Dikritik Pedas oleh Ahoker Soal Karangan Bunga, Begini Alasan Ngeles Bos MURI Jaya Suprana..


CeriaNews.com - Pendiri Museum Rekor Indonesia (MURI) Jaya Suprana mengaku tengah mencari penggagas karangan bunga untuk Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki " Ahok" Tjahaja Purnama dan Djarot Saiful Hidayat.

Hal itu dilakukan karena Jaya tengah merencanakan pemberian rekor untuk karangan bunga tersebut.

"MURI merencanakan untuk menyerahkan penghargaan atas rekor Parade Papan Bunga terpanjang," kata Jaya melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin (1/5/2017).

Jaya menjelaskan, pemberian penghargaan untuk rekor tersebut tidak mungkin dilakukan jika pihaknya belum menemukan siapa pemrakarsa karangan bunga tersebut.

Jika pihak MURI telah menemukan pihak yang dianggap berhak, penghargaan akan segera diberikan. Parade Papan Bunga terpanjang menurut Jaya diukur dari deretan karangan bunga untuk Ahok- Djarot, mulai dari gedung Balai Kota DKI Jakarta sampai kawasan Monas.

Baca: Fadli Zon Usulkan Karangan Bunga di Balai Kota Dapat Rekor Muri

karangan bunga tersebut juga diletakkan mengelilingi sebagian area di luar pagar Monas sampai hari ini. Dari data terakhir, sudah ada sekitar 4.000 karangan bunga.

Sebagian besar karangan bunga berisi ucapan terima kasih kepada Ahok- Djarot atas kepemimpinannya beberapa tahun terakhir di DKI Jakarta.

Sebelumnya seorang ahoker bernama Udin Sangarudin, lewat akun facebooknya menuliskan kritikan pedasnya kepada jaya suprana sebagai Bos MURI lantaran tidak kunjung memberikan penghargaan rekor MURI terhadap banyaknya kiriman karangan bunga dari warga untuk ahok yang sudah mencapai 7000 bunga

Berikut ini kritikan Udin Sangarudin kepada jaya suprana selaku bos MURI:

Pak kontet, kupikir MURI itu sebuah institusi yang independen dan obyektif, tak punya tendensi politik dan keberpihakan kepada sebuah golongan.

Ternyata anggapan saya keliru. MURI tak bersedia mencatat rekor jumlah karangan bunga yang dikirim kepada Ahok tanpa alasan yang logis.

Yang pasti bukan akibat kehabisan tinta untuk mencatat.

Apa karena pak kontet takut atau tak enak hati dengan kubu dimana afiliasi politiknya disalurkan? Sepertinya begitu.

Pak kontet, saya mungkin bisa menebak tinggi badanmu dan berat badanmu yang tidak proporsional itu.

Tapi terus terang saya tak bisa menduga sedalam dan seluas apa kelapangan hatimu melihat kenyataan, serta dimana rasionalitas kau tempatkan.

MURI sudah puluhan tahun menjadi bagian dari kehidupan bangsa ini.

Tak sebegitu penting sih, tapi tetap berarti. Tapi itu dulu pak, sebelum keberpihakan anda yang membabi buta dan menggali lubang kubur bagi MURI sendiri.

Reputasi dan kredibilitas MURI saya pastikan bakal terjun bebas setelah peristiwa penolakan yang memalukan ini.

Sekarang orang akan perlahan lahan melupakan MURI. Andai ditemukan seseorang yang bentuk kepalanya lebih asimetris ketimbang bentuk gundul pak kontet, kami tak butuh lagi jasa MURI untuk mencatat dan menerbitkan piagamnya.

Biar kami catat sendiri dengan tinta buram.

Andai suatu saat ada seorang Gubernur yang ditangkap KPK saat jabatannya belum genap setahun, kami tak butuh bantuan MURI untuk mencatat rekor tersebut.

Biar kami catat sendiri dengan tinta bocor.


sumber: kompas.com

Editor: tim beraninews.com

0 Response to "Dikritik Pedas oleh Ahoker Soal Karangan Bunga, Begini Alasan Ngeles Bos MURI Jaya Suprana.."

Posting Komentar