Cerita Awan Kurniawan Usai Jenguk Ahok: Ahok Menjadi Ulat Dalam Kepompong


CeriaNews.com - Pemilik akun Facebook Awan Kurniawan mengisahkan pengalamannya bertemu dengan mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Jumat (16/6/2017).

Ahok ditahan setelah dalam sidang putusan pada Selasa (9/5/2017) lalu, hakim memvonisnya bersalah dalam kasus penistaan agama dan dihukum dua tahun penjara.

"Aku tahu Ahok terpenjara, namun hatinya merdeka. Ia sedang menjadi ulat dalam kepompong sebelum keluar menjadi kupu dengan sayap indahnya. Terima kasih Ahok," kata Awan.

Berikut kisah Awan bertemu Ahok yang ditulis di akun Facebook-nya, dikutip Rabu (21/6/2017).

Hari ini beruntung bisa berdiskusi dengan Ahok secara langsung, mengunjunginya d Penjara. Ahok terlihat lebih segar, ia bercerita banyak olahraga di dalam sel.

Cukup lama kami saling bicara, ia banyak bercanda melontarkan joke segar. Ia bercerita, awalnya ia sulit tidur di dalam, tiap jam terbangun. Namun perlahan ia mulai bisa memaafkan, berdamai dengan keadaan

"Kata Charlie Chaplin, hidup ini terlalu berharga jika kita tidak tertawa" ujar Ahok berseloroh. Tawanya begitu lepas. Namun aku tahu ia menyimpan bebannya sendiri.

Aku sendiri tidak banyak bicara, lbih banyak mendengar. Ahok mengaku banyak membaca dan mulai menulis. Ia punya banyak waktu untuk melakukan itu. Ahok telah menyita begitu banyak perhatian, ia menumbuhkan dan menyebarkan benih kecintaan pada bangsa ini. Begitu banyak orang yang jatuh cinta gegara Ahok.

Hari ini kawanku, emak emak keren yang tadinya tidak peduli dengan politik ikut terpanggil untuk hadir dan terlibat. Ahok memanggil Silent majority untuk ikut berdiri menyuarakan kecintaannya pada bangsa.

Ini energi yang luar biasa untuk bangsa ini. Apapun latar belakangmu, jika engkau cinta bangsa ini dan mau ikut bergerak memberi yang engkau bisa pada bangsa, maka engkau adalah pahlawan. Energi kecintaan kalian pada bangsa adalah jejaring semesta yang menautkan kita semua.

Berat memang untuk bergerak, karena ada kekuatan gelap yang juga bergerak untuk mengoyak cita mulia kita ini. Tapi kita tidak boleh takut untuk terus bersuara. Kita harus melawan kekuatan gelap itu bersama sama.

Tadi, dari dalam jeruji Ahok menyampaikan kalimat yang membuat hatiku gerimis, mata membasah

"Kita tidak boleh takut, kita harus terus melawan. Musuh tidak boleh merasa dirinya menang. Bila nanti kita melawan dan mati, matilah dengan berdiri Ahok menyampaikan dengan mimiknya yang khas.

Aku tahu Ahok bisa lebih baik lgi. Tuhan memberinya waktu untuk merenung, mengumpulkan cercah hikmah dan merajutnya dalam semesta pengetahuan,

"Aku ingin mengajar, dan menulis" ujar Ahok.

Buku yang Ahok tulis nanti akan menjadi Madilog, Nasihatul Mulk, di bawah bendera revolusi, atau mungkin juga menjadi negara Paripurna kedua.

Entahlah, tapi aku tahu Ahok terpenjara, namun hatinya merdeka. Ia sedang menjadi ulat dalm kepompong sebelum keluar menjadi kupu dengan sayap indahnya. Terima kasih Ahok.

Sumber: Berantai.com

0 Response to "Cerita Awan Kurniawan Usai Jenguk Ahok: Ahok Menjadi Ulat Dalam Kepompong"

Posting Komentar