Bapak Ini Ungkap Misteri Kejadian Serupa Ahok Rizieq Namun Beda Responnya! Share!


CeriaNews.com - Tulisan berikut disadur dari tulisan Bapak Agung Trijoko pada halaman facebook pribadinya:

Kembali ke inklusifitas

(Disclaimer! Tulisan ini bukan soal Ahok. Hanya menggunakan kasus Ahok sebagai titik tolak. Jadi pls open minded dan jangan salah fokus).


Ada dua kejadian serupa tapi hasilnya tak sama:

1. Ahok mengatakan dibohongi pakai Almaidah 51

2. Habib Rizieq Shihab mengatakn dibohongi pakai Alquran dan dibohongi pakai Hadits.

Serupa karena kalimatnya mirip.Tak sama karena Ahok diseret ke pengadilan. Sedangkan Habib Rizieq Shihab tak cuma melenggang, bahkan dgn FPI-nya menjadi penggerak massa untuk berdemo dan menuntut Ahok masuk ke penjara, sebagai penista agama. Bahkan muncul jargon: Ahok masuk penjara atau Revolusi!

Mengapa hal ini terjadi? Hal serupa menghasilkan hal yg berbeda? Ada yg bilang ini karena Ahok bukan muslim shg tidak berhak menyebut/ menyinggung ayat Alquran.Sedang Habib Rizieq Shihab adalah seorang muslim dan dan bahkan ada yang membaiatnya sebagai imam besar.

Apakah sedemikian adanya?

Saya tidak ingin lagi membahas apakah Ahok bersalah atau tidak berdasar hukum positif yang berlaku di negeri ini. Biar proses hukum terus berjala. Kita lihat saja hasilnya beberapa saat lagi.

Saya justru ingin melompat ke hal yg menurut saya lebih substansi:

1. Terlepas percaya atau tidak tentang kebenarannya, bukankah Alquran itu warisan dan milik seluruh umat manusia, bukan milik umat Islam saja?

2. Bukankah wajar ayat Alquran dipelajari, dipandang, dimaknai, diperdebatkan dan dibenarsalahkan oleh siapapun juga tanpa ada yang perlu terhina?

3. Bukankah Alquran sendiri menantang agar manusia membuat tandingannya jika mampu?

Sebagai orang yg percaya kebenaran Islam/ Alquran, saya berpendapat bhw segala pandangan, pemaknaan, perdebatan, keyakinan dan ketidakyakinan yang muncul atasnya adalah sah dan tidak akan pernah (bisa) merendahkan islam. Justru akan menjadi pintu hidayah. Islam adalah ajaran yg INKLUSIF. Dengan keterbukaan, kebenaran akan menemukan jalannya sendiri untuk sampai ke hati manusia. Silahkan dibolak-balik dan dicari salahnya, maka yang ketemu dan muncul adalah kebenaran dan kasih sayang.

Jadi apa alasan untuk marah? Menurut saya, tidak ada penistaan alquran/agama dari kalimat "....dibohongi pakai sebuah ayat...." Bahkan jika ada kalimat lain yang lebih brutal sekalipun.

Sikap over reaktif kita justru perlu dipertanyakan. Apalagi kemudian berkembang menjadi tidak objektif dan adil lagi. Merasa beda dan mengklaim diri sendiri paling benar.Yang lainnya kafir, munafik, fasiq, dzalim dan seterusnya. Ada ulama yang menyampaikan sebuah ironi yg mengiris hati: Hari ini, kata takbir telah runtuh martabatnya. Takbir justru membuat orang menjadi takut dan terintimidasi.

Kembali kepertanyaan awal: Mengapa hal ini (kasus Ahok) terjadi?


Bagi saya masalahnya bukan pada (perkataan) Ahok. Hak Ahok, sebagai anak manusia pewaris peradaban, untuk menyebut, menyetujui, memaknai, menolak sebagian atau semua dari Taurat, Injil, Alquran, Weda, Bagawat Ghita dan kitab suci lainnya. Masalahnya adalah justru pada cara pandang kita yang sempit (EXCLUSIVE) tentang kehidupan dan keberadaan kita di dunia.

Entah mengapa, kita kok senang untuk mengambil dan menguasai seluruh kebenaran untuk diri sendiri. Apakah karena mengira kebenaran itu kecil?!

Allahu Akbar! Kebenaran jauh lebih besar dan lebih dari cukup untuk kita semua.

Wallahu A'lam

Sumber: FB Agung Trijoko

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.

0 Response to "Bapak Ini Ungkap Misteri Kejadian Serupa Ahok Rizieq Namun Beda Responnya! Share!"

Posting Komentar