Ibunda Jokowi Doakan ‘Pemfitnah, Jonru dan Sejenisnya’ Diberi Hidayah Allah


CeriaNews.com - Artikel berikut ditulis oleh Bapak ALIFURRAHMAN sebagaimana diterbitkan di situs Seword.com:

Pagi ini Sudjiatmi Notomiharjo, Ibunda Jokowi mengadakan syukuran tahun baru di kediamannya, kelurahan Sumber, Solo. Ada sajian makanan tradisional berupa tumpeng nasi kuning, serabi notosuman, jajan pasar dan aneka kue. Dalam syukuran tersebut juga dihadiri oleh Setiawan dan Miyono, paman Jokowi. Hadir juga saudara kandung Jokowi, Idayati dan Titik Ritawati.

Menurut informan seword A1, dalam acara tersebut juga dihadiri banyak wartawan. Setelah potong tumpeng dan berdoa, sempat ada wawancara dengan Ibunda Jokowi. Salah satu yang ditanyakannya adalah tuduhan dan isu lama seputar Jokowi keturunan PKI, China dan buka anak dari Sudijatimi Notomiharjo. Dan berikut ini pernyataan Ibunda Jokowi:

“Dari zaman pemilihan Gubernur, terus Pilpres, keluarga kami selalu tak luput dari fitnah yang keji. Ya Pak Noto, ya saya, ya anak saya Jokowi. Dikatakan keluarga China, keluarga komunis dan sebagainya. Semuanya menyakitkan bagi saya, juga bagi keluarga saya.

Coba saya mau tanya, kalau keluargamu difitnah PKI, bagaimana? Mau nggak? Pasti marah kan?! Apalagi dikatakan saya bukanlah ibu kandung Jokowi, ini yang paling menyakitkan. Saya yang melahirkan, saya yang membesarkan, kok dibilang bukan anak saya? Semua isu-isu itu tidak benar. Silahkan dicek, semua jelas, bisa dicek.

Meski serba menyakitkan, saya terus berusaha sabar, tabah dan menganggap itu sebagai cobaan. Saya berdoa agar anak-anak saya juga diberikan kesabaran dan ketabahan. Jangan mempunyai rasa dendam. Saya juga mendoakan agar orang-orang yang memfitnah, diberikan kesadaran, diberikan hidayah dari Allah.”

Mendengar pernyataan ibunda Jokowi, jujur saya merasakan getaran yang sangat kuat. Merasa sangat emosi, meskipun Jokowi bukan keluarga saya. Apalagi ibunda dan keluarganya? Tapi setelah itu saya jadi begitu salut dengan ibunda, sebab beliau mendoakan anak-anaknya untuk bersabar, tabah dan tidak dendam dengan siapapun. Luar biasa. Padahal beliau adalah ibunda dari Presiden Indonesia. Pasti terlalu mudah untuk menghukum para pemfitnah. Namun ibunda beserta keluarga besarnya memilih untuk bersabar, sabar dan sabar. Ya Allah….

Saat wawancara selesai dan orang-orang mulai pulang, sempat saya ngobrol santai dengan salah seorang keluarga Jokowi (bukan ibundanya). Dari obrolan tersebut, sempat juga saya singgung soal fitnah yang menimpa keluarga Jokowi. Jawabannya sederhana:

“orang-orang ini sudah nggak masuk akal. Nggak ada yang aneh dan perlu disembunyikan dari keluarga kami, seperti rakyat biasa saja. Cuma kebetulan salah satu dari keluarga ada yang jadi Presiden, kemudian orang-orang dengan maksud-maksud tertentu berpikiran yang aneh-aneh. Saya kenal Jokowi sejak kecil.”

Sebenarnya pernyataan tersebut off the record, namun karena menurut saya cukup kuat dan harus saya publish, maka saya ijin untuk mengutipnya. Hanya saja saya tak perlu sebutkan namanya, intinya masih keluarga Jokowi.

Menjawab Fitnah


Benar, sejak 2012 lalu, sudah tak terhitung tuduhan dan fitnah terhadap Jokowi. Namun yang diulang hanyalah tuduhan PKI, China dan ibunya bukan ibu kandung, serta dituduh usia ibunda dan Jokowi hanya terpaut 10 tahun. Salah satu yang pemfitnahnya adalah Jonru.

Saat Jonru memfitnah pada 7 Juli 2016, saya sudah menjawabnya 9 Juli 2016. Tidak benar bahwa Ibunda dan Jokowi hanya terpaut 10 tahun seperti yang dituduhkan oleh Jonru. Jokowi lahir dari pasangan Noto Miharjo (1940) dan Sujiatmi Notomiharjo (1943). Ayah Jokowi meninggal pada tahun 2000 lalu, saat berusia 60 tahun. A1.

Jadi kalau ada yang menyebut Jokowi dan ibundanya hanya terpaut 10 tahun, itu pasti fitnah syetan. Pasti. Sebab Jokowi lahir tahun 1961. Artinya selisih usia ibunda dan Jokowi adalah 18 tahun (1961-1943). Dengan fakta tersebut, sangat jelas bahwa apa yang dituliskan oleh Jonru dan setan-setannya adalah fitnah. Tidak benar. Selengkapnya pernah saya tulis di: https://seword.com/media/menjawab-iblis-jonru-shalat-pencitraan-dan-ibu-jokowi/

Mengapa memutar isu lama?

Saya sempat terpikir mengapa isu lama, yang sudah sejak 2012, masih terus diulang-ulang? Bahkan Jonru juga kembali menshare tuduhan dan fitnah kejinya terhadap ibunda Jokowi pada 22 Desember 2016, yang kemudian diikuti oleh beberapa setan-setan lainnya. Seorang teman juga menanyakan hal serupa, kenapa?

Setelah merenung dan menganalisa situasi terkini, meningkatkan kepekaan seperti yang saya lakukan untuk memahami maksud terselubung SBY, akhirnya dapat saya simpulkan karena untuk membuat isu negatif soal kinerja pemerintah, sudah pasti tidak bisa. Apa yang dilakukan oleh Presiden Jokowi dan kabinetnya terlalu banyak dan besar, semua orang juga tau, dunia juga mengakuinya. Kalau mau mengkritik kinerja pemerintah, tentu akan berhadapan dengan rakyat yang merasakan jerih perubahannya.

Jadilah mereka mengangkat isu-isu lama yang dinilai ampuh, yaitu soal isu Jokowi PKI, China dan bukan anak kandung Sujiatmi. Fitnah ini terbukti ampuh dalam menggerus suara Jokowi Pilpres 2014 lalu. Sementara pada November 411 dan Desember 212 ini mereka juga berhasil mempengaruhi massa dengan isu hoax dan fitnah Buni Yani.

Daripada membuat fitnah 20 juta pekerja China masuk Indonesia, atau fitnah impor pangan melonjak drastis yang sangat mudah dibantah dan telak, maka mereka berpikir lebih baik menggunakan isu PKI, China dan Ibunda Jokowi. Sebab isu ini merupakan materi SARA dan sejenis dengan fitnah Buni Yani. Hasilnya juga sudah jelas 411 dan 212, mudah membodohi banyak orang. Tujuannya adalah supaya kinerja positif pemerintah tertutupi dengan isu-isu ini, serta awal dari agenda cuci otak sebelum 2019.

Membuat Jokowi marah

Tujuan lain dari mengangkat isu lama dan murahan ini adalah untuk membuat Jokowi marah. Targetnya itu. Sebab kalau sudah marah, maka fokus bekerja dan mengawal pemerintah akan berkurang, sehingga para cukong dan tikus-tikus korup bisa bermain di belakang.

Sebenarnya ini modus lama. 2007 lalu SBY pernah diisukan menikah sebelum masuk AKABRI. Dikabarkan SBY sudah punya istri dan anak sebelum menikahi Ani. SBY dinilai menikahi Ani demi memuluskan karir militernya.

Menanggapi isu tersebut, SBY yang saat itu masih Presiden langsung ke markas Polda Metro Jaya dengan mobil kepresidenan, lengkap dengan pengawalan ketat Paspampres. Tegang.

Zainal Maarif sebagai penebar isu kemudian divonis delapan bulan penjara karena dianggap menghina kepala negara. Soal pernikahan lain SBY pun sampai sekarang tak pernah bisa dibuktikan, meski agak unik karena setelah bebas Zainal Maarif justru bergabung dengan Demokrat.

Nah, hal tersebut yang sekarang coba digunakan untuk menyerang Presiden Jokowi. Supaya Jokowi marah dan tidak fokus. Sehingga kalaupun nanti tetap menang di 2019, maka kerjanya sudah tidak jelas lagi seperti kerja SBY periode dua: ternak koruptor.

Sebagai rakyat jelata yang tidak memiliki keluarga koruptor, saya berharap Jokowi tetap sabar dan fokus membangun Indonesia. Tapi di sisi lain saya juga berharap agar para pemfitnah tersebut segera diberikan hidayah oleh Allah, agar negara ini cepat maju dan bebas dari para perusak.

Begitulah kura-kura.

Sumber: Seword.com

0 Response to "Ibunda Jokowi Doakan ‘Pemfitnah, Jonru dan Sejenisnya’ Diberi Hidayah Allah"

Posting Komentar