Dokter Dermawan Keturunan Tionghoa Yang Tak Pernah Minta Bayaran Ke Pasien Kini Sakit Stroke

Dokter Dermawan Keturunan Tionghoa Yang Tak Pernah Minta Bayaran Ke Pasien Kini Sakit Stroke

Dr. Lo Siauw Ging di tempat prkateknya, Jalan Jagalan 27 Solo. Foto: Lusia Arumingtyas/JAWA POS
CeritaNews.com - Anda pasti masih ingat dengan dokter dermawan keturunan tionghoa yang satu ini ?

Ya Dialah dr Lo Siaw Ging yang dikenal sangat peduli terhadap yang kaum marjinal.

Tapi Kini Sang Dokter Dermawan Ini diberitakan sedang sedang sakit stroke dan di rawat di RS

Info sakitnya dr Lo Siaw Ging ini CeritaNews.com dapatkan dari akun Fb Arcobaleno Batik

Lewat akun facebooknya, Arcobaleno Batik menulis postingan tentang sakitnya  dr Lo Siaw Ging

Dr Lo yang sudah terkenal di Solo karena kedermawanannya menolong semua pasien tanpa memberikan patokan tarif, sedang sakit stroke dan di rawat di RS. Kasih Ibu Solo. Mohon doa untuk kesembuhan dokter kita yg budiman ini semoga lekas sembuh " tulis akun Fb Arcobaleno Batik.

Beberapa Netizen langsung menanggapi postingan akun Fb Arcobaleno Batik Tersebut Dan mendoakan Buat kesembuhan dr Lo Siaw Ging.

"Semoga Dokter Lo yg bersahaja ini disegerakan kesembuhannya, aamiin " Tulis Akun Firdaus Rusli Wijaya

"Semoga lekas sembuh Dokter Lo yg baek hati & tdk pernah membeda2kan pasien2nya.. aamiin.. " Tulis akun Diandi Danendra Guntoro

"Smg TUHAN memberi kesembuhan utk dr.Lo amen GBU " Tulis akun Dewi

"Semoga Tuhan angkat penyakitnya Dr. Lo. Amin " Tulis akun Berlian Kusumaningsih Seps

"somoga Tuhan memberikan yg terbaik buat dokter " Tulis akun Winarno

"Semoga segera pulih kesehatan Dokter Lo.banyak pasien yang memerlukan uluran tangan nya.Amin " tulis akun Cylinnus Riohardoyo

"Kami berdoa utk kesembuhan dr. Lo, smg cepat sembuh...." tulis akun Tri Utami Setyo Rahayu


Hingga berita Ini Ditulis Oleh Tim CeritaNews.com, Postingan akun Fb Arcobaleno Batik yang mengabarkan tentang sakitnya Dr. Lo telah dibagikan oleh 155 pengguna facebook.

Dr Lo yang lahir di Magelang 16 Agustus 1934 tersebut menjadi paradoks di tengah-tengah sikap skeptis masyarakat umum yang meyakini biaya berobat di rumah sakit pasti mahal.

Banyaknya kasus penolakan pasien tak mampu di rumah sakit seakan luruh ketika menyimak kisah hidup Lo Siaw Ging.

Dokter keturunan tionghoa ini dikenal tidak memasang tarif bagi pasien miskin.

Dr Lo, begitu dia kerap disapa, menyambut setiap yang datang ke ruang praktiknya di Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, dengan senyum ramahnya.

Usianya tidak lagi muda dan berjalan pun harus dengan menggunakan tongkat, tetapi semangat untuk membantu pasien yang membutuhkan pertolongan membuat dirinya tetap datang untuk melayani pasien. Dr Lo bahkan sempat keberatan jika sikapnya ini terlalu dipublikasikan.

"Tidak perlu dibesar-besarkanlah. Itu sudah saya lakukan dari sejak dulu. Menjadi dokter itu memang harus menolong yang sakit dan miskin. Kalau mau kaya ya jangan jadi dokter, tapi jadi pedagang," ungkap dr Lo kepada Kompas.com, Sabtu (30/11/2013).

Itu adalah pesan dari ayahnya yang terus menjadi penyemangat bagi dr Lo untuk terus berkarya bagi para pasiennya.

"Saya selalu ingat pesan ayah saya, kalau ingin kaya jangan jadi dokter, tapi jadilah pedagang. Saya pun memilih menjadi dokter karena itu cita-cita saya dari sejak kecil," ujar dr Lo.

Hal itu lah yang membuatnya memutuskan bahwa dirinya tidak akan mengenakan tarif kepada pasien yang miskin. Dr Lo mengaku, dirinya melihat bahwa para pasien miskin tidak perlu lagi dibebani dengan biaya pengobatan karena perjuangan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka juga sudah berat.

"Saya katakan tidak usah bayar, uangnya buat beli beras saja," tuturnya tentang pengalamannya bertemu dengan pasien miskin.

Alumni dari Universitas Airlangga tahun 1962 yang sempat mencicipi pendidikan di Manajemen Administrasi Rumah Sakit di Universitas Indonesia ini pernah menjabat sebagai Direktur Utama Rumah Sakit Kasih Ibu, Solo, periode 1981-2004.

Setelah pensiun dari kursi direktur, suami dari Maria Gan May Kwee tersebut tetap melayani pasien di rumah sakit yang sama dan di tempat praktiknya sekaligus rumahnya di Jagalan, Jebres, Solo, sampai kini.

Saat disinggung akan sampai kapan melayani pasien, pengagum sosok dr Oen tersebut mengatakan hingga sampai tubuhnya sudah tidak bisa bergerak.

"Ndak tahu, selama tubuh saya masih bisa bekerja, saya akan melayani," ungkapnya.


Sumber: islamnkri.com

1 Response to "Dokter Dermawan Keturunan Tionghoa Yang Tak Pernah Minta Bayaran Ke Pasien Kini Sakit Stroke"

  1. Cepat sembuh ya Pak,doa kami menyertaimu selalu,amin.

    BalasHapus