanjikan, korban ternyata tak jadi diberangkatkan.

Haryono beralasan visa mereka tak dikeluarkan pemerintah Arab Saudi.

Terkait Kasus Ratu Atut

Sebelumnya, Hariyono terkait dengan kasus korupsi alat kesehatan Rumah Sakit Rujukan Pemerintah Provinsi Banten yang merugikan keuangan negara sebesar Rp 79,79 miliar.

Kasus ini melibatkan mantan Gubernur Banten, Ratu Atut Choisyah.

Hariyono terkait karena mengaku sembilan kali mimpin istigasah untuk Atut sepanjang 2011-2013.

Pada 7 Juni 2012 itu istigasah dilakukan di Masjid Baitussolihin, Banten selanjutnya 10 Juni 2012 dilakukan di rumah Haryono di Bekasi.

Untuk istigasah yang dilakukan sebanyak sembilan kali itu menelan biaya Rp 495 juta.

Sementara, pengadaan alat kesehatan dianggarkan melalui APBD dan APBD Perubahan 2012.

Menurut Haryono, biaya itu sesuai dengan keikhlasan pengundang yang meminta didoakan agar terpilih lagi sebagai gubernur.

Dikutip dari Antara, dalam rangka pelaksanaan istighatsah itu, Atut memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda) Banten Muhadi, Asisten Daerah II Muhamad Husni Hasan untuk memanggil beberapa kepala dinas secara terpisah/

Kepala dinas dipanggil,  antara lain Kadis Kesehatan Banten Djadja Buddy Suhardja (dilantik Februari 2016), Hudaya Latuconsina selaku Kadis Perindustrian dan Perdagangan Banten (dilantik 2008) dan juga Kadis Pendidikan Banten (diangkat Januari 2012).

Juga Kadis Sumber Daya Air dan Pemukiman (SDAP) Banten Iing Suwargi (diangkat Januari 2011) dan Kadis Bina Marga dan Tata Ruang Banten Sutadi (diangkat Agustus 2008).

Mereka diperintahkan untuk memberikan total Rp500 juta untuk keperluan istighasah.

Karena merasa tertekan dan takut diberhentikan oleh Atut, maka keempatnya memberikan uang RP 500 juta di rumah Atut dengan rincian Djaja sebesar Rp 100 juta, Hudaya sebesar Rp 150 juta, Iing sebesar Rp 125 juta dan Sutadi sebesar Rp 125 juta.

Pada 10 Oktober 2013, setelah uang terkumpul, Ratu Atut memerintahkan Riza Martina dan Rendi Allanikika Pratiaksa menyerahkan uang sebesar Rp 495 juta kepada ustadz Hariyono di rumahnya di Bekasi, selanjutnya Hariyono melakukan beberapa kali istigasah di Bekasi untuk Atut.

Sumber: tribunnews.com

2 Responses to "Dai Kondang Yang Pandai Mengobati Ini Diringkus Polisi, Kasusnya Sungguh Memalukan"

Sergio Vitzer Blog's mengatakan...

Ayo laskarku kita demo ke pemerintah ini namanya kriminalisasi ulama.
NB : Nasi Bungkus Menyusul

Rosaria Ira Novita mengatakan...

Maaf, ini hukuman dr Allah, krn Dia menelantarkan anaknya Yg cacat di kota Pasuruan. Krn dia malu pny anak cacat darah daging nya sendiri

Posting Komentar