Pelapor Dwi Estiningsih Ungkap Alasan Dirinya Akan Tetap Tempuh Jalur Hukum! Share!


CeriaNews.com - Dwi Estiningsih dilaporkan ke polisi gara-gara mempersoalkan 5 gambar pahlawan di uang rupiah baru yang disebutnya sebagai kafir. Dia ingin menemui pelapor untuk meminta maaf agar kasusnya tidak diperpanjang.

Dwi dilaporkan oleh Forum Komunikasi Anak Pejuang Republik Indonesia (Forkapri) ke Polda Metro Jaya atas cuitannya yang mempersoalkan 5 pahlawan nasional yang disebutnya kafir di mata uang Rupiah yang baru.

Pelapor pun mengungkap alasannya untuk tetap tempuh jalur hukum. Pelapor menulis pada halaman facebook pribadinya seperti ini:

Ini Soal Kebangsaan, Bukan Masalah Pribadi

Dapat kiriman dari teman. Menurut berita Detik, Dwi Estiningsih ingin menemui saya meminta maaf atas cuitannya yang telah membuat tersinggung.

Buat saya secara personal atau pribadi tidak ada masalah dengan Dwi Estiningsih. Namun ini soal kekejian dan kebencian teramat dalam engkau lontarkan. Ini soal kebangsaan dan negara. Negara yang ditenun oleh seluruh anak bangsa.

Tidak ada nama Indonesia jika hanya Jogyakarta tempatmu lahir dan mencari nafkah dalam peta dunia.

Siapakah mayoritas dan minoritas menurutmu? Atas jumlah penganut agama? Benar Islam mayoritas. Suku? Jawa yang mayoritas. Luas wilayah Provinsi? Orang Papua yang mayoritas.

Lalu apa artinya kita bersatu dalam satu nama bangsa Indonesia jika engkau menganggap mayoritas dari kelompok minoritas adalah pengkhianat?

Penghakimanmu itu mengerikan sekali Dwi Estiningsih. Indonesia ada karena semua anak bangsa dari ratusan suku bangsa sepakat melebur menjadi satu bangsa. Bangsa Indonesia.

Caramu menghina pahlawan bangsa hanya karena berbeda iman denganmu sungguh menjijikkan dan memuakkan.

Saya masih kehilangan keseimbangan membaca kekejian kebencianmu kepada anak bangsa yang sejatinya berbeda karena Sang Pencipta yang menciptakan berbeda.


Sumber: FB Birgaldo Sinaga

1 Response to "Pelapor Dwi Estiningsih Ungkap Alasan Dirinya Akan Tetap Tempuh Jalur Hukum! Share!"

Insight Creative Art mengatakan...

Betul memaafkan adalah hal pribadi tetapi hukum tetap harus ditegakan karena bukan pihak keluarga para Pahlawan saja yg sudah tersakiti tetapi sebagian rakyat ini merasa dilecehkan dengan tuitan"nya

Posting Komentar