Ahok. Korban Fitnah Yang Keji - CeriaNews.com

Ahok. Korban Fitnah Yang Keji

CeriaNews.com - Artikel berikut disadur dari tulisan yang dimuat di seword.com, ditulis oleh seorang Ibu bernama Indah yang mengemukakan pandangannya usai menyaksikan sidang Ahok 13 Desember 2016. Tulisan Ibu Indah membantah mereka-mereka yang mengatakan bahwa Ahok adalah seorang penista agama.


“Saya seperti orang yang tidak tau berterimakasih bila menghina agama dan kitab suci orangtua dan kakak angkat saya” Nota keberatan Ahok – Pak Ahok dan kakak angkatnya sesaat sebelum sidang. 13/12/16


Ahok. Korban Fitnah Yang Keji

Ditulis oleh: Indah



Ahok Si Penista Agama Islam

Kalau mau jujur, silahkan merendahkan diri dihadapan Tuhan dan jujur dengan diri sendiri, ucapan Ahok yang mana yang dikatakan sebagai penistaan agama??

Pidato yang asli di Kepulauan Seribu selama lebih dari 1 jam itu? Mengertikah maksud pembicaraan Ahok bagaimana? Jika memang Ahok menista agama di Kepuluan Seribu saat itu, saya yakin Ia tidak akan selamat sampai daratan Jakarta. Keburu “habis” oleh rakyat disana.

Lalu mengapa baru 9 hari kemudian pidato ini menjadi heboh? Terlebih setelah seorang dosen bernama Buni Yani menyebarkan melalui Facebook nya video pidato Ahok yang sudah diedit menjadi hanya beberapa detik saja (dari yang seharusnya lebih dari 1 jam) ditambah tulisan yang memprovokasi.

Tidak sampai disitu. Merasa mendapat celah untuk menjatuhkan Ahok, orang-orang yang selama ini lahannya menjadi “kering” karna kebijakan Ahok, mulai “menggoreng” dengan semangat isu empuk ini agar masalah ini terus berlarut, makin besar, makin panas dan bisa ditarik sana sini.

Tujuannya? Menyingkirkan Ahok dari kursi Gubernur DKI Jakarta. Menjegal Ahok dari Pilkada. Rasanya semua orang awam yang masih waras tau tujuan akhirnya apa.

Pembaca Seword.com bila anda menonton video asli saat Ahok berpidato di Kepulauan Seribu dan bandingkan dengan video editan yang diprovokasi si Buni Yani. Setiap orang waras akan bertanya ” mana bagian saat Ahok yang katanya menista agama?”. Hal itu tidak akan ditemukan. Karna Ahok memang tidak menista. Ia hanya korban fitnahan dan kriminalisasi yang begitu keji.

Inilah cara jitu orang-orang yang tidak menyukainya, membuat negara yang besar ini menjadi  “hanya” disibukkan dengan “bagaimana caranya” memenjarakan Ahok dan menggusurnya dari gelaran Pilkada. Benar-benar cara yang licik.

Saat Ahok tidak lagi menjabat gubernur. Siapa yang sudi babak belur “dikeroyok” para maling APBD? Kira-kira adakah yang mampu mengamankan uang kalian seperti Ahok?

Lalu bila Ahok tidak lagi menjabat gubernur, yakinkah kalian program pro rakyat Ahok akan berlanjut? Bagaimana dengan program yang belum selesai? Kalian yakin penggantinya akan meneruskan?



Karna.. baru ditinggal Ahok cuti 1 bulan saja kebersihan Jakarta sudah menurun, pelayanan publik juga menurun. Yakin mau Jakarta balik kayak dulu lagi? “Kalau bisa dipersulit ngapain dipermudah” seperti kembali kejalan kegelapan.

Ahok yang biasanya garang, menangis di sidangnya secara LIVE

Pagi tadi saya sengaja menunggu siaran langsung sidang pertama Ahok di televisi. Pedih sekali rasanya saat Ia di panggil sebagai “terdakwa”.

Saya mengutuk dalam hati orang-orang yang tidak tau diri. Si terdakwa itu “anjing penjaga” duit kalian masyarakat Jakarta. Dia mati-matian mengamankan duit kalian yang setiap saat “menggoda” bagi garong-garong APBD.

Dia tidak gentar, dengan gagah bilang “Saya pasang badan!” Saat maling-maling berusaha menggasak duit kalian. Dia lakukan semuanya untuk kesejahteraan Jakarta.

Akui saja, Jakarta sudah berubah menjadi lebih bermartabat dibawah kendalinya kan? Banjir sudah jauh berkurang. Betul? Jakarta tidak lagi kumuh dimana-mana, relatif lebih bersih.

Enak dipandang. Taman dimana-mana, pengangguran diberi kerja dengan upah yang layak. Coba tanya pasukan Orange, Ungu dan Biru, berapa banyak yang hidupnya terbantu karna program kerja si Ahok?

Kalau masih ada yang bilang masyarakat bawah tidak “tersentuh” kebijakan Ahok. Mungkin mata dan telinganya harus di LEMBIRU, lempar beli yang baru.

Jujur saja akui, baru setelah Ahok, Jakarta memiliki Masjid Raya sendiri. Balaikota memiliki masjid sendiri. Marbot masjid di Umrohkan. Lalu puluhan gubernur pendahulunya yang mayoritas Islam itu pada ngapain aja? Tidak menista agama kah? Padahal mereka bersumpah diatas kitab suci untuk bekerja mensejahterakan rakyat. Tapi kalian si umat beragama bergeming.

Persidangan yang terkesan dipaksakan

Pagi tadi sedih sekali rasanya. Melihat anak kandung bangsa ini difitnah dan diadili oleh bangsanya sendiri sedemikian rupa.

Sekali lagi saya tanya dan jawablah dengan segala kerendahan hati pada Tuhanmu, jujurlah pada diri sendiri. Ucapan Ahok manakah yang disebut menista agama?

Si “penista” itu bukan orang bodoh yang akan mengusik orang disaat dia sedang butuh banyak dukungan dalam pilkada yang diikutinya. He’s not that stupid.

Belum lagi keluarga angkatnya yang berasal dari suku Bugis Bone adalah penganut Islam yang taat. Atau Gus Dur yang mendorongngnya untuk menjadi pemimpin? Atau teman-teman masa kecilnya yang mayoritas Islam? Dia tidak akan “bunuh diri” dengan menista agama orang-orang yang disayanginya. Belum lagi mayoritas rakyat Jakarta yang muslim. Dia belum gila.

Coba saya tanya yang koar-koar Ahok menista Islam,

  • Sudahkah kamu menyisihkan pendapatanmu tiap bulan 2.5% untuk zakat? Ahok melakukan ini tiap bulan.
  • Sudahkah kamu berkurban hewan sapi saat Idul Adha? Ahok sudah berkurban sapi tiap tahun saat Idul Adha
  • Sudahkah kamu mendorong pembangunan masjid raya di Jakarta? Ahok sudah membangun mesjid megah itu untuk kalian
  • Sudahkah kamu memikirkan marbot-marbot mesjid untuk pergi umroh? Ahok sudah mengumrohkan mereka
  • Sudahkah kamu memikirkan gaji guru ngaji di mushalla? Ahok sudah menggaji mereka
  • Sudahkah kamu ikut serta membangun pesantren? Ahok sudah membangunkan pesantren.
  • Sudahkah kamu lihat pejabat mana yang semua pendapatan dan hartanya bisa dilihat secara terbuka oleh semua orang? Ahok dari dulu sudah melakukannya.
  • Adakah pejabat yang berani menunjukkan rincian gaji dan asal muasal harta yang dimilikinya? Cuma Ahok yang berani melakukan itu.
Bisa berfikir waras? Orang seperti itu mau menista agama? Sadarlah dari doktrin-doktrin orang bahwa Ahok menista agama. Dia tidak melakukannya. Dia hanya sedang bekerja mensejahterakan rakyatnya. Itu saja.

Salahkah bila Ia ingin memajukan rakyat dan daerahnya? Ia dedikasikan hidupnya untuk kebaikan konstituennya. Saat tetangga sebelah masih berjanji dan meraba-raba. Ahok sudah melakukan program kerjanya. Ahok sudah memberi buktinya. Berhentilah menjadi rakyat yang tak tau terimakasih!

Andai saja Ahok bukan Tionghoa dan Kristen semua ini tidak akan terjadi. Andai saja tidak ada sentimen politik dan minoritas, kasus Ahok tidak pernah ada. Akui saja. Benarkan?

Kasus Ahok dan Sabuga, manakah yang menista agama?
Jawablah secara jujur dari hati. Kesampingkan bahwa Ahok Tionghoa dan Kristen. Kesampingkan juga Ormas PAS adalah ormas yang seiman denganmu. Pasti kamu dengan cepat menemukan jawabannya.

Tidak butuh ahli hukum untuk menentukan mana yang menista dan tidak. Cuma perlu orang waras saja untuk menilainya.

Mengapa tidak ada aksi untuk memenjarakan ormas PAS itu? Padahal sudah jelas mereka menista agama lain. Lalu kalau begitu, aksi dan protes hanya berlaku untuk kaum minority saja?

Secara serius saya tujukan pada pihak kepolisian yang terkesan membiarkan preseden buruk di Sabuga ini terjadi. Bila pihak kepolisian tidak tegas dan seakan membiarkan, bukan tidak mungkin kejadian ini akan terulang lagi di daerah lain. Karna pihak mayoritas akan merasa tindakan mereka benar. Dan sangat membahayakan kehidupan bernegara kita.

Beberapa kasus Intoleran yang pernah saya tulis bisa dibaca disini: https://seword.com/politik/indonesia-yang-katanya-ber-bhineka-tunggal-ika/

“Kalau polisi konsisten, konflik diselesaikan melalui jalan musyawarah, tidak akan ada kasus Ahok. Jika penistaan agama diselesaikan melalui jalur hukum, kenapa tidak dengan kasus pembubaran ibadah. Kalau menurut saya pelaku pembubaran itu ya harus dipidanakan,” ujar Sudarto saat ditemui di kantor Setara Institute, Jakarta Selatan, Senin (12/12/2016).

Aksi pembubaran ibadah merupakan pelanggaran yang cukup serius karna kebebasan beribadah, jelas tercantum dalam UUD 1945.

Ada lagi yang mau menyangkalnya?

“Kalau polisi konsisten, konflik diselesaikan melalui jalan musyawarah, tidak akan ada kasus Ahok”

Negara tidak boleh kalah dan tunduk pada keinginan sekelompok orang.

Semangat Suk Ahok, semoga kebenaran akan terungkap jelas. Doa kami menyertaimu.

Selamat sore.

Sumber: Seword.com

Silahkan dishare jika berkenan, terima kasih.

1 Response to "Ahok. Korban Fitnah Yang Keji"

bluesy mengatakan...

Jembol ke atas bravo

Posting Komentar