Kakek 62 Tahun Kritik Banjir, Langsung Dipolisikan Wali Kota Samarinda!

Kakek 62 Tahun Kritik Banjir, Langsung Dipolisikan Wali Kota Samarinda!

CeritaNews.com - Pesan singkat yang berisi kritik terhadap Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang mengantarkan seorang warga bernama Abdul Hamid (62) ke kantor polisi.

Hamid diperiksa oleh aparat Polresta Samarinda terkait protes yang ditujukannya kepada Jaang mengenai banjir yang berulang kali melanda pemukiman penduduk di Ibu Kota Kalimantan Timur tersebut.

Warga Jalan Siti Aisyah, Kelurahan Teluk Lerong, Samarinda, itu mempertanyakan kinerja Syaharie yang sudah bertahun-tahun menjabat sebagai wakil maupun kepala daerah di Samarinda.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polresta Samarinda Komisaris Polisi Sudarsono mengatakan, Hamid diamankan dan diperiksa terkait pesan singkat berisikan kritik yang dikirim untuk Jaang lewat pesan pendek atau SMS.

Inti dari pesan itu adalah suara protes karena Jaang sudah dua periode menjadi wakil wali kota dan kini memasuki periode kedua menjadi wali kota. Tetapi, masalah banjir di Samarinda tidak pernah selesai.

Karena protes via SMS itu, Hamid dilaporkan oleh Jaang ke polisi.

"Laporannya sesuai dengan isi SMS itu. Jadi kami lakukan penindakan dan arahkan ke Undang-Undang ITE dengan ancaman 6 tahun," ujar Sudarsono, (20/6/2016).

Atas perkara ini, polisi menjerat Hamid dengan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) dengan ancaman 6 tahun penjara.

Hamid ditangkap pada Sabtu (18/6/2016) siang oleh aparat kepolisian dari Polresta Samarinda.

"Yang bersangkutan ditangkap hari Sabtu. Isi penghinaannya menyatakan bahwa sudah dua kali periode tidak bisa menghilangkan banjir yang ada di Kota Samarinda," ujar Sudarsono.

Ketika berita ini ditayangkan, Wali Kota Samarinda Syaharie Jaang belum dapat dikonfirmasi terkait dengan hal ini.


Baca Lanjutannya: Kakek Pengirim SMS Kritik Banjir ke Wali Kota Samarinda, Akhirnya Dibebaskan!

Sumber: kompas.com

1 Response to "Kakek 62 Tahun Kritik Banjir, Langsung Dipolisikan Wali Kota Samarinda!"

  1. warga boleh aja dong menyampaikan pendapatnya.
    harusnya tidak bisa asal penjarain orang yang mengeluarkan pendapat donggggg!!!11
    pemerintah yang iman nya kurang,di kritik dikit langsung buat keputusan yang kurang tepat
    >,<

    BalasHapus