Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Namun Politisi Ini Malah Iri, Alasannya Bikin Merinding! Share!

Ahok dan Pasek
CeriaNews.com - Banyak yang sedih lantaran Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) divonis hukuman penjara dua tahun. Vonis ini dirasa tidak adil dan juga janggal. Sebagian orang juga mengira jika karir Ahok tamat dengan jatuhnya vonis hakim. Bagi yang berseberangan dengan Ahok, merasa jika Ahok sebagai lawan politik telah dikalahkan. Namun yang sebenarnya, Ahok malah mendapatkan kemenangan besar, seperti yang diungkapkan oleh politisi I Gede Pasek Suardika.

Catatan I Gede Pasek Suardika

BANYAK meminta saya beri analisa soal bagaimana nasib politik Ahok setelah hakim menjatuhkan vonis 2 tahun penjara. Ada baiknya saya tulis ringan saja agar sederhana dibaca.

Kalau melihat gelombang aksi yang ada hingga vonis hakim, maka secara kasat mata Ahok sebenarnya sudah mati secara politik. Deretan pembenarnya banyak. Kasusnya adalah penistaan agama, dan agama yg dipeluk mayoritas yg dihina. Sudah dihukum. Dan terbukti, dalam Pilkada, kesuksesan kinerjanya kalah dengan dampak "salah ucap" ketika bicara.

Itukah tanda kematian politik Ahok..? Ternyata tidak. Ahok yang dulu pernah hampir setahun bersama saya di komisi II DPR RI ternyata sedang mendapatkan anugerah politik yang luar biasa. Mungkin dia sendiri tidak menyangka akan terjadi.

Pilkada memang Ahok kalah, Ahok dihukum penjara memang 2 tahun. Tetapi itu ternyata jadi pupuk kebangkitan nyawa politik Ahok. Dalam dunia politik umumnya, tahapan awal dimulai dari bagaimana politisi itu diketahui, lalu dikenal, tahap berikutnya disukai. Tahapan disukai ini sudah mulai berdampak pada kemampuan elektoral yang bersangkutan. Yang paling hebat adalah bila politisi itu mampu memiliki pendukung yang fanatik.

Dalam kasus Ahok belakangan ini, justru terjadi anomali. Politisi yg dihukum dan terbukti kalah pilkada ini malah sekarang makin meroket namanya. Tidak hanya di Jakarta tetapi di seluruh Indonesia. Tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar negeri.

Hebatnya lagi kini akibat Ahok dari kasus pribadi salah ucap itu telah menjadi sebuah simbol soal eksistensi Kebhinnekaan, perlawanan terhadap Intoleransi, simbol gerakan keadilan dan lainnya.

Ahok telah bermetamorfosa dengan cepat dari terpidana menjadi simbol perjuangan spirit Kebinekaan, Kedamaian dan Keadilan. Sebuah nilai hakiki di semua umat manusia.

Padahal awalnya kasus "salah ucap". Pergerakannya sangat cepat. Kini Ahok tidak hanya mendulang keterkenalan hingga ke luar negeri, tetapi telah mendapatkan anugerah politik tertinggi yaitu fanatisme dari sebagian besar rakyat karena dijadikan simbol perjuangan hakiki tersebut.

Biaya politik juga sangat murah. Karena menjalankan vonis 2 tahun yang perkiraan saya nanti maksimal dilalui hanya 1 tahun 5 bulan saja. Sebab ada remisi dua kali dan Pembebasan Bersyarat bila sudah jalani 2/3. Itupun kalau Bandingnya ditolak. Kalau dia menulis buku di penjara, maka bukunya akan menjadi best seller. Kalau bandingnya dikabulkan maka bisa lebih cepat lagi ke luar penjara.

Sehingga bagi lawan Ahok, telah terjadi salah hitung yang luar biasa. Upaya mematikan karir politik Ahok malah berbuah panen raya bagi Ahok. Bayangkan untuk itu sudah berapa biaya yang harus dikeluarkan selama ini, dan Ahok melawannya dengan disiplin tepat waktu jalani sidang. Berapa sumber daya dan gerakan untuk mematikan Ahok dan Ahok melawannya dengan secarik kertas dari Lapas Cipinang dengan gerakan humanisnya.

Saya memprediksi, Ahok akan menjadi pemenang karena dia telah mendapatkan simbol utama sebuah gerakan politik yaitu Kemanusiaan, Persamaan Hak dan Keadilan. Sebuah simbol pergerakan politik yang tertinggi.

Ahok terlihat lemah tetapi ibarat sedang memainkan ilmu beladiri pernafasan Tai Chi.. dalam gerakan yang lemah ada kekuatan dahsyat didalamnya.

Di sisi lain, kasus hukum yang dihadapi lawan-lawan Ahok ternyata tidak berani se ksatria Ahok. Datang ke penegak hukum, siap diperiksa, siap diadili. Lawan Ahok malah memilih gerakkan isu lain, kerahkan massa menekan aparat yang intinya terkesan di publik takut diperiksa. Bahkan ironisnya lagi, ada yang memilih kabur ke luar negeri dengan berbagai kemasan pembenar.

Nah dalam hal fakta ini, Ahok dapat bonus kemenangan lagi. Ibarat bermain bulutangkis, Ahok dapat nilai dari bola lawannya yang nyangkut di net dari ketidakmampuan pemain lawan.

Jadi, menurut saya kartu politik Ahok justru makin hidup dan kuat. Sementara lawannya justru makin terpuruk. Itulah politik sering kali unpredictable. Karena dalam politik selain ada kalkulasi nyata, ada juga nurani rakyat yang tidak terlihat ikut menentukan.

Ahok Ahok.. Nggak menyangka karir politikmu menjadi begitu fenomenal. Jujur sebagai sesama teman politisi saya iri. Tetapi iri positif. Paling tidak manfaatnya ada tempat baru untuk tempat belajar politik, yaitu membaca kisah perjalanan politik seorang Ahok yang fenomenal dan kontroversial.

Doa saya, Satyam Eva Jayate..! Kebenaran Pasti Akan Menang.

Sumber: Berantai.com

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.

14 Responses to "Ahok Divonis 2 Tahun Penjara, Namun Politisi Ini Malah Iri, Alasannya Bikin Merinding! Share!"

Irta General Technology mengatakan...

Tulisan nyata dan tanpa rekayasa...

ariston silitonga mengatakan...

hanya satu pak Gede, Agama. Agama memang sosok menakutkan bagi mereka jika dicekoki neraka dan neraka. Tp agama tak berarti apa2 bagi mereka yg dituduh kafir atau diluar islam. Karena kafir atau non islam tak menuhankan Agama tp menuhankan Tuhan.
#itusaja

Agnes Gering mengatakan...

Tuhan kita adalah Allah agama dan kitab suci hanya alat dan sarana utk mengenal Allah....

Margo Maira Stone mengatakan...

Otaknya pendek emosinya panjang....

diary enggelina ayu mengatakan...

waoooo....tulisan yang apik...Top sekali

Gusti Hingmane mengatakan...

Pak Ahok adalah tokoh Nasionalist. Ada rasa Nasionalisme pada dirinya. Bangga pada pak Ahok!

Asworo Palguno mengatakan...

Salam Bangkit Indonesiaku, Pak Ahok, Pak I Gede Pasek Engkaulah tunas bangsa Indonesia.

Jon Limbong mengatakan...

Mudah2an realitanya nanti sperti prediksi anda pak I Gede Pasek🖒🖒

ramces samosir mengatakan...

Saya setuju sekali...
Mungkin nie awal kebangkitan melawan para KorupTor yg Ada di NKRI.

Robert Coenraad mengatakan...

pelajaranku di TKK ialah berani mengalah utk kemenangan, ternyata itu benar

Sudi Janto mengatakan...

Setuju banget dengan tulisan pak I Gede Pasek...
Pak Ahok adalah symbol Introspeksi semua etnis di Indonesia bahwa Kebinekaan itu Indah, Damai dan Sejahtera jika kita semua mengambil nilai2 positif yg terkandung didalam Kebinekaan itu sendiri sehingga menjadikan kita sebagai WNI Beradap bagi Bangsa Indonesia maupun seluruh Bangsa di dunia....

Nengah Bingin mengatakan...

Para pengecut dan pecundang2 itu kehabisan senjata buat menghancurkan Ahok. Kini tinggal menunggu membusuknya di penjara. Analisa yg penuh arti dan jangan sekali kali membohongi nurani rakyat. Go Ahok utk Indonesia lbh baik. Para pengecut itu bakal sakit hati dan mati sia2

Anugrah Mulia mengatakan...

Saya muslim,ortu saya haji dan hajjah, keluarga besar saya muslim. Tapi kami tidak pernah menganggu saudara2 kami sesama rakyat dan penduduk indonesia yang non muslim. Kami hidup dalam keharmonisan sebagai saudara setanah air. Pak Ahok adalah 1 diantara banyak saudara non muslim yang mempunyai toleransi,kejujuran,tegas dan disiplin. Bagi mereka yg intoleran,seharusnya mereka kembali membaca Alquran (bagi yg "ngaku" muslim). Tidak ada dalam 1 ayat manapun dalam Alquran yang mengajarjan kebencian! Semoga kita semua dapat hidup dalam ke-bhinekaan tunggal ika yang harmonis. NKRI HARGA MATI!!!

Unknown mengatakan...

Semangat terus pak AHOK..kami d madura mendukung ANDA..PROGRAM BERSIH DI PEMERINTAHAN YANG KAMI MAU
..!!!

Posting Komentar