Bapak Ini Ungkap Rahasia Banjir Jakarta Yg Tidak Banyak Orang Tahu! Share!


CeriaNews.com - Artikel berikut disadur dari tulisan Bapak Muhammad Rafiq pada halaman facebooknya:

UDAH LAMA NIH NGGA ADA BERITA BANJIR VS TUUUH MAKANYA JANGAN SOK, MAKAN TUH BANJIR ....

Beberapa hari yg lalu seorang teman bernama Shanty (sarjana kampus swasta, kerja di bank, nongkrong di starbuck, ke kantor pake blazer, muslim, pendukung Ahok) menulis status begini : "Udah lama nih ngga liat berita banjir, padahal udah hujan berhari-hari. Hebat dah Ahok"

Sorenya hujan makin menjadi-jadi sampai pagi, pintu air katulampah dibuka .... dan beberapa wilayah di Jakarta pun tergenang banjir. Lantas seorang kawan bernama Maimunah (sarjana kampus negeri di bandung, ibu rumah tangga, kalau mau ngopi nyeduh sendiri, ke pasar pake jilbab, muslim, pendukung Anis) membuat status seperti ini : "Makan tu banjir! Allah kok ditantangin. Mana gubernur mu? Katanya hebat banget dia bisa bikin jakarta ngga banjir?"

Coba ingat-ingat lagi, status anda mirip dengan yg mana? Dengan Shanty atau dengan Maimunah?

Buat saya sih status Shanty dan Maimunah dua-duanya sama-sama emosional, tanpa pikir panjang, kurang baca dan norak ...

Buat saya banjir di Jakarta adalah keniscayaan, siapa pun Gubernur'nya, bahkan bila Superman kita angkat jadi gubernur sekalipun. Permukaan tanah makin turun dari tahun ke tahun, sedangkan permukaan air laut selalu naik secara signifikan. Akibatnya kalau Bogor dan Puncak hujan lebat, Jakarta hujan deras, ditambah laut sedang pasang ..... Daaarrrr .... Jakarta pasti banjir! Numpang nanya, apa kira-kira yg akan dan bisa dilakukan oleh Superman kalau kondisinya demikian? Paling yg bisa dia lakukan adalah jemput korban banjir yg nangkring di atas genteng satu-satu, lalu dibawa terbang ke tempat kering dan hangat.

Wilayah yg sekarang ini bernama Jakarta sudah banjir sejak jama dahulu kala, bahkan sejak kalender masehi belum ada!

Purnawarwan namanya, dia adalah Raja Tarumanegara, pun sudah pusing dengan banjir yg selalu melanda wilayah yg sekarang kita sebut Jakarta. Itu sebabnya dia memerintahkan rakyatnya untuk membuat dua sungai untuk bisa mengalirkan air dari Bogor ke laut secara lebih cepat (tidak hanya mengandalkan sungai yg sudah disediakan oleh alam).

Dalam prasasti Tugu disebutkan bahwa Raja Purnawarman pada tahun ke-22 pemerintahannya, meminta rakyat dan pemuka agama bersama-sama membuat sungai Candrabhaga/Baghasasi (sekarang kita kenal dgn nama Kali Bekasi) dan Sungai Gomati. Sungai sepanjang 6122 busur (setara dgn 12 kilometer) ini konon katanya selesai dalam waktu 21 hari (beberapa sejarawan mengartikan 21 bulan) dan sang Raja memberikan hadiah 1000 ekor sapi kepada para pemuka agama dan rakyat yg berhasil menyelesaikan kedua sungai tersebut.

Apakah usaha Purnawarman untuk mengatasi banjir berhasil? Belum saudara-saudara! Karena sejarah mencatat bahwa pada tahun 1621, 1654, 1873 dan 1918, Jakarta pernah nyaris tenggelam oleh banjir. Pada saat itu saya yakin hutan di puncak dan bogor belum rusak seperti sekarang. Sungai-sungai harusnya masih sangat lebar. Reklamasi pun dijamin belum ada.

Pemerintah Hindia Belanda sampe pusing gara-gara bajir ini. Mereka dengan serius berusaha mengatasi banjir di Batavia saat itu. Thn 1850 Belanda membentuk Burgelijke Openbare Werken, sebuha badan khusus yg tugasnya ngurusin banjir di Jakarta. Dilanjutkan dengan pembuatan Banjir Kanal Barat yg dimandorin sama Profesor Dr Herman Van Breen.

Tapi karena banyak daerah resapan berubah jadi pemukiman, banyak danau dan situ di pinggiran Batavia yg mati, Banjir Kanal Barat tidak mampu lagi meredam banjir di Batavia.

Sodetan sungai Ciliwung yg sekarang melewati jl Gajah Mada dan Hayam Wuruk juga dibangun oleh Belanda untuk tujuan pengendalian banjir di Batavia (selain untuk tujuan transportasi).

Setelah kita merdeka, Banjir makin menjadi-jadi. Di tahun 1965, Sukarno membentuk Komando Proyek Pencegahan Banjir (Kopro Banjir). Tau dong sama waduk pluit, waduk tomang, waduk setia budi dan waduk grogol? Nah semua waduk itu adalah hasil karya Kopro Banjir yg dibentuk Sukarno tuh. Coba tebak, waduk mana aja yg sekarang masih tersisa?

Suharto ngga mau kalah. Di tahun 1973 pembesar Orde Baru ini menyusun rencana untuk memperluas cakupan Banjir kanal Barat. Sayangnya rencana ini batal. Sebagai gantinya beliau membangun Cengkareng Drain yang butuh waktu 10 tahun untuk selesai.

Pada era SBY, dicanangkanlah proyek pembangunan Banjir Kanal Timur. Mulai digali oleh Foke dan akhirnya diselesaikan oleh Jokowi ketika masih menjabat sebagai DKI 1.

Tapi semua usaha yg dilakukan sejak jaman Tarumanegara hingga normalisasi sungai yg dilakukan oleh Ahok hanya bisa mempersempit wilayah banjir dan mengurangi resiko banjir. Kenapa? Karena memang banjir di Jakarta adalah sebuah keniscayaan ketika permukaan air laut lebih tinggi dari permukaan tanah, ditambah makin berkurangnya wilayah resapan, plus makin sempit dan dangkalnya sungai yg mengalirkan air ke laut.

Yang patut saya syukuri sekarang adalah :

Kantor saya di Sarinah Thamrin hari ini belum banjir

Rumah kakak saya di Kelapa Gading dan Cipinang yg selalu banjir tiap tahun, pagi ini masih kering.

Rumah mertua saya di wilayah Jakarta Barat juga masih aman.

Terimakasih ya Allah atas nikmat ini. Thanks juga buat Pak Ahok yg tetap berusaha mengatasi banjir, walau banjir di Jakarta sebetulnya adalah keniscayaan ....

Buat Shanty dan Maimunah .... berhentilah menulis status norak!!!

Mohon maaf kalo kepanjangan dan ada kata yg salah .....

Sumber: FB Muhammad Rafiq

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.

0 Response to "Bapak Ini Ungkap Rahasia Banjir Jakarta Yg Tidak Banyak Orang Tahu! Share!"

Posting Komentar