Akhirnya Terungkap! Ini Tiga Cacat Majelis Hakim Dalam Mengeluarkan Vonis Terhadap Ahok! Share!


CeriaNews.com - Sosiolog Thamrin Amal Tomagola ingin menemui Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok. Ia mengusulkan agar Prof Todung Mulya Lubis masuk dalam tim pembela Ahok.

"Tadi saya dengan teman-teman angkatan 68 FISIP UI, kita ketemu buat membahas gimana nasib Ahok. Yang kedua, kok negeri ini gaduh nggak keruan, gonjang-ganjing. Lalu keputusannya, mereka mengutus saya ketemu Pak Ahok. Minta Pak Ahok supaya agar Prof Todung Mulya Lubis menjadi salah satu anggota pembela," ujar Thamrin di gerbang Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Rabu (10/5/2017).

Thamrin mengutarakan alasannya mengusulkan Todung Mulya Lubis menjadi anggota tim pembela Ahok. Thamrin menyebut usulan itu muncul setelah membaca komentar Todung di akun media sosialnya tentang kasus Ahok.

"Ini diusulkan karena dia mencatat tiga hal mendasar yang ditulis dalam Facebook dan Twitter. Mungkin nanti bisa memperkuat argumen dalam dokumen naik banding itu. Itu yang mau saya sampaikan ke Pak Ahok karena yang bisa memecat dan mengangkat pembela adalah terpidana," jelas Thamrin.

"Itu yang mau saya sampaikan ke Pak Ahok karena yang bisa memecat dan mengangkat pembela adalah terpidana. Nah, pembela yang lain itu juga nggak punya hak untuk memberi masukan. Itu yang mau saya usulkan ke Ahok," lanjutnya.

Thamrin berpendapat ada tiga cacat dalam vonis Ahok. Pertama, majelis hakim tidak mendasarkan putusan pada tuntutan dan argumen jaksa.

"Majelis hakim nggak mendasarkan putusan pada tuntutan dan argumen jaksa. Majelis hakim bikin argumen sendiri dan berusaha membuktikan Ahok bersalah dan menista agama," katanya.

Kedua, majelis hakim menggunakan Pasal 156 a. Yang digunakan majelis hakim ada syarat yang bersangkutan sudah dikasih peringatan tiga kali berturut-turut. Kalau masih melanggar, harus dibawa pengadilan.

"Tapi Ahok tidak mendapat peringatan sama sekali. Kan harusnya yang memberi peringatan itu Jaksa Agung dan Mendagri, tapi nyatanya dia langsung dibawa ke pengadilan," imbuh Thamrin.

Terakhir, pengadilan seharusnya tidak memisahkan kasus ini dengan Pilkada DKI 2017. Karena omongan tersebut berkaitan erat dengan pilkada.

"Pengadilan harusnya tidak dipisahkan dengan pilkada. Padahal omongan Ahok erat hubungannya dengan pilkada. Pilkada Belitung Timur dulu juga membawa kasus yang sama. Memisahkan penistaan agama dari pilkada itu salah besar," tutur Thamrin.

Sebelumnya, Thamrin berusaha menemui Ahok di Mako Brimob. Hanya, namanya tidak masuk dalam daftar yang dibawa petugas, sehingga dia ditolak masuk.

sumber: detik.com

3 Responses to "Akhirnya Terungkap! Ini Tiga Cacat Majelis Hakim Dalam Mengeluarkan Vonis Terhadap Ahok! Share!"

Bram Lewerissa mengatakan...

Ahok harus dengar saran2 Thamrin yg memberi kesejukkan dalam menghadapi banding nanti.

Hetly .Sangir mengatakan...

Aku pribadi pengen banget liat Todung Mulya Lubis, Asep Iriawan, dan yg satu ini mungkin banyak yg nggak setuju...Otto Hasibuan (pembelanya si Jessica) masuk dalam Team Pembela Ahok. Kalau yang 2 pertama mungkin tdk perlu dijelaskan kenapa..yang pasti mereka berdua amat sangat piawai dalam bidangnya. Sementara yg ke-3, Otto..terlihat sekali determinasi dan integritasnya dalam membela Jessica (terlepas Jessica bersalah atau tidak). Cara beliau menyajikan materi/alat2 persidangan dan membantah bukti2 persidangan pihak lawan sangat credible dan sangat profesional. Btw, ini tdk ada hub.nya dgn si Jessica loh ya, saya tdk berpihak pd siapa2 dlm kasus kopi Sianida..ini cuma analisa dan pendapat pribadi sebagai org awam Hukum.

TOGUTIL NAP mengatakan...

Tepat sekali pak/ibu Hetly sangir, jika dilihat dr Kemampuan Ber acara di Pengadilan sy salut dgn Kemampuan pak Otto dlm memberi argumentasi Hukum yg Teoritis dan jg Faktual,, Dgn mengajukan bukti2 dan dalil2 yg sesuai hukum dan tdk mengada2...usul sy moga permintaan pak.T.A.Tomagola di pertimbangkan oleh pak AHOK agar DUNIA PENEGAKAN HUKUM DI INDONESIA BELAJAR MENGHORMATI PENEGAKAN HUKUM YG BAIK DAN BENAR...
BAGI HAKIM YG MELANGGAR KODE ETIK DAN MENGABAIKAN HAK2 DR TERDAKWA krn TUNTUTAN/KEPENTINGAN Tertentu agar di berikan sanksi sesuai UU yg berlaku..

Posting Komentar