Surat Terbuka Ustad Abu Janda Untuk Felix Siauw soal Membela Nasionalisme! Share!


SURAT TERBUKA UNTUK FELIX SIAUW

Kepada YTH Al Mukarrom
Ustadz Ustazah Hizbut Tahrir

SUDAHLAH JANGAN PLAY VICTIM

Kalian menebar opini di media sosial
seolah-olah menjadi korban terzolimi
oleh penolakan ANSOR BANSER NU..

Kalian mencitrakan seolah-olah,
Banser NU itu "anti dakwah sunnah"
seolah-olah Banser NU itu "anti islam"

MEMANGNYA YG ISLAM CUMA KALIAN?

Ustadz Nur Maulana juga islam
Apa pernah Banser menolaknya?

Ustadz Yusuf Mansur juga islam
Apa pernah Banser menghadangnya?

Mamah Dedeh juga islam
Apa pernah Banser menggeruduknya?

AA Gym juga islam
Apa pernah Banser memprotesnya?

JAWAB: TIDAK PERNAH

Banser tidak pernah menolak
Ustadz Maulana & Ust. Yusuf Mansur
Banser tidak pernah menggeruduk
Mamah Dedeh & AA Gym

KENAPA YANG BANSER TOLAK
HANYA KALIAN KALIAN SAJA ?

Karena kalian pernah berkata,
"Nasionalisme Tidak ada Dalil"

Karena kalian pernah berkata,
"Haram hormat bendera merah putih"

Karena kalian pernah meminta,
"Agar militer kudeta demi tegak Khilafah"

Karena kalian pernah mengajak,
"Ganti Pancasila dengan Sistem Khilafah"

MAAF.... ITU ANTI PANCASILA
ANTI BHINNEKA TUNGGAL IKA

Ansor Banser NU TIDAK TOLERANSI
apapun yang Anti Pancasila meski
mengatas namakan Islam sekalipun

jadi sudahlah, JANGAN PLAY VICTIM

Selama kalian masih teriak2 "Khilafah"
BANSER NU AKAN MENGHADANG

Kenapa, karena Pancasila sudah Sah
karena Pancasila sudah final harga mati

Jadi bila pak Polisi tidak bubarkan HTI
Kami Ansor Banser NU siap bubarkan
dengan ikhlas & senang hati demi NKRI

Masjid Nabawi, Madinah, April 2017

PANCASILA YES, KHILAFAH NO

Sumber: FB Ustad Abu Janda al-Boliwudi

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.

1 Response to "Surat Terbuka Ustad Abu Janda Untuk Felix Siauw soal Membela Nasionalisme! Share!"

mahfud effendy mengatakan...

Begitulah sudah tidak aneh lagi kalau seseorang ketika ingin menjadi mualaf tapi ketemunya dengan orang yang tidak tepat beginilah jadinya tat kala sudah mempelajari Islam begitu antagonis, konfrontatif dan radikalis sehingga sangat merugikan terhadap citra Islam itu sendiri

Posting Komentar