Denny Siregar Ungkap Permainan 'Cantik' Strategi Payung Biru ala Jokowi! Share! - CeriaNews.com

Denny Siregar Ungkap Permainan 'Cantik' Strategi Payung Biru ala Jokowi! Share!

PANGGUNG JOKOWI

Salah satu rencana penyelenggara demo2 besar ini sebenarnya adalah 2019..

Dengan tekanan kepada pemerintahan Jokowi, mereka sangat berharap Jokowi melakukan kesalahan. Kesalahan yang utama adalah melakukan pukulan kepada para pendemo sehingga terjadi kerusuhan yang akan mereka perluas skalanya.

Ketika demo berubah rusuh, dampak yang terjadi adalah pelemahan ekonomi dan ketidak-percayaan pada pemerintah. Jika mereka tidak bisa menjatuhkan Jokowi sekarang, di 2019 diharapkan akan berpengaruh pada elektabilitasnya. Dan saat Pemilu nanti, mereka akan membawa kerusuhan2 itu sebagai senjata untuk menghantam Jokowi.

Sayangnya, mereka gagal....

Hal yang mereka tidak perkirakan adalah Jokowi tidak melakukan pukulan keras kepada pendemo, malah mempersilahkan mereka dan memperlakukannya dengan baik.

Karena rencana yang tidak berhasil itu, mereka kemudian mencoba membunuh karakter Jokowi dengan mengatakannya pengecut karena tidak menemui peserta demo.

Terbukti gagal maning, gagal maning...

212 ini salah satu cara mereka untuk kembali menjatuhkan nama Jokowi. Dan lagi2 mereka salah langkah, Jokowi adalah pemain catur yang brilian...

Pemerintah menyamarkan langkahnya dengan statemen Panglima TNI bahwa ia tidak akan hadir pada shalat Jumat di Monas. Tidak hadirnya Panglima berarti ketidak-hadiran Presiden.

Lawan tersenyum, "Nah, matek kon..."

Injury time, Presiden tampak melangkah keluar istana beserta pejabat2 lain dan Panglima TNI menuju tempat shalat Jumat. Mereka berjalan dengan gagah ditengah hujan sambil memegang payung...

Jokowi menjadikan acara shalat Jumat itu sebagai panggung dirinya. Ia menunjukkan bahwa dirinya tidak takut akan tekanan2 yang terus datang. Ia menghajar lawannya dengan langkah kuda yang jitu.. Mereka yang kemarin meremehkannya, sekarang berbalik memujanya.

Tidak terduga, lawan politik Jokowi malah tanpa sadar menyediakan panggung yang indah dengan karpet merah, dimana Jokowi melangkah dengan anggun dan berwibawa...

Congrats Mr. Presiden.. Langkahmu telak menampar mereka yang merasa sudah berada di ujung kemenangan. Saya ingin mengangkat secangkir kopi untuk anda setinggi-tingginya..

Tinggal para donatur demo yang harus membereskan bidak2nya dan menyusun ulang kembali strategi mereka. Apalagi penangkapan pion2 mereka meruntuhkan mental bertarung ditambah kehilangan dana besar yang ternyata tidak sesuai harapan.

Lebaran kuda ternyata masih jauh, Kumendan... Habis ini jangan kaget kalau ada gebrakan cepat KPK memperkarakan proyek mangkrak yang besinya sudah karatan.

Seruput dulu... baru bikin album baru.

Saya pesan yang judulnya, "Kegagalan adalah sukses yang tidak pernah datang.."

Sumber: FB Denny Siregar

Sungguh salut kepada Bapak Presiden kita Pak Jokowi. Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.

19 Responses to "Denny Siregar Ungkap Permainan 'Cantik' Strategi Payung Biru ala Jokowi! Share!"

surya benni mengatakan...

Intelek vs inselek(batak)

daud alfrosius mengatakan...

hebat pak presiden, Jokowidodo. yaou are the smart rubnning strategy president. we pray and love you, our best president now and for 2019

Stanley Novianto mengatakan...

mantabbb bro ,lanjutkan

bambang januardi mengatakan...

Saya tidak mengerti dengan orang-orang yang mengatakan bahwa kehadiran Presiden pada Aksi Super Damai 212 sebagai langkah yang mematikan lawanlah, menelikung dengan cerdiklah, strategi jitu yang tak terdugalah, inilah, itulah.

Hey, sejak aksi massa 411, umat Islam memang berharap Presiden dapat hadir dan berbicara. Karena itu, jika pada aksi massa 212 ini Presiden hadir dan berbicara, maka itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Kenapa? Ya karena dari awal umat Islam memang mengharapkan hal itu.
Lalu di mana letak langkah mematikannya? Di mana letak telikungan cerdiknya?
Masak umat Islam mengharapkan langkahnya dimatikan dan ditelikung? Yang benar saja.

Yang ada sebetulnya adalah orang-orang yang tidak menyangka bahwa Presiden akan menemui dan berbicara di hadapan umat Islam lalu kecewa karena Presiden melakukannya.
Ya itulah kalian, para pendukung Ahok.
Dan sebagai bentuk kekecewaan, kalian mengglorifikasi langkah Presiden itu sebagai mematikan dan telikungan yang cerdik.
Padahal itu adalah langkah mematikan dan telikungan yang cerdik terhadap kalian, bukan kami.
Kasihan.

Komank Sutirta mengatakan...

Bapak sehat?

Jerri Alferto mengatakan...

ya itulah namaya strategi politik

haris' family mengatakan...

maaf permisi mau lewat... (semoga Indonesia selalu jaya)

Tierra Handycraft mengatakan...

Mematikan langkah lawan politik bro... Bukan umat islam yang d matikan.. demo sebesar itu jelas ada dekengannya

luthfan chabib mengatakan...

Kebanyakan nonton film sama kebanyakan bergaul sama politikus nih orang, akhirnya yg timbul hanya kecurigaan, pikiran negatif dan seolah2 situasinya dibuat untuk kerusuhan. Mungkin mereka parno dgn situasi bahwa aksi kemarin benar2 damai.

freddy seshs mengatakan...

enakan curhat di kantor polisi ada yang ketik'in.....

welcome mengatakan...

Org bego.. ingat sepertinya ada yg ingin menunggangi demo ini... untuk ahok dan pendukungnya gak perlu risau... jokowi cuma mau menenangkan suasana.. polisi tak bisa diintervensi siapapun mau jokowi mau fpi

welcome mengatakan...

Itulah strategi politik

welcome mengatakan...

Bukannya emang bener ada
Lawan politik yg mau macam2

Dodhi Gunawan mengatakan...

Bambang januardi, kita yg kasian liat u bro. Bapak ud ga bisa korupsi lagi ya bro? Hahahaa #kasian

comfortable accessories mengatakan...

Oom Denny Siregar ini mata dan pendengarannya masih waras to?
Dari awal tidak ada agenda untuk menggulingkan Jokowi. Dan kalau pun ada agenda itu, saya pikir tidak perlu orang jutaan. Cukup ratusan heheheee. Justru para pendemo berharap semoga Jokowi mau menemui rakyatnya. Gitu... Anda mudeng??? Ya pak Jokowi emang bagus, baru2 ini jg saya denger baru dapat penghargaan dari MURI ya? Satu2nya penguasa yang berhasil lari dari rakyatnya. Dan bisa terjebak macet, bersamaan dengan mogoknya seluruh helicopter.

IM mengatakan...

Nak, tulisan ini ditujukan untuk lawan politik Jokowi yang menunggangi aksi umat Islam 411 dan 212 ini, bukan tertuju pada umat Islam yang demo kemafin. Itu lah politik nak, anda masih polos jadi gak usah komentar yak kamu bilang tidak mengerti ya kalau tidak mengerti tidak usah komen komen heheh

guide francophone en pays Toraja mengatakan...

Teman2 sebangsa dan setanah air, mari kita santai, serahkan sepenuhnya ke pemerintah, kita ud pilih berarti kita ud percaya untuk membangun negeri ini, yg terpilih itu berarti yg terbaik teman, santai ajalah!!! Kemiskinan dan kebodohanlah yg hrs kita musuhi bersama agar kita tdk gambang di stir oleh negara2 yg ecominya mapan, intelektualitas masyarakatnya bagus. Sadarilah semua itu!!! " orang lain yang minum kok kita yang mabuk"

Indonesian informan mengatakan...

Polos & terlalu sangat polos pikiran anda. Hati2 gampang ditipu org nanti

Catatan Harian QC Buyer mengatakan...

Om telolet Om

Posting Komentar