Petisi Online Minta Jebloskan PLT Gubernur DKI ke Penjara Tembus 20 Ribu, Ini Reaksi Sumarsono


CeriaNews.com - Baru-baru ini muncul sebuah petisi online yang ditujukan pada Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur DKI Jakarta, Sumarsono. Soni, sapaan Sumarsono dianggap telah menyalahgunakan wewenang atas beberapa kebijakan yang dikeluarkan.

Pantauan merdeka.com, saat ini petisi online itu sudah ditandatangani oleh 23.684 pendukung. Menanggapi hal itu, Soni mengaku siap mempertanggungjawabkan atas apa yang sudah dia lakukan.

"Gak apa-apa, saya siap mempertanggungjawabkan apa yang saya lakukan. Saya ke sini sudah saya wakafkan diri saya untuk Jakarta," ungkap Soni kepada awak media saat berada di kawasan Cideng, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (18/1).

Kalaupun ada petisi, lanjutnya, itu merupakan resiko dari tugas yang diamanatkan kepadanya. "Ini semua saya jalankan dan inilah perintah amanah dari yang memberi mandat kepada saya. Kalaupun ada petisi, saya siap mempertanggungjawabkan. Dalam jabatan itu memang selalu (ada) resiko. Tidak ada keputusan tanpa resiko, dan saya siap mengambil resiko itu," ujar Soni.

Lebih lanjut dia mengatakan, sebagai seorang pelaksana tugas, dia sudah menjalankan tugas yang diamanatkan kepadanya dan atas persetujuan dari Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

"Saya laksanakan empat tugas pokok, mulai dari tugas untuk menjalankan urusan pemerintahan DKI, menjaga ketentraman ketentraman dan ketertiban sesuai dengan Permen (peraturan menteri) (nomor) 74 (tahun) 2016, mengawal pilkada, membahas menandatangani APBD dengan persetujuan Mendagri. Kemudian membuat Perda dengan DPRD dengan persetujuan Mendagri dan konsultasi dengan Gubernur petahana," jelas Soni.

Berikut adalah isi dari petisi online dari situs www.change.org:


https://www.change.org/p/joko-widodo-usut-dan-pidanakan-plt-gubernur-dki-jakarta-sumarsono-atas-penyalahgunaan-wewenang

Berdasarkan Surat Kepala BKN No. K.26.30/V.20.3/99 tentang Kewenangan Pelaksana Harian dan Pelaksana Tugas dalam Aspek Kepegawaian, tanggal 5 Februari 2016 Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan yang memperoleh wewenang melalui mandat [dalam hal ini adalah Pelaksana Tugas] tidak berwenang mengambil keputusan dan/atau tindakan yang bersifat strategis yang berdampak pada perubahan status hukum pada aspek organisasi, kepegawaian, dan alokasi anggaran.

Menurut Penjelasan Pasal 14 ayat (7) UU Administrasi Pemerintahan, yaitu Keputusan dan/atau Tindakan yang memiliki dampak besar seperti penetapan perubahan rencana strategis dan rencana kerja pemerintah. Sedangkan maksud perubahan status hukum kepegawaian adalah melakukan pengangkatan, pemindahan, dan pemberhentian pegawai.

Berkaitan dengan hal itu, Plt. Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono telah berulang kali mengambil keputusan yang berada di luar wewenangnya, antara lain:

Mengubah jumlah SKPD dari 54 menjadi 42 SKPD, dan menghapus 1060 jabatan;
Memutuskan untuk memberikan dana hibah untuk Bamus Betawi sejumlah 2.5 milyar dari APBD-P DKI 2016 dan 5 milyar dari APBD DKI 2017;
Menghentikan sementara 14 proyek lelang dini dengan alasan menjaga psikologis politik DPRD DKI;
Mengubah Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara DKI Jakarta;
Dan lain-lain.

Dari contoh-contoh di atas, kami memiliki dugaan bahwa Plt. Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono layak diduga telah melakukan pelanggaran wewenang.

Oleh karena itu melalui petisi ini kami memohon kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, c.q. Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo untuk:

Memberikan teguran keras kepada Plt. Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono untuk berhenti mengambil tindakan yang berada di luar wewenangnya;

Menyatakan pembatalan semua keputusan yang merupakan pelanggaran terhadap kewenangan Plt. Gubernur DKI Jakarta dan mengembalikan ke status quo;

Melakukan pengusutan hingga pemidanaan terhadap Plt. Gubernur DKI Jakarta Soni Sumarsono atas dugaan pelanggaran Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan.

Petisi ini akan dikirim ke:
Presiden Republik Indonesia
Joko Widodo


Sumber: merdeka.com

0 Response to "Petisi Online Minta Jebloskan PLT Gubernur DKI ke Penjara Tembus 20 Ribu, Ini Reaksi Sumarsono"

Posting Komentar