Munafiknya Rizieq, Setelah Tejepit Baru Kekeluargaan


Rizieq Shihab sudah kalang kabut, tidak ada lagi tokoh yang bersuara membelanya. Kedatangannya ke DPR waktu lalu pun tidak membuahkan adanya tokoh terkenal yang mendukungnya.

Anda tahu apa lagi yang sungguh lucu? Sampai sekarang, tidak terdengar adanya kata maaf terucap dari mulutnya. Tapi, Rizieq dengan sangat tidak malunya meminta agar kasus-kasus pelaporan terhadap dirinya diselesaikan secara kekeluargaan. Hebat bukan? Rizieq tidak merasa bersalah namun berharap kasusnya diselesaikan secara kekeluargaan.

Panik, Panik dan Panik

Beberapa minggu belakangan Rizieq ditimpakan berbagai ‘hadiah’ pelaporan kepada polisi. Mulai dari  dugaan penistaan agama, terkait logo Bank Indonesia di uang kertas, dugaan penistaan terhadap Pancasila, dugaan penghinaan Kapolda Metro Jaya serta hansip, dan terkait pernyataan soal “sampurasun”.

Bila kasus Ahok merupakan hasil editan Buni Yani, kali ini tidak ada orang yang mengeditnya untuk menjadi provokatif. Memang kata-katanya sudah provokatif, tidak perlu diedit-edit lagi. Saat itu mungkin Rizieq merasa bahwa bekingannya masih bakal mendukungnya, jadi mulutnya bebas mengatakan apa saja. Namun naas, si Rizieq tidak menyadari bahwa apa yang dikatakannya akan kembali menghantuinya.

Sekarang Rizieq sudah dilaporkan oleh banyak pihak. Mulai dari kelas nasional hingga kelas ‘teri’, pokoknya lengkap. Saat masih awal gelombang pelaporan ini Rizieq masih saja tetap percaya diri. Malah beliau meminta agar yang melaporkannya mencabut laporan tersebut dan meminta maaf. Bisa anda lihat betapa arogannya orang yang satu ini?

Namun sekarang lain, publik sudah menyerangnya secara bertubi-tubi. Bisa dibilang selain FPI sudah tidak ada lagi pihak yang berani pasang badan membela Rizieq. Bahkan MUI sendiri sudah mulai cuci tangan dari masalah ini. Rizieq merupakan ketua pembina GNPF MUI, dan sekarang MUI mengatakan bahwa GNPF MUI tidak ada hubungannya dengan MUI.

Yang satu ini kita boleh tertawa, MUI mulai menghindar saat publik sudah panas. Ini sunggu munafik, bila memang tidak ada hubungan kenapa tidak mengatakannya sejak dulu? Mengapa harus sekarang saat bola sudah panas? Bukankah ini titik-titik?

Sekarang sudah tidak ada lagi yang berani secara terbuka mendukung Rizieq. Bahkan bisa dibilang beking-nya sudah lari semua, meninggalkan Rizieq sebagai tumbal. Tentu saja Rizieq masih bisa ‘mengancam’ bekingnya bahwa dia akan membeberkan semuanya saat persidangan. Entah apa Rizieq dapat menjadi jalan masuk menuju para ‘Big Boss’ sebenarnya.

Kekeluargaan Saat Sudah Sekarat

Meski tidak salah, Ahok sudah meminta maaf kepada Umat Muslim. Sebelum persidangan pun Ahok sudah menyatakan akan menjalankannya demi terlihat siapa yang benar dan siapa yang salah.

Bagaimana dengan Rizieq? Saat diperiksa jadi saksi saja perlu dikawal ribuan orang. Ini sudah intimidasi, tidak berani menghadapi kepolisian sendiri. Bila tidak salah, kenapa takut? Setelah diperiksa pun masih bisa arogan, sesumbar menyuruh yang melaporkannya meminta maaf.

Sampai sekarang, masih belum terdengar kata-kata maaf dari mulut Rizieq mengenai ucapannya yang sudah banyak menghina berbagai pihak. Namun bisa-bisanya orang ini meminta jalan kekeluargaan. Serius? Minta maaf saja belum sudah berharap anda bisa dimaafkan?

“Janganlah kita coba saling lapor karena ini bisa mengantarkan kepada konflik horizontal. Mestinya, kepolisian menjembatani”

Lihat apa yang dikatakan Rizieq. Bukankah dia sendiri yang paling getol menuntut agar Ahok ditangkap? Tapi saat dia sendiri terancam langsung berani mengatakan ‘janganlah kita coba saling lapor’? Ini sudah munafik kuadrat, bahkan pangkat tiga!

Untung saja kepolisian menjawabnya dengan jelas, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Boy Rafli Amar mengatakan, pihaknya siap memberi penjelasan yang diperlukan. “Polri akan memberikan klarifikasi, penjelasan, sebagai bentuk pertanggungjawaban hukum, sebagai bentuk akuntabilitas tindakan kepolisian. Jika itu adalah bagian yang harus dijelaskan, pasti akan dijelaskan dengan baik,”

Tidak langsung mengiyakan apa yang inginkan orang yang satu ini. Enak saja, Ahok mesti disidang berkali-kali, eh malah minta kasusnya bisa ‘kekeluargaan’. Saya sendiri berharap agar kepolisian mengusut semua kasus yang menjeratnya. Jangan hanya kasus Pancasila saja, tapi semuanya agar terlihat keadilan hukum di negeri ini.

Mungkinkah ini saat-saat terakhir FPI? Bila Rizieq ditahan maka FPI akan kehilangan arah. Para petingginya tidak berani lagi berbicara lantang karena pemerintahan kita sekarang ternyata tidak hanya bilang prihatin. FPI akan tenggelam, kalau masih berani muncul pasti akan diserang publik. Semoga saja kepolisian kita bisa tegas, jangan mau dipengaruhi massa. (18/01/2017)

Sumber: Seword.com

21 Responses to "Munafiknya Rizieq, Setelah Tejepit Baru Kekeluargaan"

FREDFLIX mengatakan...

Sepandai pandainya tupai melompat akhirnya jatuh juga....tamat.

Reyfal Bran mengatakan...

Sok suci.

Thor Loki mengatakan...

demam mas...panik mas....tunggu aja kecemplung di prodeo mas...hahahaha

supermeck123 mengatakan...

begini sikap ulama? ckckckck....

Lidya Grace mengatakan...

Hahaaa rijik kafok lah kau makan tuh karna hahaa

Lidya Grace mengatakan...

hihiii kafok kau rijik

Unknown mengatakan...

dgn gagahx berteriak berani mati pada saat aksi tp koq baru ancaman kurungan sdh minta diselesaikansecara kekeluargaan,dasar maling teriak maling ini si sirik ehh rizik

Chim laue mengatakan...

Yg jantan dong..malu sama anak buah yg udh di ajakin grudug sana sini belain imamnya yg suu

Timorkou Nokomarena mengatakan...

jijik dengar kata-katanya

Drs. Sumarno Hadipuspito mengatakan...

Tapi Din Syamsudin masih membela FPI Tokoh tua ini sudah pikun membela kaum munafik hah...

yokocarlo mengatakan...

keturunan Nabi, hahahha

buyung55 mengatakan...

Drs. SUmarno.. Din itu Ketua Muhammadiyah - suatu organisasi Islam besar di Indonesia, yang selalu Amar Ma'ruf Nahi Mungkar - Din Tokoh Islam Internasional, tentu setiap perkataannya telah melalui telaahan yang mendalam, bukan asal jeblak. dan itu ciri, seorang Muslim yang tidak munafik, tidak gelap dengan kekuasaan dan uang.

Herry Febrian Aulia mengatakan...

Kasusnya kok hilang yah bagai ditelan bumi... Sadarkah semua kl kasusnya sdh tidak terdengar lagi...

Arhiet mengatakan...

FPI Front Pengacau Indonesia, di pimpin oleh HR, seorang profokator disuap kemudian melakukan kekacauan, mengatas namakan islam dgn bayaran yg ga halal asal usulx, HR itu ulama atau penjilat pantat para elit politik, HR mengacaukan negeri ini dgn bayaran uang yg ga halal, inikah namax pemimpin islam indonesia. pesan kami jangan mau di butakan oleh orasi2 HR, jadikan ni pengalaman pahit semoga ulama indonesia tak seperti HR, karna demi uang tega menghasut negeri ini, sekian trimakasih, sekedar uneg dalam hati yg terpendam....peace islam sejati seperti ungkapan raja arab jangan jadi islam yg berlebihan sperti HR

Sofa Fatmawati mengatakan...

Penjara aja seumur hidup..dah membuat kegaduhan..kashn pk ahok selalu di pojokan

Sofa Fatmawati mengatakan...

Orang seperti itu pntas di penjara seumur hidup aja.dah mengacaukn indonesia sk memfitnah,,kshAn pk Ahok slalu di pojok kn

Khaidir Abdullah mengatakan...

habib rizieg emang hebat, gak ada yg berani ngelawannya

Khaidir Abdullah mengatakan...

teruskan perjuanganmu habib rizieg, kau emang hebaaaat

irawan irena mengatakan...

Hidup akan tenang..NKRI akan damai bila tdk ada fpi or si jijik.. semua perbuatan nya hrs dipertanggung jawabkan.. pak ahok aja udh tanggung jawab atas kelakuan nya walaupun pak ahok tdk bersalah..ini kan semua perbuatan nya si buni yani yg meng edit pidato nya pak ahok.. selamatkan NKRI kita ini..

Sulaeman Leman mengatakan...

Dasar orang munafik akidah kau jual

Fery Rerea Agusa mengatakan...

Pengecut bisanya lari dr masalah. Gk pantas jadi laki pantasnya pake rok aja. Ahok lbh gentleman.

Posting Komentar