Saidiman : Kalau Masuk Surga Harus Membunuh Orang Lebih Baik Masuk Neraka

Saidiman Ahmad (Kiri)
CeriaNews.com - Pemahaman agama yang sempit bisa membuat seseorang terjerumus dan melakukan aksi teror yang melukai dan membunuh orang lain. Saidiman Ahmad, peneliti Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) juga prihatin dengan kondisi ini. Ia menyuarakan kegelisahannya melalui cuitan di akun Twitter miliknya.

Ia menyatakan terkait surga dan neraka, hal ini terkait dengan peristiwaaksi bom bunuh diri yang terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur, pada Rabu (24/5/2017) malam.

"Kalau untuk masuk surga saya harus menyakiti apalagi membunuh orang lain, lebih baik saya dimasukkan ke neraka," kata Saidiman lewat akun Twitter-nya, dikutip Jumat (26/5/2017).

Apa yang disampaikan oleh Saidiman itu disetujui oleh mayoritas warganet yang berkomentar di akun Twitter-nya.

"@saidiman kalau surga dipenuhi orang2 yg suka menyakiti dan membunuh... lah apa bedanya dengan neraka?," kata @tsetiady.

"@saidiman Kalo untuk menyunting 72 bidadari harus merampas nyawa orang lain, lebih baik aku mempersunting @pevpearce," balas @PadahalNggak.

"@saidiman Setuju sangat! Manusia dikaruniai kemampuan utk menimbang lebih jauh ttg benar/salah; boleh/tidak. Sedangkan makhluk lain tidak," ujar @komen29983.

Sebelumnya diberitakan, ledakan bom bunuh diri terjadi di Terminal Kampung Melayu, Jakarta Timur, Rabu (24/5/2017) malam. Ledakan terjadi dua kali. Pertama terjadi sekira pukul 21.00 WIB. Sedangkan ledakan kedua terjadi sekitar lima menit kemudian di lokasi yang sama.

Ledakan tersebut menewaskan lima orang. Dua orang tewas diduga pelaku, dan tiga orang lainnya merupakan anggota polisi, yakni Bripda Ridho Setiawan, Bripda Taufan Tsunami, dan Bripda Imam Gilang Adinata. Sementara itu, jumlah korban luka mencapai 10 orang, lima orang warga sipil, dan lima orang anggota polisi.

Sumber: Berantai.com

0 Response to "Saidiman : Kalau Masuk Surga Harus Membunuh Orang Lebih Baik Masuk Neraka"

Posting Komentar