Pejabat BPK Yang Tertangkap Oleh KPK Ternyata Pernah Lakukan Ini Pada Ahok! Share!


CeriaNews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) dan berhasil menangkap seorang auditor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia merupakan auditor senior dengan titel dan juga jabatan cemerlang. Ia ditangkap pada Jumat (26/5/2017), beserta sejumlah orang.

Pejabat yang ditangkap itu berinisial RS. Kini RS akan diperiksa selama 1x24 jam untuk selanjutnya ditentukan statusnya apakah dinaikkan menjadi tersangka atau tidak.

"OTT dilakukan di Jakarta terkait dengan Penyelenggara Negara di salah satu institusi. Kami masih periksa yang bersangkutan 1x24 jam dulu," terang Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Siapa RS? RS merupakan sosok yang tak asing. Ia memiliki 'jejak' yang sangat mengejutkan. Kiprahnya tercatat jelas di situs resmi BPK yakni di bpk.go.id.

RS merujuk pada nama 'melegenda' catatannya cemerlang di BPK menempati beberapa posisi strategis. Ia pernah menjabat sebagai Kepala BPK RI perwakilan Sulawesi Utara (Sulut). Inisial RS resmi memimpin Kantor BPK RI Perwakilan Sulut.

Saat itu memori jabatan kepala perwakilan diserahkan oleh Auditor Utama Keuangan Negara (Tortama KN) VI, Abdul Latief SE MM, Senin (15/8/2011) sekitar pukul 11.30 Wita di Aula Kantor BPK RI Perwakilan Sulut. Petinggi BPK RI, terdiri Anggota VI Dr Rizal Djalil, Sekjen BPK RI Hendar Ristriawan SH MH, Inspektur Utama Dr Drs Mahendro Sumarjo MM, hadir dalam acara tersebut.

Gubernur Sulut (saat itu) Dr Sinyo Harry Sarundajang, bupati dan walikota turut hadir dalam acara tersebut. RS saat ini merupakan Auditor Utama KN III.

Seperti dikutip dari situs resmi BPK RI, pada tanggal 29 November 2016 RS dikukuhkan sebagai bagian Dewan Pengurus KORPRI BPK Masa Bakti 2016-2021. RS bahkan merupakan Ketua Dewan Pengurus KORPRI BPK.

Publik kaitkan penangkapan auditor BPK ini ke Ahok. Kenapa demikian?Ternyata auditor tersebut disebut-sebut sebagai sosok auditor di balik keputusan terjadi kerugian negara atas pembelian lahan Rumah Sakit (RS) Sumber Waras hingga menyeret-nyeret nama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).



Pada Senin (20/6/2016) BPK atas hasil audit investigasi menyatakan pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras oleh Pemprov DKI terindikasi mengalami kerugian negara sebesar Rp 191 miliar.

Ketua Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Harry Azhar Azis berharap hasil audit pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras dapat ditindaklanjuti oleh penegak hukum. Harry berikan pernyataan, jika hasil audit BPK terkait pembelian lahan RS Sumber Waras tidak ditindaklanjuti maka patut diduga ada sebuah pelanggaran.

Saat itu KPK menilai tidak terjadi pelanggaran hukum dalam pembelian rumah sakit tersebut.

Kasus tersebut tidak dibawa ke jalur hukum setelah KPK menilai tak ada kerugian negara dalam kasus tersebut. Benarkah RS merupakan bagian tim atau justru koordinator dalam melakukan audit investigasi kasus Rumah Sakit Sumber Waras? Yang jelas informasi di media sosial santer disebutkan kalau RS menjadi bagian dari audit investigasi tersebut.

"Ini salah auditor BPK yang tertangkap tangan oleh KPK. Salah satu yg memfitnah Ahok dalam kasus Sumber Waras," tulis akun Twitter #NO2ISIS @TolakBigotRI. Nama terpampang auditor BPK, bergelar doktor; Dr Rochmadi Saptogiri SE MM Ak.

Akun Twitter tersebut mengunggah sebuah screenshoot foto dan biodata jejak pendidikan dan karier RS. Pada postingan tersebut juga menuai banyak respons netizen lainnya yang berisi hujatan. Banyak yang menyayangkan titel pendidikan tinggi, karier cemerlang dan penghasilan yang besar namun kena OTT KPK.

"Org2 yg pernah menuduh & mendzolimin p' Ahok bertubi2 akhirnya semua tuduhan tsb berbalik ke diri mereka & akan masuk penjara!!," respon akun #RIPHukumInd @joice_marpaung.

Sumber: Berantai.com

0 Response to "Pejabat BPK Yang Tertangkap Oleh KPK Ternyata Pernah Lakukan Ini Pada Ahok! Share!"

Posting Komentar