Wahai Pendukung Aksi 212, Jawablah Pertanyaan Ini Dengan Hati Nurani Kalian! Share!

Wahai Pendukung Aksi 212, Jawablah Pertanyaan Ini Dengan Hati Nurani Kalian! Share!

CeriaNews.com - Wahai Pendukung Aksi 212, Jawablah Pertanyaan Ini Dengan Hati Nurani Kalian.

Islam melarang pelacuran. Hukumnya sangat pasti dan tegas. Ketika Ahok menutup komplek pelacuran terbesar di Kalijodo, adakah aksi atas nama Islam untuk mendukungnya?

Islam melarang Narkoba. Ketika Ahok menutup diskotik Stadium dan Milles yang menjadi sarang peredaran narkoba, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?

Islam melarang korupsi. Ketika Ahok bergelut kekeuh tidak mau toleran dengan bancakan proyek-proyek APBD yang biasanya dilakukan oknum-oknum serakah, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mewajibkan orang melaksanakan amanah. Ketika Ahok secara ketat memerintahkan semua pegawai Pemda DKI untuk bekerja melayani rakyat, sebab gaji mereka selama ini dibayar oleh duit rakyat, adakah aksi atas nama Islam yang mendukungnya?

Islam memerintahkan membangun rumah ibadah. Ketika Ahok membangun mesjid di Balaikota dan Mesjid Raya Jakarta di Daan Mogot, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan kebersihan. Ketika Ahok mengeruk kali-kali dan membersihkan sampah agar Jakarta terhindar dari banjir, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan seorang yang diamanahkan memegang jabatan untuk memperhatikan semua warganya. Ketika Ahok setiap pagi meluangkan waktu menyelesaikan masalah semua orang yang datang ke Balai Kota, dengan menggunakan dana operasional Gubernur, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan berhati-hati saat mencari rezeki. Gubernur DKI mendapat dana operasional Rp 60 milyar setahun. Dana itu bisa diambil untuk diri sendiri. Tapi Ahok menggunakannya untuk membantu banyak orang, dan ketika masih tersisa diakhir tahun, dana itu dikembalikan ke kas negara. Padahal jika dia membawa pulang, itu bukan pelanggaran hukum. Itu sudah menjadi hak pemangku jabatan Gubernur. Adakah aksi bela Islam yang
mendukungnya?

Islam mengajarkan pentingnya pendidikan. Ketika Ahok kondisiten membagikan KJP dan angka putus sekolah di DKI nyaris 0%, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mementingkan kesejahteraan. Ketika kini angka pengangguran di DKI menurun drastis (salah satunya karena program pasukan Biru, Oranye, Ungu) adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mementingkan pengembangan psikologi anak-anak. Salah satunya dengan ruang beremain yang sehat. Ketika Ahok membangun ratusan ruang bermain hijau untuk anak-anak Jakarta, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan memuliakan wanita dan memperhatikan anak-anak. Ketika Ahok dalam banyak fasilitas publik (bus, ruang laktasi, RTPA) memperhatikan kaum wanita, adakah aksi bela Islam yang mendukungnya?

Islam mengajarkan bicara yang baik. Ketika Ahok terpeleset omongan di P. Seribu, dan sudah meminta maaf, banyak orang tergerak untuk membela agamanya. Publik juga tahu omongan itu viral salah satunya karena teks yang diedit. Polisi juga sudah mengusut kasusnya, tapi pembela-pembela agama itu tidak cukup puas. Mereka ingin Ahok dipenjara.

Dan tujuannya mereka cuman satu agar Ahok tidak jadi gubernur lagi, dan dengan begitu bisa korupsi berjamaah lagi..

Penulis:  Eko Kuntadhi

Tolong bantu share supaya pertanyaan-pertanyaan ini bisa sampai kepada para pendukung aksi 212, terima kasih.

4 Responses to "Wahai Pendukung Aksi 212, Jawablah Pertanyaan Ini Dengan Hati Nurani Kalian! Share!"

  1. dagelan lg di buat mas eko ini,semua agama mengajarkan apa yg anda posting bung,apa yg anda posting adalah kebenaran universal,bukan hanya islam yg mengajarkan demikian,212 itu murni panggilan hati krn alquran telah dinistakan ngak ada hubx dgn pilkada,liat aja gub kalbar, kalteng, bali, ntt, maluku, papua semuax non muslim, tp apakah kami membela calon muslim di daerah tersebut...? ngak lah

    BalasHapus
  2. Tulisan seperti ini yang sebenarnya memecah persatuan umat beragama dan berbangsa..
    3 aksi kemaren yg puncaknya 212 tidak ada kaitannya dengan perbedaan suku agama dan ras. Semata2 hanya karena kesalahan seorang Ahok saja.
    Indonesia negara hukum, yg bersalah ya mesti di adili. Pemimpin Orba saja selama 32 thn yg kebaikannya melebihi si ahok toh dia juga di adili.

    BalasHapus
  3. Teman" sebaiknya jgn terprovokasi dg postingan tsb yg tendensius dan ada muatan mengadu domba. Lebih bijak "diamkan" alias no komen, krn bila dikomentari hanya membuahkan pertentangan tiada akhir. seharusnya kita melakukan komunikasi nir kekerasan (non violent communication). Saling menghargai n menghormati opini org lain tanpa saling menghujat. Agar bara api tdk semakin berkobar lbh bijak klo tdk usah memberi komentar.

    BalasHapus