Ini Video Konferensi Pers Teman Ahok Dalam Menjawab Serangan Para Mantan! Bantu Share!

Ini Video Konferensi Pers Teman Ahok Dalam Menjawab Serangan Para Mantan! Bantu Share!

Gambar ini adalah cuplikan, Videonya ada di bawah.
CeritaNews.com - Belum selesai kejutan tudingan Rp 30 M, Indonesia kembali dikejutkan lagi dengan kemunculan eks atau mantan Teman Ahok yang memberikan informasi-informasi yang bernuansa menyerang Teman Ahok.

Teman Ahok pun tidak tinggal diam dan melakukan konferensi pers. Video konferensi pers itu kini sudah diunggah di akun resmi facebook Teman Ahok.

Berhubung durasi video cukup lama yaitu 1 jam, maka kami dari CeritaNews.com sangat menyarankan Bapak/Ibu untuk bisa sediakan waktu luang dan konektivitas internet memakai Wi-Fi dalam menonton video konferensi Teman Ahok ini.

Berikut CeritaNews.com kutip langsung dari postingan akun resmi facebook Teman Ahok:

Video Konferensi Pers Teman Ahok, 22 Juni 2016

Rabu kemarin (22 Juni 2016) sekitar pukul 15.00 WIB Teman Ahok mengadakan konferensi pers di markas Graha Pejaten. Konferensi pers ini sengaja kami adakan untuk memberikan klarifikasi resmi terkait tuduhan - tuduhan serius dari mantan relawan berinisial R, P, dan D terhadap Teman Ahok.

Konferensi pers ini sengaja kami unggah dalam versi yang utuh, agar teman-teman dapat mendapatkan informasi yang lengkap tentang bagaimana sebenarnya yang terjadi sehingga dapat menghindari dari kesimpangsiuran tentang berita ini.

Mari rapatkan barisan, tetap semangat Teman!

Tonton video konferensi pers Teman Ahok, tanggal 22 Juni 2016 sekitar pukul 15.00 WIB. Durasi 1 Jam:



Link video Konferensi Teman Ahok jika tidak muncul: https://www.facebook.com/temanahok/videos/1133568366706323/


Tolong bantu share jika berkenan, terima kasih.

Sumber: CeritaNews.com & FP Teman Ahok

2 Responses to "Ini Video Konferensi Pers Teman Ahok Dalam Menjawab Serangan Para Mantan! Bantu Share!"

  1. RENUNGAN KUTU BUSUK

    tumpukan berkas KTP warga DKI pendukung Ahok
    yang sudah terkumpul melebihi targetnya . . .
    sangat cukup untuk menggencet mati
    para kutu busuk yang selama ini kasak-kusuk
    dengan segala sumpah serapah dan fitnah
    yang membabi buta . . .

    kutu busuk itu binatang kecil,
    pandai menggigit dan menghisap darah korbannya,
    lalu bersembunyi . . .
    setelah dimatikan mengeluarkan bau busuk
    yang bisa membuat amarah kutu busuk lainnya,
    karena tak sadar
    bahwa merekapun akan berbau busuk
    pada saat nyawanya berangkat keneraka
    meski tanpa harus terjun dari monas . . .

    wahai para pendukung Ahok,
    mari belajar tidak menjadi kutu busuk,
    dan berharap bung Ahok sadar diri,
    bahwa dengan bahasa yang arif dan bijak,
    kutu busuk akan mati dengan sendirinya
    apabila pada suatu saat nanti
    sudah tidak lagi ada mangsa
    yang dapat digigit dan dihisap darahnya . . .

    alhasil . . .
    Teman Ahok akan menjelma menjadi
    Teman Indonesia Sejati . . .

    jakarta, june 2016
    dari salah seorang warga jakarta

    BalasHapus
  2. RENUNGAN KUTU BUSUK

    tumpukan berkas KTP warga DKI pendukung Ahok
    yang sudah terkumpul melebihi targetnya . . .
    sangat cukup untuk menggencet mati
    para kutu busuk yang selama ini kasak-kusuk
    dengan segala sumpah serapah dan fitnah
    yang membabi buta . . .

    kutu busuk itu binatang kecil,
    pandai menggigit dan menghisap darah korbannya,
    lalu bersembunyi . . .
    setelah dimatikan mengeluarkan bau busuk
    yang bisa membuat amarah kutu busuk lainnya,
    karena tak sadar
    bahwa merekapun akan berbau busuk
    pada saat nyawanya berangkat keneraka
    meski tanpa harus terjun dari monas . . .

    wahai para pendukung Ahok,
    mari belajar tidak menjadi kutu busuk,
    dan berharap bung Ahok sadar diri,
    bahwa dengan bahasa yang arif dan bijak,
    kutu busuk akan mati dengan sendirinya
    apabila pada suatu saat nanti
    sudah tidak lagi ada mangsa
    yang dapat digigit dan dihisap darahnya . . .

    alhasil . . .
    Teman Ahok akan menjelma menjadi
    Teman Indonesia Sejati . . .

    jakarta, june 2016
    dari salah seorang warga jakarta

    BalasHapus