Bapak Ini Sindir Keras Haters Yg Bilang Jokowi Kabur & Takut Saat 4 Nov! Share!

Bapak Ini Sindir Keras Haters Yg Bilang Jokowi Kabur & Takut Saat 4 Nov! Share!

CeriaNews.com - Saat Aksi Damai 4 Nov 2016, para pendemo gagal untuk bertemu dengan Presiden Jokowi. Sejak saat itu di media sosial mulai berseliweran komentar-komentar, baik yang menyindir secara kasar ataupun halus bahwa Jokowi kabur dan takut ketika itu.

Lewat tulisannya di Seword.com, Bapak Palti Hutabarat dengan analisanya yang berdasarkan data, menyindir keras mereka-mereka yang masih nyinyir kepada Presiden Jokowi soal 4 Nov. Berikut tulisan beliau:


Tidak Jumpai Pendemo, Jokowi Kabur dan Takut??

Setelah gagal dalam agenda politik kemarin (4/11), para hatters dan skeptiser yang memang tidak suka dengan Jokowi kembali memainkan isu yang tidak sedap. Isu yang membuat Jokowi dilabeli Presiden amatiran, kabur, dan takut (pengecut). Hal ini diberikan karena Jokowi tidak menjumpai pendemo.

Benarkah Jokowi kabur dan takut?? Bisa iya, bisa tidak. Semua tergantung dari sudut pandangnya. Saya akan coba memakai salah satu sudut pandang untuk mengamati pergerakan jokowi menjelang, ditengah, dan diakhir dari pagelaran aksi damai. Kalau kita mengamati bagaimana Jokowi menjelang aksi damai 4 November tentu saja kita bisa melihat bagaimana Jokowi dengan senyap menjumpai Prabowo, Pemimpin Redaksi, dan Ulama dari MUI, PBNU, dan PP Muhammadiyah (hal ini sudah saya bahas di https://seword.com/politik/beda-kelas-jokowi-dan-sby-menanggapi-demo-4-november/). Kondisi yang seharusnya mampu meredam emosi massa, walau sebenarnya tidaklah lagi perlu demo karena proses hukum Ahok berjalan dan tuntutan sudah didengar.

Tetapi karena acara sudah diatur dan dana juga sudah keluar maka aksi damai tetap dilakukan. Sebelum aksi damai dimulai isu adanya agenda politik memang santer terdengar. Karena itulah Jokowi melakukan kunjungan politik kepada Prabowo. Sayangnya, tetap saja agenda politik dilakukan dan terdengarlah teriakan emosi mantan di depan wartawan tanpa ada angin atau alasan yang jelas. Kuda yang ditunggang, Kerbau yang marah-marah. Mungkin Kerbaunya minta ditunggangi juga. Hehehe

Seruan untuk tetap ada di Istana diserukan oleh beberapa politisi. Mereka takut, pas demo Jokowi tidak ada dan agenda politik pesanan akan gagal. Tidak sempurna aksi demo besar-besaran tanpa jumpa langsung Presiden. Anda pasti tahu siapa yang memperingati agar Jokowi tetap di Istana dan terima perwakilan demonstran. Ya, mereka adalah Fadli Zon dan Fahri Hamzah. Saat demo pun Amien Rais menyampaikan juga tentang Jokowi kabur.

Jokowi pun menyatakan dia tetap di Jakarta dan akan tetap kerja seperti biasanya. Dan memang terbukti, Jokowi tetap di Jakarta dan melakukan blusukan. Mengapa Jokowi melakukan hal tersebut?? Karena Jokowi sudah tahu betul tuntutan para pendemo dan sudah menyatakan bahwa proses hukum akan dilakukan tanpa intervensi ketika bertemu dengan para ulama serta harus membuktikan dengan kerjanya bahwa kondisi Jakarta aman karena demo adalah aksi damai.


Tetapi namanya sudah punya agenda, Jokowi yang tidak hadir menjadi agenda baru untuk menyerang Jokowi. Jokowi dikatakan kabur dan pengecut. Benarkah Jokowi kabur dan pengecut?? Dari sudut pandang mereka yang tidak suka Jokowi, apapun alasannya pasti akan tetap dinyatakan kabur. Tetapi bagi saya Jokowi bukan kabur karena dia masih di Jakarta. Dan dia tidak takut, karena dia sudah berencana ke Istana namun dilarang karena sudah tidak memungkinkan lagi.

“Tadi sebenarnya Bapak Presiden tiga sampai empat kali berkomunikasi dengan Mensesneg dan Seskab untuk ke Istana. Tetapi karena semua jalan tak memungkinkan, Danpaspampres menyarankan untuk tidak kembali,” kata Seskab Pramono anung di Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Sabtu (5/11/2016).

Penjelasan ini seharusnya bisa membuktikan bahwa Jokowi tidak takut, tetapi memang sudah tidak memungkinkan dan demi keamanan Presiden maka disarankan untuk tidak kembali. apalagi kondisi sudah mulai menimbulkan suasana panas dan skenario untuk rusuh oleh beberapa provakator sudah mulai digerakkan.

Saya jadi teringat dulu waktu ada kejadian Bom di pos poolisi Solo, jokowi yang pada saat itu masih menjadi Walikota datang tanpa pengawalan dan mengguunakan sepeda motor. Ini gambarnya.



Kita bisa lihatlah dengan jelas bagaimana Jokowi ketika dalam perjalanan pun tidak pernah takut pada apapun dan siapapun. Pengawalan hanya diikuti oleh beberapa polisi dan masih sering pulang kampung dengan menggunakan pesawat ekonomi tanpa pengawalan berarti. Kalau gara-gara tidak jumpai perwakilan pendemo dan ada saran karena tidak memungkinkkan tidak bisa kembali ke Istana dikatakan kabur dan pengecut saya pikir itu sudah penilaian dan sudut pandang orang yang tidak suka Jokowi.

Jujur, kalau mau kita objektif memandangnya, siapa yang pengecut mau jumpa Presiden harus bawa massa ribuan baru berani?? Kenapa tidak datang saja sendirian atau kalau perlu dengan beberapa orang tapi tidak usahlah pakai ribuan massa. Untuk apa harus diiringi ribuan massa?? Mau pamer kekuatan?? Atau mau pakai gaya preman yang selalu datang rame-rame tapi tidak pernah berani kalau sendirian?? Maaf ya, saya pikir yang pengecut itu adalah kalian.

Nah, sekarang siapa yang berani tanggung jawab terhadap nasib massa yang terkatung-katung tidak jelas di Jakarta?? Ada yang berani?? Tidak ada. Semua lepas tangan. Lalu siapa yang ambil sikap dan dengan berani mengambil tanggung jawab terhadap nasib para massa tersebut?? Akhirnya pemerintah juga yang mengambil alih karena para pemimpinnya sudah pulang tanpa peduli kepada massa yang terlantar.

“Pengerahan bus ini atas instruksi langsung Bapak Menteri Perhubungan,agar negara tetap melayani publik walaupun itu pengunjuk rasa,” kata Pudji.

“Dengan respons cepat TNI mengerahkan bus TNI untuk mengantarkan para pendemo ke daerah masing-masing,” kata Wuryanto.

Jadi, kalau ada yang masih bilang Jokowi kabur dan pengecut, segeralah cuci muka dan sadarlah. Jokowi kalau hanya menjumpai para pendemo dan perwakilannya adalah persoalan yang mudah. Tetapi semua tuntutan sudah dipahami dan sudah dalam proses hukum. Kalau hanya mau jumpa lain hari juga bisa tentu dengan suasana lebih kondusif dan tidak perlu membawa massa ribuan orang. Kan bukan mau perang toh?! Apalagi yang terpenting tuntutan dilakukan bukan perjumpaannya. Kecuali memang ada agenda politik tertentu. Hehehe..

Salam Pengecut.

Sumber: Seword.com, CeriaNews.com

Like & Share

0 Response to "Bapak Ini Sindir Keras Haters Yg Bilang Jokowi Kabur & Takut Saat 4 Nov! Share!"

Poskan Komentar