Secarik Surat Istri Hoegeng, Dukungan dan Penghargaan Terhadap Kejujuran Ahok

Istri mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso, Meri Hoegeng, Wakil Presiden RI ke-10 Jusuf Kalla, dan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad (kiri ke kanan) dalam peluncuran buku ‘Hoegeng: Polisi dan Menteri Teladan’ di Toko Buku Gramedia, Pondok Indah Mall, Jakarta, Minggu (17/11/2013).
CeriaNews.com - Tulisan berikut disadur dari artikel di Seword.com, ditulis oleh Bapak PALTI HUTABARAT yang menyuarakan opininya tentang secarik surat dari Istri Hoegeng untuk Ahok:

Jumat (9/12/2016), di Rumah Lembang, Jakarta Pusat, jauh dari pemberitaan yang hingar bingar seperti datangnya para artis dan atlet yang mendukung Ahok, beberapa orang hadir dan memberikan dukungan. Beberapa orang tersebut datang mewakili nama orang besar (bukan badan besar) yang namanya tidak populer tetapi merepresentasikan kejujuran. Yup, nama mantan Kapolri Hoegeng Iman Santoso bukanlah sosok yang dikenal masyarakat luas, hanya mereka yang belajar sejarah kepolisian tahu betul nama Hoegeng.

Nama Hoegeng sangat dikenal karena kejujurannya. Karena sangat kental karakter tersebut ada dalam diri Hoegeng, Presiden keempat Indonesia Gus Dur sampai menyatakan di Indonesia ini hanya ada tiga polisi jujur, yakni polisi tidur, patung polisi, dan Hoegeng. Hoegeng memang Kapolri yang sangat jujur, bukti paling sahih adalah ketika beliau pensiun tidak punya harta apapun. Rumah yang dimiliki adalah rumah dinas pemberian dari Kepolisian. Meski akhirnya, beberapa kapolda patungan membeli mobil Kingswood, yg kemudian menjadi satu-satunya mobil yg ia miliki.

Kejujuran yang dihidupi dalam sebuah kesederhanaan sangat nyata di dalam hidup Hoegeng. Jauh sekali dengan kondisi Kepolisian saat ini. Kita dengan mudah melihat Polisi memiliki motor, mobil, dan rumah yang mewah, padahal kalau dibandingkan dengan gajinya tidak mungkin bisa memilikinya. Itulah Hoegeng dan Kejujuran sampai saat ini tetap melekat di namanya.

Isteri mendiang mantan Kapolri Jenderal (Purn) Hoegeng Imam Santoso, Merry Roeslani, mengutus anak dan cucunya datang ke Rumah Lembang untuk memberikan sebuah surat yang ditulisnya sendiri dan sebuah buku untuk dibaca Ahok dan jadi bahan pegangan.

“Eyang nulis sendiri dan enggak ada di toko buku. Buku pertama ditandatangani Eyang. Jadi, buku ini diberikan kepada orang spesial yang menurut Eyang layak. Itu mengenai perjalanan hidup beliau,” jelas salah satu cucu Hoegeng, Rama Hoegeng.

Lantas, apa isi surat dari Merry? Ternyata doa dan dukungan.

“Ananda Ahok selamat berjuang, semoga sukses dan selalu dalam lindungan Allah SWT. Salam manis dari ibu Merry Roeslani Hoegeng Santoso, Depok, Desember 2016”.

Merry juga menyampaikan pesan bagi Ahok. “Satu pesan eyang agar Ahok berjuang di jalan kebenaran dan kejujuran,” kata Rama di Rumah Lembang. ‎

Saya pikir apa yang dilakukan oleh Ibu Merry adalah sebuah dukungan yang luar biasa kepada Ahok. Hal ini juga menjadi sebuah penghargaan khusus yang didapatkan Ahok dari seorang Isteri yang menjadi saksi hidup dan perjuangan Hoegeng untuk hidup dalam kejujuran dan kebenaran. Surat dan buku tersebut menjadi bukti sahih bahwa kejujuran Ahok sangat dihargai oleh Keluarga Hoegeng.

Tidak perlu ditanya kenapa Ibu Merry tidak memberikan dukungan kepada Agus dan Anies. Kedua sosok ini jauh dari kata kejujuran. Jika Agus menunjukkan ketidakjujuran dari kekayaannya selama menjadi Mayor mencapai 15 Miliar, Anies melakukan salah hitung anggaran dana tunjangan profesi guru seluruh Indonesia sebesar 23, 3 Triliyun. Bagaimana mau berjuang di jalan Kejujuran dan Kebenaran jika punya jejak rekam sarat ketidakjujuran.

Itulah pesan yang harus terus diperjuangkan oleh Ahok di periode keduanya. Semua itu hanya mungkin terjadi, jika warga DKI tidak dibutakan oleh tawaran KJP Plus-plus atau Bagi-bagi uang 50 juta. Program yang tidak pernah menghasilkan kesejahteraan karena akan sarat dengan ketidakjujuran. Ahok sudah membuktikan bagaimana dia menyelamatkan anggaran dan banyak proyek demi kesejahteraan warga DKI. Dan itu akan terus dia lakukan.

Saya pikir surat dan dukungan Isteri Hoegeng sudah cukup menjadi penghargaan dan pengakuan terhadap kejujuran Ahok. Sekarang tinggal pilih, mau dipimpin Gubernur Jujur atau Gubernur tidak jujur. Ini bukan penilaian saya atau anda, ini penilaian seorang Isteri yang menemani dan menghidupi Kejujuran suaminya, Hoegeng, Polisi paling jujur.

Salam Kejujuran.

Sumber: Seword.com

Silahkan dibagikan jika berkenan, terima kasih.

0 Response to "Secarik Surat Istri Hoegeng, Dukungan dan Penghargaan Terhadap Kejujuran Ahok"

Posting Komentar