Kesaksian Polos Nelayan Pulau Panggang Di Sidang Ahok Ini Malah Bikin Kuping Novel Kepanasan


CeriaNews.com - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi fakta yang merupakan nelayan Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, Jaenudin alias Panel (39).

Dalam persidangan, dia mengaku tidak terlalu memperhatikan pidato yang disampaikan terdakwa, Basuki Tjahaja Purnama pada 27 September 2016 di Pulau Pramuka.

Jaenudin mengatakan, posisinya saat itu tidak terlalu dekat dengan Ahok, sapaan Basuki, yang tengah saat menyampaikan programnya di Tempat Pelelangan Ikan itu.

Sehingga dia tidak tahu apakah mantan Bupati Belitung Timur itu menyinggung Surat Al-Maidah Ayat 51.

"Saya enggak perhatiin (soal Al Maidah). Saya enggak tahu. Berapa lama juga enggak tahu namanya juga saya enggak perhatiin," katanya di Auditorium Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Selasa (7/2/17).

Dia mengungkapkan, hanya mendengar tiga hal dalam pidato Ahok.

Pertama adalah soal budidaya Ikan Kerapu, soal sembako dan soal pasar murah.

Kemudian, mantan politisi Gerindra itu juga sempat menyinggung soal kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

"Saya tahunya soal 20-80 jadi kalau mau budidaya dapat bagi-bagikan seperti itu. Terus soal sembako murah," terangnya.

Namun, Jaenudin mengatakan sempat mendengar Ahok menyinggung soal pilih dan memilih.

Namun dia mengungkapkan tidak mengetahui maksudnya.

"Saya dengar persis 'Kalau ada yang lebih bagus dari jangan pilih saya'. Selain itu saya enggak perhatiin," tutupnya.

sumber: merdeka.com

0 Response to "Kesaksian Polos Nelayan Pulau Panggang Di Sidang Ahok Ini Malah Bikin Kuping Novel Kepanasan"

Posting Komentar