Kepada Mereka Yang Membakar Vihara, Ini Pesan Menyejukkan Dari Ajahn Brahm! Bantu Share!

Kepada Mereka Yang Membakar Vihara, Ini Pesan Menyejukkan Dari Ajahn Brahm! Bantu Share!

CeritaNews.com - Dikutip dari jawaban Ajahn Brahm mengenai pertanyaan seorang wartawan "Apa yang Ajahn Brahm lakukan bila seseorang memasukkan Kitab Suci Agama Buddha dalam toilet?

Beliau menjawab, saya akan panggil tukang untuk membersihkan toilet dan mengangkat kitab suci itu. Supaya toilet tidak buntu.

Wartawan itu tertawa dan mengatakan ini baru jawaban yang masuk akal.

Selanjutnya beliau mengatakan:

"Saya menjelaskan, seseorang mungkin bisa meledakkan banyak patung Buddha, membakar Vihara atau membunuh Bhiksu dan Bhiksuni, mereka mungkin menghancurkan semuanya, tetapi saya tidak akan pernah membiarkan mereka menghancurkan Ajaran Buddha.

Kalian bisa saja membuang Kitab Suci ke dalam toilet, tetapi saya tidak akan membiarkan kalian membuang pengampunan, kedamaian, dan welas asih ke dalam toilet.

Buku bukanlah Agama, demikian juga dengan patung, bangunan dan para pemuka agama. Ini semua hanyalah "kontainer"

Apa yang telah buku ajarkan kepada kita? Patung itu merepresentasikan apa? Kualitas apa yang seharusnya diwujudkan oleh para pemuka agama?  Inilah yang disebut dengan "isi"


Ketika kita dapat mengetahui perbedaan antara "kontainer" dan "isi", maka kita akan mampu mempertahankan "isi" meskipun kontainernya telah dihancurkan.

Kita dapat mencetak lebih banyak buku, membangun lebih banyak Vihara dan patung-patung, bahkan melatih lebih banyak Bhiksu dan Bhiksuni, tetapi ketika kita kehilangan cinta kasih dan rasa hormat kepada sesama dan diri kita sendiri dan menggantinya dengan kebencian, maka keseluruhan agama itu telah jatuh ke dalam toilet.

-----

Sungguh pesan yang sangat bijak serta mencerahkan dari Ajahn Brahm. Mari bantu bagikan pesan positif ini, terima kasih.


Sumber: FB Kalyanamitta Buddhist Page

23 Responses to "Kepada Mereka Yang Membakar Vihara, Ini Pesan Menyejukkan Dari Ajahn Brahm! Bantu Share!"

  1. semoga dhamma tetap lestari tiada permusuhan, sehingga dunia penuh dengan kedamaian dan kebahagiaan

    BalasHapus
  2. Kenapa ya kita gak pernah berfikir klu saja dunia ini hanya ada 1 agama, apa kah kita lebih yakin akan agama itu ?? Knp kita gak menyadari klu Tuhan mengajarkan dlm setiap kita suci agama apa pun selalu di isi dgn kebajikan ?? Dan knp kita gak menyadari klu Tuhan menciptakan perbedaan itu sebenar nya demi kebaikan kita sendiri.

    BalasHapus
  3. Jangan pesan hanya buat umat Islam saja. Bagaimana dengan umat budha yang membakar mesjid dan membunuh umat islam di myanmar.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf mau ralat komentar anda sedikit. Pesan dari artikel di atas tidak hanya untuk agama islam. Melainkan untuk semua agama, semua umat apapun agamanya. Kejadian di Myanmar dan kejadian di tanjung balai tentu yg harus kita salahkan itu pelakunya. Jangan salah kan agama. Semua agama mengajarkan kebaikan. Agama islam pasti tidak mengajarkan untuk membakar tempat ibadah kan? Begitu jg dgn agama buddha, tdk mengajarkan untuk membunuh apalagi membantai umat di Myanmar.

      Hapus
    2. gimana dengan YAYASAN BUDHA TZU CHI YANG MEMBANGUN MESJID BUAT MUSLIM??? Kalo umat lain berbuat baik pada umatmu,yang kamu lakukan tutup mata tutup telinga sambil celoteh EGP,,,EGP...EGP. giliran umat lain buat salah pada agamamu sedikit saja langsung dibalas seperti api ketemu bensin tanpa ampun

      Hapus
    3. bagaimana dengan Banser yg selalu jagain ibadah hari raya umat lain???
      Tau ga ada Banser yg syahid menahan bom buat melindungi umat katolik digereja beberapa tahun lalu?
      Tau ga di NKRI tercinta ini minoritas bisa beribadah dng tenang??? (bgmn dinegara lain ketika muslim jd minoritas??)
      Tau ga Candi dan Gereja di NKRI tercinta ini dilindungi dan dibiayai Negara?? (bgmn dng masdjid dinegara ketika muslim jd minoritas???)

      belajar sejarah... cari akar masalah dr sebuah kejadian... jngn meluaskan sebuah masalah keluar konteks...

      kalau kami api yg membakar bensin.... udah kami bunuhi biksu yg keliling kota cari derma krn kasus Myanmar....

      kalau kami api yg membakar bensin.... sudah kami angkat senjata kami krn banyaknegara berebut minyak didunia arab dng menghancurkannya....




      Hapus
    4. maaf mas ahad, masalah di myanmar kami juga(umat buddhist) tidak ingin kejadian seperti itu, itu dinegara orang, bukan saya mau membela agama saya saja, karna yang salah bukan agamanya tapi orang yang disana yang kita tidak tahu kenapa bisa berbuat seperti itu, yang bisa kita lakukan disini, mendoakan agar kejadian yg di myanmar bisa cepet selesai, dan kita yang disini sebagai umat beragama harus terus berpegangan tangan, jangan membuat dunia malah hancur dengan kebencian.

      Hapus
  4. Dinyanmar malah bhiksu nya sendiri yg ikut campur melakukan perbuatan anarkis,perbuatan yg sangat tdk diajarkan oleh agama nya sendiri.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hahaha 12 tahun mungkin masih ya ?
      Malu bro ngomong begitu
      Ayo bepikir lebi jauh kawan :)

      Hapus
  5. ini Indonesia bung, bukan Myanmar. kalu mau protes soal myanmar ke myanmar sana. Kita wNI bukan WNM. Jangan buat rusuh dinegara tecinta Indonesia. kita umat Buddha gak ada hubungannyadgn negara Myanmar. Kita itu WNI bukan WNM (Warga Negara Myanmar). Bodoh bikin rusuh dinegara sendiri!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. anda lahir tahun berapa??
      anda sekarang sekolah apa??

      dng kacamata apa anda memandang sebuah masalah??

      ini NKRI... Negara Kesatuan Republik Indonesia...

      anda tahu akar masalah konflik ambon??
      siapa yg pertama menyembelih anak, istri, orang tua, saudara kami disana??

      dan ketikamasalah ini sudah ditangani oleh Pemerintah, apapun keputusannya... kami kini diam menerima...

      anda tahu akar masalah tanjung balai??
      pernahkah anda mencoba mencari tahu itu???

      siapakah di NKRI tercinta ini yg selalu meminta keluar dr NKRI??

      bagaimana dng Irian Jaya,Maluku,Timor Timur...???
      sampai saat ini???

      dan ketika aceh diperhatikan oleh negara,apakah kami masih meminta merdeka???

      belajar sejarah....

      siapa pemulai semua kasus itu???
      Kami?? atau kalau tidak mau kami sebut agama atau suku anda, baiklah kami sebut oknum dari agama atau suku anda... (boleh)??

      (jangan buat rusuh dinegara tecinta Indonesia. kita umat Buddha gak ada hubungannyadgn negara Myanmar. Kita itu WNI bukan WNM (Warga Negara Myanmar). Bodoh bikin rusuh dinegara sendiri!!!)
      saya setuju dng anda...

      Ini INDONESIA..... Negara kesatuan Republik Indonesia...
      bukan RMs bukan Papua Merdeka atau Timor Leste

      Hapus
  6. Manusia tidak perlu saling berdebat dan mengajak orang lain mengikuti agamanya.
    Biarlah setiap orang menjalani agamanya sebaik mungkin.
    Apabila setiap orang di dunia ini menghayati dan menjalani agamanya dengan benar,
    Maka tentulah dunia ini akan menjadi AMAN , DAMAI , SUKA CITA & BAHAGIA

    BalasHapus
  7. Gagal paham jk menganggap semua agama baik. Menurut sy banyaknya ideologi/agama itu menuntut kt untuk mencari n trus sampai kt menemukan satu kebenaran universal hingga semua orang lupa akan adanya perbedaan.#begitubukan
    bro@#

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin masksudnya semua agama mengajarkan kebaikan..

      Hapus
  8. Gagal paham jk menganggap semua agama baik. Menurut sy banyaknya ideologi/agama itu menuntut kt untuk mencari n trus sampai kt menemukan satu kebenaran universal hingga semua orang lupa akan adanya perbedaan.#begitubukan
    bro@#

    BalasHapus
  9. bgmnpun, saya tidak bisa lupa miyanmar. kl memang ajarannya begitu, bukan tidak mungkin akan menjalar ke indonesia. makanya kita perlu mewaspadai akan munculnya di indonesia ....

    BalasHapus
  10. Lucu lihat kita, yang katanya negara beragama dengan tujuan untuk kebaikan, yg katanya hampir semua penduduknya beragama, malah menjadi ribut, berselisih, dan bahkan berbuat yg tidak baik. Gara2 agama itu sendiri... sudah muak dengan semua ini, SUDAH KEBANYAKAN AGAMA bro! Kayaknya lebih manusiawi orng yg tdak beragama tpi dia peduli dengan sesama...

    BalasHapus
  11. Lucu lihat kita, yang katanya negara beragama dengan tujuan untuk kebaikan, yg katanya hampir semua penduduknya beragama, malah menjadi ribut, berselisih, dan bahkan berbuat yg tidak baik. Gara2 agama itu sendiri... sudah muak dengan semua ini, SUDAH KEBANYAKAN AGAMA bro! Kayaknya lebih manusiawi orng yg tdak beragama tpi dia peduli dengan sesama...

    BalasHapus
  12. Kalo gak trima vihara di bakar,di rebus aja biar ada kua nya

    BalasHapus
  13. Sebagian org berharap dan mengajak kedamaian tpi sbgian org menginginkan kemenangan golongan agamanya dg bumbu waspada mengancam peperangan pdahal bukti didepan mata" menang jdi arang kalah jdi debu"liat timur tengah menimpa kpda siapa saja jika terjdi diindonesia maka selain musuh anda yg jdi korban maka keluarga andapun jdi tumbal apkah itu yg anda inginkan..??Damai itu indah bukan dimulut bukan hnya slogan tpi bkar sana bakar sini itu bukan damai.

    BalasHapus