"Antara Susi, LBP & Sengketa Laut China Selatan - Traditional Fishing Ground" by Mardigu Wowiek


SELESAIKAN MASALAH LAUT CHINA SELATAN ONCE AND FOR ALL!!!

-Mardigu Wowiek-

Dimana sih nasionalisme nya ini orang? Itu komentar saya dalam diskusi dengan seorang yang ada dalam sebuah ruangan resmi dalam sidang para menteri dengan pak Presiden Jokowi.

Peristiwa ini adalah beberapa bulan lalu. namun saya angkat karena saya ingin banyak merubah pola pikir bangsa Indonesia.

Sengaja saya memulainya dengan sebuah fakta. Itu adalah pelajaran dasar dalam propaganda, saya banyak tuliskan di catatan ini bertahun lalu. forcing priming. Fakta yang mau saya berikan adalah, ketika ibu Susi menteri specialis penegakan kedaulatan maritime perikanan ini melakukan aksinya mengegelamkan kapal pencuri ikan.

Menurut saya, beliau lebih NKRI dari angkatan laut Indonesia selama ini dan itu fakta. Dia meneggelamkan lebih 200 pencuri ikan di lautan Indonesia. Bahkan di natuna yang 80% di curi bisa berdaulat hanya sisi 20% saja yang masih bisa curi-curi dan terus di kejar oleh Indonesia sehingga kapal nelayan Indonesia yang 60 ton-an kalau memnacing disana dan bisa panen raya terus.

Angkatan laut mana pernah menenggelamkan kapal pencuri, satupun - dulu. Tidak! Tapi syukurlah, sekarang gabung dengan Ibu susi. Itulah hebatnya ibu kita satu ini. Ternyata dalam sidang cabinet (waktu itu) perilaku ibu susi mendapat banyak kritikan dari negara tetangga (kata orang itu juga). Dan ini membuat LBP angkat bicara. Dia menyarankan dalam sidang cabinet tersebut untuk sisi laut china selatan untuk biarkan china memakai seperti yang telah di lakukan selama ratusan tahun sebagai tradisonal fishing groundnya china.

Dilanjutkan LBP dengan demikian china membantu Indonesia dari sisi lain yaitu keuangan dan modal investasi. Indonesia minta timbal balik dengan melakukan tawaran bahwa tradisional fishing ground kita kasih ke china dan indonesia dapat modal. Bisa kita ngak dapet dukungan china kalau kita ganggu laut china selatan ala ibu susi ini.

Mendengar cerita ini, kalimat di awal tulisan muncul di otak saya. ini menteri apa apaan sih? Ini orang tentara apa bukan? Ini orang nggak NKRI banget dah! Tempe bener sih ini orang!! LBP..LBP.

Masak kedaulatan NKRI di tukar dengan materi secuil ?

Apa yang terjadi dengan pulau-pulau kosong sekitar natuna, kalau didiamkan tidak di-susikan sebentar lagi diisi nelayan china. Lalu jadi seperti yang lain, lalu lepas seperti sipadan ligitan. Ngasih china tradisional fishing ground!!! Langkahi dulu mayat pejuang NKRI bung!!!

LBP !, sekitar natuna ribuan tahun juga sudah jadi tradisional fishing ground bangsa Indonesia. Lu geblek aja kasih china. China kasih duit memang selesai masalah? Duit harus di balikin , Natuna hilang!!!

Ok, sekali lagi, saya ini bukan pengkritik tanpa solusi. Saya minta dengan tulisan ini harap berkenan di viralkan. Kita selesaikhan “once and for all” masalah laut china selatan. Mulai sekarang di seluruh buku pelajaran nasional, ganti nama laut china selatan menjadi LAUT UTARA NATUNA.

Itu trasional fishing ground bangsa Indonesia!!!. Saya minta menteri luar negeri melobby PBB, melobby mahkamah internasional, bahwa kami bangsa indoensia dengan ini menyatakan wilayah utara kami bernama LAUT UTARA NATUNA. Ini adalah branding yang mencabut akar masalah dengan pemahaman laut china selatan punya china, nanti dulu. Itu sisi utara Indonesia. Ini brand baru nasional.

Sahabat, bantu NKRI untuk membranding kedaulatan sisi utara ini. kontribusi kita kecil tetapi kalau di viralkan jutaan orang, maka ini menjadi kolektif belief bangsa Indonesia. Inilah paradigma Indonesia baru LAUT UTARA NATUNA. #peace

Sumber: FB Mardigu Wowiek

0 Response to ""Antara Susi, LBP & Sengketa Laut China Selatan - Traditional Fishing Ground" by Mardigu Wowiek"

Posting Komentar