Memulai Serangan Balik: Inilah Penyebab Tidak Nyaman Dibawah Pemerintahan Jokowi


Artikel berikut disadur dari tulisan Bapak Gusti Yusuf sebagaimana diterbitkan di situs Seword.com:

Menurut Presiden Jokowi, isu politik yang semakin memanas saat ini sebenarnya hanya karena dua kepentingan saja yaitu kepentingan politik dan kepentingan bisnis. Pengelompokkan menjadi dua kepentingan ini membuat kita bisa dengan jelas melihat siapa lawan-lawan Jokowi saat ini. Banyak yang tidak nyaman dengan kepemimpinan Jokowi dan mereka memperdaya sebagian rakyat Indonesia dengan uang hingga fitnah untuk menyerang kepemimpinan Jokowi.

Jokowi merinci kepentingan bisnis yang tidak nyaman karena sejumlah langkah yang dilakukan pemerintah. Jokowi menyebut lima hal yang dilakukan pemerintah dan membuat sejumlah pihak merasa tidak nyaman atau terganggu kepentingannya.

Lima hal itu adalah:
  1. Penindakan dan penenggelaman kapal-kapal yang melakukan pencurian ikan atau illegal fishing.
  2. Pembubaran Pertal yang dilakukannya di awal-awal pemerintahannya,
  3. Rencana pembangunan kilang
  4. Pengaturan soal pangan dan distribusinya,
  5. Soal daging.
“Kepada Menteri ESDM, tugasnya pertama-tama adalah membubarkan Petral dan membangun kilang. Di dua hal ini, kepentingannya banyak banget. Saya akan masuk sampai ujung ke siapa. Kita tahu diputar-putar terus untuk urusan ini,” ujar Jokowi. Mengenai daging, Jokowi menyebut, pembenahan dilakukan karena dari sisi hulu, hilir, hingga lapak sudah dikuasai semuanya.

Kalau saya lihat di kepentingan bisnis saat ini ada dua kelompok juga. Pertama yang berkaitan dengan pertambangan dan yang kedua berkaitan dengan pangan. Keduanya adalah beberapa bahan penting bagi kebutuhan rakyat Indonesia.

Dari sini kita bisa lihat, kenapa Jokowi diserang dari berbagai arah. Saat ini pun sudah terlihat bagaimana kelompok-kelompok tertentu dengan sengaja terus memfitnah Jokowi. Mereka ingin memperdaya rakyat agar membenci Jokowi. Tentu maksudnya kelak jika Jokowi kalah maka lima faktor diatas tadi hilang dan mereka nyaman kembali.

Tapi jika lima hal tersebut hilang maka siapa yang rugi? Rakyat. Jadi jelas Jokowi ini sama dengan Ahok dalam skala nasional. Ia dihajar dari sana sini untuk melindungi hak rakyat, melindungi kepentingan rakyat. Maka saya sungguh tak habis pikir, rakyat macam apa yang sudah dilindungi seperti itu tapi malah menyerang Presidennya. Kata orang bijak, bahkan anjing pun tidak akan menggigit majikannya.

Orang netral dan tanpa tendensi buruk terhadap Jokowi dengan mudah dapat melihat berbagai perubahan ke arah yang lebih baik. Proyek-proyek pembangunan berjalan, infrastruktur dibangun dengan cepat mengejar ketertinggalan. Harga BBM di Papua bisa disamakan dengan di Jawa, dan di berbagai daerah cenderung stabil sambil tetap mempertahankan BBM subsidi.

Fluktuasi bahan pangan masih terjadi tapi lonjakan tajam harga daging tidak terjadi lagi. Saya bertanya kepada seorang pengusaha yang bahan utamanya adalah daging sapi. Menurutnya harga daging memang terus naik tapi perlahan dan tidak terjadi lonjakan tajam dan tiba-tiba dibandingkan dulu. Sementara harga bahan lain seperti cabai, bawang, dan sebagainya bisa tiba-tiba naik ternyata kalau tidak karena cuaca ya karena ada penimbunan. Pemerintah beberapa waktu yang lalu sukses  membongkar penimbun bawang yang sempat naik, setelah itu harga bawang kembali normal.

Tentu dalam iklim yang menjunjung tinggi Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, banyak pebisnis yang tidak nyaman. Mereka ini pebisnis hitam, pebisnis yang serakah, mereka tidak perduli soal rakyat yang kesusahan. Kini mereka gerah karena pemerintah menenggelamkan kapal-kapal, mengendalikan distribusi pangan, dan menjaga harga daging sapi.

Ini juga berarti pemerintah sudah berjalan dengan baik. Kalau masih seperti dulu tentu tidak terjadi gejolak seperti saat ini. Ada orang yang bilang, kalau kamu bekerja dan tidak dimusuhi artinya kamu melakukan sesuatu yang salah. Tenang dan hening seperti dulu tidak selalu berarti baik, tapi gaduh seperti sekarang adalah tanda bahwa negara mulai berjalan kearah yang lebih baik, karena perubahan yang diperlihatkan memang menuju kesana.

Soal kepentingan politik Jokowi memang tidak membahasnya namun kita semua tahu. Sejak Pilkada 2017 kita bisa melihat dengan jelas siapa-siapa yang memiliki kepentingan politik. Siapa yang ingin menggulingkan Jokowi karena sudah lama haus kekuasaan. Tidak sedikit yang ingin kembali bisa mengkorupsi uang rakyat. Lagi-lagi disini Jokowi sama seperti Ahok, di hajar dari sana sini karena menjaga uang rakyat.

Jadi bayangkan jika kedua kepentingan tersebut bersatu, kepentingan politik dan kepentingan bisnis. Mungkin mirip seperti yang terjadi saat Pilkada kemarin. Bayangkan pula jika itu terjadi dalam skala nasional, maka serangannya pun akan semakin masif lagi. Lalu lihat kemenangan mereka beberapa waktu yang lalu, apa yang terjadi setelahnya? Lihat gejalanya dan itulah yang sangat mungkin terjadi kelak dalam skala nasional jika sampai Jokowi kalah.

Tapi kabar baiknya, dengan pernyataan Jokowi tersebut artinya beliau sudah bisa memetakan lawan-lawannya dengan jelas. Ini kode keras kepada mereka yang ingin menggulingkan pemerintahan yang sah, Presiden kita sudah tau siapa saja lawannya dan bisa jadi selanjutnya adalah dimulainya serangan-serangan senyap, memutar dan mematikan.

Akhir kata, tidak mungkin kita golput. Kita tidak sanggup untuk membiarkan Pak Jokowi melawan para koruptor dan mafia sendirian. Dulu kita memilih beliau karena menginginkan perubahan, dan saat ini perubahan baru saja dimulai. Orang berkata Jokowi adalah Presiden yang cerdas, jenius dalam berstrategi, tapi tetap saja ia akan kalah jika rakyat tidak berdiri di belakangnya untuk mendukung beliau. Itu sebabnya mereka yang kepentingannya terganggu terus berusaha memperdaya rakyat agar berbalik melawan Pak Jokowi

Sumber: Seword.com

0 Response to "Memulai Serangan Balik: Inilah Penyebab Tidak Nyaman Dibawah Pemerintahan Jokowi"

Posting Komentar