Para Pemilik Toko Bunga Ini Bungkam Haters Yg Nuduh Kiriman Bunga untuk Ahok Adalah Rekayasa


CeriaNews.com -  Karangan bunga untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Wakil Gubernur DKI Djarot Saiful Hidayat membanjiri Balai Kota DKI Jakarta dalam beberapa hari terakhir. Halaman Balai Kota bahkan tidak cukup untuk menampung bunga-bunga itu.

Siapa sebenarnya yang mengirimkan karangan-karangan bunga berisi ucapan simpati dan terima kasih itu menyusul kekalahan Ahok- Djarot pada Pilkada DKI 2017?

Toko bunga Padma yang terletak di Jalan MPR III Dalam, Jakarta Selatan, merupakan salah satu toko yang mengirimkan karangan bunga ke Balai Kota.

Pemilik toko, Linda, bercerita tentang pemesan karangan bunganya.

"Pemesan bunga kami untuk ke Balai Kota dari kemarin itu lebih banyak yang perorangan. Jadi kalau atas nama company malah enggak ada deh," kata Linda kepada Kompas.com, Rabu (26/4/2017).

Linda mengatakan, kebanyakan mereka memesannya secara pribadi melalui telepon dalam waktu berbeda-beda.

Namun, ada juga beberapa orang yang memesan lebih dari satu dengan mengatasnamakan orang yang berbeda-beda.

"Jadi ada teman mereka titip untuk pesan karangan bunga," ujar Linda.

Beberapa karangan bunga di Balai Kota memiliki tulisan yang sama. Terkait itu, Linda mengaku tidak memantau adanya kesamaan isi tulisan di karangan bunga karena terlalu banyak pesanan.

Sejumlah karangan bunga yang ditujukan untuk Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok dan Wakil Gubernur Djarot Saiful Hidayat tertata di kompleks Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (26/4/2017).

Karangan bunga tersebut berisi simpati warga kepada Ahok-Djarot terutama pascapilkada DKI 2017.

"Kami enggak lihat satu per satu ya. Pokoknya kami terima order, lalu konfirmasi mereka mau seperti itu ya kami kerjakan. Intinya mereka kan mau ucapkan selamat dan terima kasih saja," ujar Linda.

Linda mengaku sudah menerima banyak pesanan karangan bunga.

Dia tidak tahu pasti jumlah karangan bunga yang sudah dia buat untuk dikirim ke Balai Kota. Dia memastikan jumlahnya sudah di atas 50.

Linda mengatakan pemesanan pun masih terus dia terima.

"Sampai besok pun kami sudah terima pesanan, pada mau kirim. Kami padahal sudah infokan juga karena kami enggak tahu di Balai Kota masih mau terima tidak," ujar Linda.

Kebanyakan mereka bersikeras tetap ingin mengirim. Akhirnya Linda pun mengerjakan pesanan mereka.

Namun, Linda tidak bisa menjanjikan lokasi pemasangan bunga kepada pelanggannya. Sebab, karangan bunga di Balai Kota sudah begitu banyak dan memakan tempat.

"Orang saya jadinya cuma bisa sampaikan ke staf di dalam Balai Kota, tapi panitia yang menentukan posisinya," ujar Linda.

Sebagia tanda terima dari karangan bunga Ahok-Djarot yang dikirim ke Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Rabu (26/4/2017).


Kaget banyak pesanan

Pemilik toko bunga Florist Lotus, Melvin, juga bercerita mengenai pesanan karangan bunga yang dia terima. Melvin mengaku sempat kaget ketika pesanan datang tanpa henti.

"Aku agak kaget respons masyarakat sampai kaya gini. Banyak juga pada telepon terus pesan," ujar Melvin.

Melvin mengatakan banyak orang yang datang langsung ke toko bunganya untuk memesan karangan bunga.

Namun ada juga yang memesan melalui telepon. Melvin mengatakan pemesan bunga datang dari perorangan.

"Tetangga sekitarku juga banyak yang pesan, teman dekat, klien juga. Mereka pribadi-pribadi aja sih. Jadi pengirimnya beda-beda semua kalau saya lihat," ujar Melvin.

Melvin mengatakan pemesan bunga juga membuat sendiri isi pesan mereka. Beberapa karangan bunga memiliki pesan yang lucu-lucu. Dia mengaku sampai tertawa sendiri melihat pesan-pesan itu.

"Jadi bukan aku yang ngarang sih. Dari tadi, tulisan yang sama juga cuma sedikit. Kebanyakan beda-beda, kata-kata mereka sendiri," ujar Melvin.

Melvin mengaku menerima banyak pesanan. Namun dia belum tahu pasti berapa banyak pesanan yang dia terima. Para pekerja di toko bunga miliknya sudah puluhan kali antar bunga di Balai Kota.

Ukuran karangan bunga yang biasa dipesan adalah 2x1,5 meter dengan harga Rp 700.000.

Karangan bunga paling murah yang dia jual seharga Rp 500.000.

Melvin mengaku mendapat tambahan rezeki dari fenomena ini.

"Ya Puji Tuhan secara tidak langsung dapat rezeki dari Pak Ahok, dari pendukungnya," kata  Melvin.

sumber: kompas.com

0 Response to "Para Pemilik Toko Bunga Ini Bungkam Haters Yg Nuduh Kiriman Bunga untuk Ahok Adalah Rekayasa"

Posting Komentar