Ini Kata Ahok Soal Mas TransJ Gak Nolong Andrew Saat Dikeroyok Preman Anti Ahok! Share!

Ini Kata Ahok Soal Mas TransJ Gak Nolong Andrew Saat Dikeroyok Preman Anti Ahok! Share!

CeritaNews.com - Andrew Budikusuma menjadi korban pengeroyokan. Gubernur Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) memaklumi kabar bahwa petugas TransJakarta tak melerai dan tak menolong Andrew dari pengeroyokan.

"Itu yang kita lagi teliti. Kan orang ada ketakutan juga," kata Ahok di Balai Kota, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Ahok menilai memang tak mudah menghadapi banyak orang. Barangkali petugas TransJ juga berpikir demikian.

"Kamu kira gampang orang satu lawan dua, lawan tiga? Di film doang yang gampang," kata Ahok.

Andrew dikeroyok sekitar tiga hingga empat orang di dalam Bus TransJ.

Di dalam bus menurut Andrew, sekelompok pria yang naik di Halte Semanggi tersebut berteriak-teriak mencari seseorang dengan menyebut nama Ahok. Lantas pemukulan terjadi.

Andrew mendapat pukulan di bagian kepala. Namun ada pula penumpang bus yang berusaha menolongnya agar tak keluar di halte JCC Senayan gara-gara amukan orang-orang tadi.

Ini Kata Andrew yang Dipukul di TransJ karena Dituduh 'Ahok': Orang-orang itu Rasis

Andrew Budikusuma (23) mengaku sama sekali tidak tahu motif para pelaku yang mengeroyok dirinya dan menuduhnya 'Ahok', di halte busway Senayan. Meski berwajah oriental, namun Andrew tidak berpikir pengeroyokan itu serangan rasial.

"Saya bingung, saya bukan asli Jakarta, dan saya juga nggak bisa dukung (Ahok) juga secara langsung. Seakan-akan cuma melihat karena saya sipit, terus mereka menuduh saya Ahok. Saya juga sudah biasa dengan kata-kata rasis, tapi ini pertama kali sampai saya dipukulin begini," terang Andrew kepada wartawan usai melapor di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/8/2016).


"Saya merasa mereka habis dipecat, itu kan akhir bulan mungkin pergantian payroll, mungkin bosnya orang Chinese terus sakit hati, melampiaskan," Andrew menduga.

Andrew sendiri tidak mengenal satu pun dari 4 pelaku tersebut. Namun, seingatnya, salah satu pelaku berpakaian batik dan berkulit sawo matang.

"Sepertinya (pelaku) pekerja kantoran, karena ada yang pakai batik," imbuhnya.

Pengeroyokan terjadi pada Jumat (26/8/16) malam lalu. Saat itu, pekerja di sebuah perusahaan start up e-commerce di ITC Kuningan itu naik bus TransJ di Halte Kuningan, hendak pulang ke Kemanggisan, Jakbar.

Saat di Halte Semanggi, para pelaku naik ke atas bus. Beberapa saat kemudian, para pelaku memandanginya sambil berkata 'lu Ahok bukan...lu Ahok bukan'.

Hingga akhirnya terjadi percekcokan di dalam bus, petugas TransJ kemudian menyuruh para pelaku dan korban turun di halte berikutnya, Halte Senayan. Saat turun dari bus, korban langsung mengeroyok dirinya.

"Salah satu pelaku narik saya dari belakang. Lalu saya balas pukul pakai botol minuman vitamin, nah pas itu seorang penumpang narik saya kembali ke dalam bus," tambahnya.


Atas perbuatan para pelaku itu, Andrew akhirnya memutuskan untuk melapor ke Polda Metro Jaya.

Dikeroyok Sekelompok Orang yang Tanya 'Ahok' di TransJ, Andrew Lapor Polisi

Andrew Budikusuma (23) dikeroyok sekelompok pria di dalam bus TransJakarta di dekat Halte Senayan. Tidak terima dengan perbuatan para pelaku, Andrew pun akhirnya melaporkan kasus itu ke Polda Metro Jaya.

"Awalnya saya tidak mau melapor, tetapi teman-teman saya mendorong saya untuk melapor. Kalau dari ortu saya sih pengennya damai saja, tetapi kalau saya pribadi saya ingin mereka minta maaf dan bertanggung jawab," terang Andrew saat ditemui wartawan usai melapor di SPKT Polda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (30/8/2016).

Andrew juga ingin mengetahui apa motif para pelaku sehingga mengeroyok dirinya di tempat umum. Pasalnya, para pelaku menuduhnya 'Ahok' sebelum mengeroyok dirinya.

"Saya ingin tahu motif mereka apa sehingga menuduh saya Ahok dan memukuli saya. Saya sendiri tidak kenal satu pun dari 4 pelaku itu," imbuh dia.

Andrew menjelaskan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (26/8) sekitar pukul 22.00 WIB lalu. Andrew yang bekerja di sebuah perusahaan start up media di kawasan ITC Kuningan, naik bus TransJ di Halte Kuningan.

"Sesampainya di Halte Senayan, ada sekitar 4 orang yang-seperti bertang-'lu Ahok ya..lu Ahok ya', terus ada yang berkata 'pilih merem atau sipit'," ujar pria berwajah oriental ini.

Semula, Andrew tidak ingin menanggapi para pelaku. Namun para pelaku mengerumuninya hingga membut gaduh, sampai akhirnya petugas TransJ menyuruhnya untuk turun dari atas bus bersama para pelaku.

"Saya juga tidak tahu kenapa saya malah disuruh turun oleh petugas bus TransJ. Padahal mereka yang duluan, bukannya melindungi saya malah nyuruh saya keluar sama orang-orang itu. Saya berpikir kalau saya keluar, bisa mati saya dikeroyok orang-orang itu," paparnya.

Dan perkiraan Andrew ternyata benar. Setelah turun di Halte Senayan, ia langsung dipukuli para pelaku. Dia dipukul di bagian wajah hingga kuping dan bibir.

"Saya sempat membalas mereka dengan memukulkan pakai botol vitamin (ukuran 100 ml). Saya memang biasa suka minum vitamin itu, jadi ada di tas saya," tambahnya.

Beruntung, pengeroyokan terhadap dirinya tidak semakin bertambah para. Seorang penumpang bus TransJ menariknya kembali ke dalam bus, sehingga ia selamat dari bulan-bulanan para pelaku.

Setelah dikeroyok para pemuda itu, Andrew sempat melayangkan protes ke pihak pengelola TransJ karena petugasnya tidak berusaha menyelamatkan dirinya. Tetapi menurutnya, pengelola TransJ akhirnya membantu menyiapkan rekaman CCTV di Halte Senayan sebagai barang bukti.

"Awalnya pasrah (tidak mau melapor), tapi saat itu saya hubungi hotline di TransJ dan ada rekaman di sana. Setelah telpon, mereka katanya punya rekaman CCTV di haltenya waktu saya dikeroyok," ungkapnya.

Dalam laporan bernomor LP/4132/VIII/2016/PMJ/Ditreskrimum, tanggal 30 Agustus 2016, laporan Andrew diterima dengan persangkaan pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan terhadap para pelakunya yang masih lidik.


sumber: detik.com

1 Response to "Ini Kata Ahok Soal Mas TransJ Gak Nolong Andrew Saat Dikeroyok Preman Anti Ahok! Share!"

  1. Jangan pernah coba2 sekali pun untuk berniat melakukan ke onar an dan mengganggu masyarakat tak berdosa seperti ini di fasilitas publik terutama di Bandara Udara Domestik maupun Internasional di Indonesia, di dalam Pesawat Terbang. Begitu juga di Stasiun KA, di atas KA dan di lingkungan publik milik PT KAI kalau tidak mau berurusan dengan petugas Security seperti Polsuska dan para penumpang / warga sipil di dalam KA dan para PKD di lingkungan Stasiun KA kalau tidak mau di'bully', dihajar habis2an, di 'Blacklist' atau bahkan dijebloskan ke dalam tahanan Polisi ataupun Penjara / LP. Mereka2 (Polsuska) itu sangat tegas, disiplin, berani dan tidak akan mau kompromi dengan pelanggaran2 kecil, ketidak disiplinan apalagi berhadapan dengan para pem'bully' Rasial, para Copet dan Preman2 yang meresahkan masyarakat. Sebagian besar personil Polsuska bahkan diberi Pistol untuk melumpuhkan - kalau perlu - menembak para bajingan itu sampai mati kalau memang diperlukan. Cam kan hal itu baik2!

    BalasHapus