Begini Kegalauan Awal Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Yg Sepertinya Puyeng Berat! Share!


TIM SINKRONISASI ANIS SANDI SEPERTINYA PUYENG BERAT

Setelah mencermati potensi penerimaan serta rencana pengeluaran yang akan disusun dalam RAPBD th 2018 mendatang, tim sinkronisasi bentukan Anis Sandi sepertinya puyeng berat. Jumlah rencana pengeluaran ternyata jauh diatas potensi penerimaan. APBD DKI bakal defisit nih ceritanya.

Padahal semua rencana penerimaan sudah dibuatkan estimasinya, termasuk berbagai terobosan kreatif misalnya; pengenaan pajak progresif untuk kepemilikan kendaraan bermotor, penyesuaian zona nilai tanah, eksploitasi pajak hiburan, serta peningkatan jumlah wajib pajak yang dimonitor secara on line. Ternyata penerimaan yang masuk tetap belum mampu mengcover semua rencana pengeluaran.

Jangan heran jika belum mulai bekerja mereka sudah merasa pesimis dan merencanakan berbagai kebijakan rasionalisasi serta efisiensi. Misalnya mengurangi tenaga PPSU, membatalkan program KJP KIP dobel dan berbagai kebijakan non populer yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Menurut info dari salah satu staf di tim sinkronisasi, hal ini diakibatkan Anis Sandi ingin intensitas pembangunan tetap melaju kencang seperti di pemerintahan Ahok, akan tetapi semua beayanya dimasukkan kedalam RAPBD, tak seperti Ahok yang berhasil mengundang partisipasi swasta untuk ikut menyumbang prasarana publik memakai dana CSR, sehingga tak semuanya dibebankan ke APBD.

Ditambah lagi adanya pembengkakan dana hibah untuk ormas ormas yang di masa pemerintahan Ahok sudah diminimalisir, sekarang justru dialokasikan lagi dalam jumlah besar.

Titik lemah terbesar yang dilakukan oleh tim sinkronisasi adalah ketidak percayaan diri mentargetkan PAD (pendapatan asli daerah) secara optimal. Jika Ahok Djarot di th 2015 meraih PAD 44 triliun dan di th 2016 mencapai 56 triliun, maka target PAD dibawah Anis Sandi pada th 2018 nanti malah justru dibawah 50 triliun.

Mereka lebih senang memburu penerimaan dari Dana Perimbangan, yang akan dilakukan dengan menuntut pemerintah pusat memberikan Dana Alokasi Umum (DAU) lebih besar, serta meminta penyesuaian prosentase bagi hasil pajak dan bukan pajak. Sungguh tidak kreatif, dimana usaha sendiri melalui PAD tak dilakukan secara maksimal, tetapi justru lebih berharap pemberian dana dari pemerintah pusat.

Tim sinkronisasi juga tak berani membuat target yang maksimal dari pos lain lain pendapatan daerah yang sah, dan justru membiarkan banyak celah dan peluang dieksploitasi oleh pihak non pemerintah daerah.

Mari kita semua mendoakan tim sinkronisasi agar puyengnya segera sembuh. Mereka puyeng harus membudgetkan program programnya Anis Sandi yang semuanya menyedot anggaran, tetapi tak ada program strategik memperbesar penerimaan.

Sumber: FP KataKita, Ditulis oleh: Udin Sangarudin

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.

0 Response to "Begini Kegalauan Awal Tim Sinkronisasi Anies-Sandi Yg Sepertinya Puyeng Berat! Share!"

Posting Komentar