Tompi : Ngomongnya Terlalu Kasar, Menghina Tapi Bawa Agama


CeriaNews.com - Jika seseorang sudah diliputi kebencian, maka logikapun bisa tak berfungsi, dan yang keluar pun hanya caci maki dan kata-kata kasar. Orang yang menumpahkan kebencian tak bisa berpikir jernih, dan memperhatikan perasaan orang lain. Kejadian tak menyenangkan juga dialami musisi Jazz, Tompi. Ia menjadi sasaran hujatan dari netizen di media sosial hanya karena berbeda pilihan di Pilkada DKI Jakarta.

Tompi mencurahkan isi hatinya soal hujatan yang ia terima dari netizen di media sosial saat hadir pada program acara televisi swasta tanah air. Pada program acara yang dipandu Najwa Shihab, Calon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan hadir sebagai bintang tamu.

Tompi bercerita jika dirinya sering diserang oleh netizen yang diduga berasal dari Aceh dengan kata-kata kasar sambil membawa agama. Netizen tersebut mengaku malu melihat Tompi yang terang-terangan mendukung satu cagub di Pilkada DKI Jakarta.

"Buzzer ini ngomongnya terlalu kasar, menghina, mencaci maki tapi tetap bawa agama," kata Tompi di depan Anies Baswedan.

"Sudah menghina, ujung-ujungnya Allahu Akbar (takbir)," lanjut Tompi.

Sumber: Tribunnews.com

1 Response to "Tompi : Ngomongnya Terlalu Kasar, Menghina Tapi Bawa Agama"

Umpan G2 G2 mengatakan...

Sekilas mengingat sejarah :

Semoga para generasi muda warga DKI khususnya, Indonesia umumnya, sadar tentang sejarah terbentuknya Indonesia dibawah 4 pilar kebangsaan yaitu :
1. pancasila 2. UUD '45
3. Bhinneka Tunggal Ika (Lambang Garuda) 4. NKRI.
Berpuluh puluh tahun merumuskan nya, bahkan pemuda berbagai suku ras agama sdh terlebih dulu melakukan sumpah dan bersumpah yaitu Sumpah Pemuda untuk sepakat membentuk Republik ini dgn penderitaan yg sama dari Sabang sampe Merauke rela korban nyawa demi RI ini bahkan rakyat dari segala suku ras dan agama serta pahlawan kita sdh berjuta juta nyawa melayang untuk RI ini.
Semua itu sdh dibahas rumusannya oleh para pendahulu kita bahwa tdk mungkin berdasarkan Agama, jika dipaksakan berdasarkan Agama, tdk mungkin mau pemuda (Jong Batak, Aceh, Padang) Sumatera, Ambon, Papua dsb untuk sepakat. Sejarah sdh membuktikan hal tersebut bahwa Allah meridhoi serta tetap melindungi 4 pilar tsb.
Benarlah apa kata Soekarno :
Hari ini kita sdh merdeka tantangan yg berat bukan lagi dari luar melainkan dari dalam bangsa kita sendiri maka NKRI harga mati.
Gusdur juga berkata :
Apapun agamamu, di Republik ini Tuhan tidak akan melihat agama mu apa, yg penting kamu berbuat baik dan benar, jujur tegas, iklas dan tulus krn ini adalah Negara yg terbentuk berdasarkan :
Pancasila, UUD 45, Bhinneka Tunggal Ika, NKRI.

Posting Komentar