Kritik Banjir Samarinda, Kakek Ini Masuk Penjara! Udah Bebas sih, Tapi...

Kritik Banjir Samarinda, Kakek Ini Masuk Penjara! Udah Bebas sih, Tapi...

CeritaNews.com - Abdul Hamid (64), warga Jalan Siti Aisyah, Teluk Lerong, Samarinda yang dilaporkan Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang ke kepolisian kini akhirnya bisa bernapas lega.

Polresta Samarinda membebaskan kakek enam cucu tersebut setelah pihak pelapor mencabut laporannya.

Sekitar pukul 15.30 Wita, Selasa (21/6/2016) kemarin, Hamid dijemput anak pertamanya. Sesampainya di rumah, Hamid disambut pelukan cucu-cucu yang telah merindukannya.

Bahkan, saat ia belum turun dari motor, sang kakek sudah dikerumuni cucunya yang masih kecil-kecil sambil mencium tangannya.

Sebelumnya, Abdul Hamid diamankan anggota Unit Ekonomi Khusus Satreskrim Polresta Samarinda karena mengirimkan pesan singkat (SMS) ke Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang, yang isinya mengkritik tentang kepemimpinannya yang dianggap gagal menangani masalah banjir di Kota Tepian.

Abdul Hamid mengirimkan SMS tersebut pada 12 Juni 2016 saat hujan sedang deras-derasnya yang mengakibatkan banjir di hampir seluruh kawasan Kota Samarinda.

Termasuk juga di kawasan tempat tinggalnya. Ketika itu dirinya hendak pergi ke Jalan P Suryanata menggunakan angkutan kota melihat jalanan tergenang banjir.

Dia pun secara spontan mengirimkan SMS dari ponsel pribadinya ke nomor Wali Kota Samarinda itu.

Tidak ada balasan dari Wali Kota Jaang, walaupun SMS yang dikirimnya telah terkirim ke nomor tujuan. Tidak disangka, 16 Juni Abdul Hamid justru diamankan aparat kepolisian di rumahnya ketika dirinya hendak berbuka puasa. Setelah menjalan pemeriksaan, dia resmi ditahan pada 18 Juni 2016.

Kakek Pengirim SMS Menyesal Dan Ingin Minta Maaf Kepada Wali Kota Samarinda

"Saya sudah lupa isinya (SMS), tapi intinya menanyakan tentang kinerja Wali Kota yang hingga saat ini banjir belum juga tuntas," ungkapnya sesaat sebelum meninggalkan Mapolresta Samarinda, Selasa (21/6/2016).

Setelah menjadi polemik di masyarakat tentang penangkapan dirinya akibat SMS kritikan tersebut, Abdul Habid akhirnya bebas pada 21 Juni 2016 sekitar pukul 15.00 Wita dengan surat perintah pengeluaran tahanan nomor SPP./124.J/VI/2016.

Sebelumnya, anak Abdul Hamid menghadap Wali Kota Jaang menyampaikan permohonan maaf atas SMS yang telah dikirimkan ayahnya tersebut.

"Kalau ada kesempatan saya mau ketemu Pak Jaang meminta maaf. Sebelumnya saya sudah kirimkan surat permohonan maaf, sekarang sudah selesai masalah ini. Menyesal saya sudah mengirimkan SMS seperti itu ke Pak Jaang," ungkapnya.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol M Setyobudi Dwiputro menjelaskan, proses penangguhan dan pencabutan laporan telah dilakukan, dan Selasa (21/6/2016) kemarin yang bersangkutan telah dibebaskan.

"Yang bersangkutan sudah minta maaf, dan wali kota juga sudah memaafkan, karena ini bulan Ramadhan, walikota memaafkan, jadi semuanya sudah selesai," ujarnya.

Kapolres mengungkapkan isi pesan singkat yang membuat Wali Kota Samarinda meradang. Selain mengkritik tentang banjir yang hingga saat ini belum tuntas, ada juga isi SMS yang mengait-ngaitkan wali kota dengan salah satu tokoh di Kaltim. Hal itulah yang membuat Wali Kota Jaang melaporkan Hamid ke kepolisian.

Kendati belakangan Jaang berkilah telah memerintahkan melakukan penangkapan. Sebenarnya dirinya hanya ingin tahu siapa yang mengirim pesan singkat tersebut.

"Selain kritik tentang banjir, ada juga isi SMS yang menyinggung, yang menyama-nyamakan wali kota dengan salah satu nama yang tidak bisa kami sebutkan namanya. Mungkin itu yang membuat wali kota melaporkan," ujarnya.

Kapolres pun meminta kepada setiap pejabat publik untuk dapat instropeksi diri, terlebih yang berkaitan dengan masyarakat banyak tentang kepentingan umum.

Ia meminta kepada warga untuk menyampaikan aspirasi maupun kritik kepada pemerintah dengan santun.

"Ini jadi pelajaran kita semua, sampaikan aspirasi harus sopan dan sesuai dengan tempatnya, termasuk dengan pejabat publik juga harus instropeksi diri mengenai masalah yang berkaitan dengan masyarakat," ucapnya.


Sumber: kompas.com

0 Response to "Kritik Banjir Samarinda, Kakek Ini Masuk Penjara! Udah Bebas sih, Tapi..."

Poskan Komentar