Nasihat Bijak Gus Mus Ini Ibarat Oase Di Tengah Kebencian Akan Ahok Di Medsos! Share!

Nasihat Bijak Gus Mus Ini Ibarat Oase Di Tengah Kebencian Akan Ahok Di Medsos! Share!

CeriaNews.com - Entah mengapa, tiba-tiba Gus Mus melalui akun facebooknya berkomentar terkait keberadaan AHOK. Mungkin Gus Mus memandang perlu untuk memberi sedikit nasihat sebab fenomena AHOK dinilai sudah menjadi pembicaraan semua kalangan di seluruh tanah air. Memetik Hikmah dari Nasihat Gus Mus Tentang AHOK ini seakan memberi kesejukan ditengah persilangan pendapat antara kelompok yang pro dan anti AHOK.

KH Mustofa Bisri yang populer disapa Gus Mus, seorang alim ulama dari kota Rembang Jawa Tengah adalah sosok yang sangat humanis. Gus Mus adalah putra dari KH Bisri Mustofa ini juga dikenal sebagai sahabat dekat alm. Gus Dur. Meski Gus Mus dan Gus Dur adalah pemeluk Agama Islam yang taat, juga tokoh terkemuka dari organisasi Nahdlatul Ulama (NU), namun keduanya sangat mencintai perdamaian antar pemeluk agama. Gus Mus tak pernah sekalipun menunjukkan kebencian kepada umat agama lain dan justru mengajak kepada seluruh umat muslim agar menghormati dan mencintai sesama manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan.



Berikut ini adalah cuplikan status pada Akun FB Gusmus :

Allahu Akbar.

Sebagai ‘virus’, makhluk yang diciptakan Allah bernama Ahok –gubernur DKI– itu memang luar biasa. Ia ‘menyerang’ otak dan menghilangkan akal sehat banyak orang, termasuk mereka yang seharusnya sangat waras. Parahnya lagi; penyakit yang diakibatkannya, menular dengan cepat. Mewabah. Hanya mereka yang dirahmati Allah saja yang selamat dari wabah ini.

Lalu adakah penangkalnya? Ada; yaitu sebagaimana penangkal ‘virus-virus’ lain yang menyerang penalaran: bersikaplah sedang-sedang saja dalam segala hal, jangan berlebih-lebihan. Termasuk sedang-sedang saja dalam MENYENANGI dan tidak berlebih-lebihan dalam MEMBENCi. 😊

Allahu Akbar waliLlãhil hamd.
Apa yang ditulis oleh Gus Mus tersebut, meski perlu penalaran yang cukup untuk memahaminya, dapatlah ditarik sebuah kesimpulan bahwa keberadaan AHOK sebagai Gubernur DKI, memang memicu kontroversi.  Mengapa demikian? Ada baiknya untuk menelaah Nasihat Gus Mus Tentang AHOK ini;

Sebagaimana kita ketahui, AHOK punya perilaku yang sangat unik dan AHOK punya karakter yang tak dimiliki oleh pejabat manapun di negeri ini. Sebagai pejabat, AHOK terlalu berani dalam menyatakan sikap, bahkan tak peduli kepada siapapun juga termasuk kepada pejabat lain yang bahkan lebih tinggi posisinya. Dengan gaya bicaranya yang lugas, AHOK terkesan sangat temperamental apalagi bila menanggapi perilaku korupsi yang dilakukan oleh pejabat lainnya.

Jangankan dengan anak buahnya sendiri, AHOK pun tak segan menyerang oknum Anggota DPRD DKI yang berupaya untuk merugikan kepentingan warga DKI melalui perilaku korupsi dan pelanggaran hukum lainnya. AHOK tak bisa mentolerir perilaku siapapun yang melanggar ketentuan dan hukum, meski itu pejabat setingkat menteri sekalipun.

Namun dibalik sikapnya yang dinilai kasar dan arogan oleh sebagian kalangan, sesungguhnya AHOK adalah pejabat yang murah hati dan suka menolong warga miskin. Hal ini bisa disaksikan sendiri melalui video yang diunggah melalui situs YouTube, dimana AHOK seringkali tanpa pikir panjang membantu warganya yang sedang mengalami berbagai macam masalah dan kesulitan dengan cepat dan bahkan menggunakan uang pribadinya sendiri.

Karena sikapnya yang keras dan tegas dalam memberi sanksi kepada semua PNS di lingkungan PemProv DKI bila diketahui melakungan penyimpangan, maka AHOK juga banyak dibenci oleh anak buahnya sendiri. Namun AHOK tak pandang bulu, sebab semua aturan yang dibuat adalah untuk dipatuhi, dan tak boleh ada aparat yang menggunakan wewenang dan kekuasaannya untuk menindas warganya sendiri. Menurut AHOK, Pemerintah Daerah adalah abdi masyarakat, dan harus berfungsi sebagaimana layaknya untuk melayani setiap kebutuhan warga dan menyelesaikan semua permasalahan yang ada.

AHOK dinilai sebagian kalangan terlalu ekstrim dalam mengambil kebijakan dan memberi sanksi. Namun justru dengan cara seperi inilah AHOK mampu mengubah Jakarta menjadi jauh lebih baik dari kondisi sebelumnya, baik dibidang pembangunan mental para aparat dan pejabat, juga pembangunan sarana fisik lainnya.

Mungkin karena keteguhan prinsipnya yang tidak memberi kesempatan sedikitpun bagi pejabat untuk melakukan korupsi, maka sebagian kalangan merasa tidak nyaman dan mencari-cari alasan untuk menolak AHOK sebagai pejabat tertinggi di DKI Jakarta. Apalagi AHOK adalah pejabat non muslim, sehingga dengan mudah dikait-kaitkan dengan hukum Agama Islam untuk menolak AHOK sebagai pemimpin. Hal ini sangat ironis ditengah era reformasi yang menunjung tinggi demokrasi yang berazaskan Pancasila, bukan atas dasar Hukum Agama.

Terkait hal itulah, maka Gus Mus menilai bahwa telah terjadi pertentangan pendapat yang cukup serius di tengah masyarakat dalam menanggapi keberadaan AHOK. Bahkan Gus Mus sampai menyatakan bahwa ada pihak yang seharusnya ‘sangat waras’ berubah menjadi ‘gila’ hanya untuk sekadar menolak AHOK. Demikian halnya dengan sebagian warga pendukung AHOK yang seakan meng-kultuskan AHOK, juga dipandang telah melampaui batas kewajaran.

Nasihat Gus Mus tentang AHOK tersebut sesungguhnya adalah sebagai jalan tengah untuk mewujudkan perdamaian dan kedamaian dalam berpolitik bagi seluruh masyarakat. Bila ada yang tak suka atau benci kepada AHOK, maka tak perlu terlalu berlebihan dalam menyikapinya. Demikian juga bagi masa pendukung AHOK, tak usah menunjukkan sikap yang keterlaluan.

Gus Mus seakan memberi nasihat agar masyarakat bersedia memberi kebebasan berpolitik kepada siapapun juga dengan menjunjung tinggi persamaan hak bagi setiap warga negara dimuka hukum tanpa memandang Agama, Suku dan Rasnya.

Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tentu harus patuh terhadap aturan dan perundang-undangan yang ada. Dengan demikian, pendapat subyektif adalah hak setiap orang, sepanjang tidak melawan hukum yang berlaku.

Gus Mus sebagai seorang figur panutan bagi sebagian besar umat Islam di Jawa Tengah, tentu memberikan nasihat tersebut demi kebaikan bagi semua orang, namun tergantung kepada masing-masing individu dalam menyikapinya.

Sumber: (myahok)

0 Response to "Nasihat Bijak Gus Mus Ini Ibarat Oase Di Tengah Kebencian Akan Ahok Di Medsos! Share!"

Poskan Komentar