Stop Mengatakan KAFIR!! Indonesia Jangan Dipecah-belah oleh Satu Istilah!!

Stop Mengatakan KAFIR!! Indonesia Jangan Dipecah-belah oleh Satu Istilah!!

CeritaNews.com - Dalam konteks Indonesia, kecenderungan untuk mengkafirkan kelompok lain yang berbeda pandangan tentu sangat meresahkan. Terlebih karena pemberian status kafir tersebut diberikan secara serampangan tanpa ada pertimbangan yang matang. Tidak jarang pula status kafir hanya digunakan sebagai pembenaran atas berbagai aksi kekerasan yang diklaim sebagai upaya membela Tuhan. Akibatnya, kelompok yang telah secara semena-mena dicap kafir dianggap layak untuk diusir, mereka yang diklaim telah mengikuti setan pantas menerima hukuman berupa kekerasan.

Padahal jauh hari Rasul saw telah mewanti-wanti kita untuk jangan sembarangan memberi cap kafir kepada orang lain, karena jika tuduhan tersebut ternyata salah, maka yang menjadi kafir sebenarnya justru si penuduh itu sendiri. Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, Rasul saw bersabda, “Barang siapa memanggil orang lain dengan sebuatn ‘kafir’ atau ‘musuh Allah’, sedang ia tidak begitu, maka tuduhan itu kembali kepadanya (si penuduh).”

Karenanya persoalan kafir-mengkafirkan tentu bukan perkara sepele, selain syarat dan prosesnya ribet, label kafir juga tidak memiliki imbas yang signifikan. Dalam konteks bernegara misalnya, kafir tidak termasuk dalam pelanggaran hukum, sehingga orang-orang yang dicap kafir tidak bisa dipenjara. Karenanya –sekali lagi—dalam konteks kenegaraan, pertanyaan sederhananya adalah, kalau suatu kelompok sudah dicap kafir, lalu mau diapakan?

Indonesia bukan negara agama, hal-hal yang terkait dengan kepercayaan dan keimanan warga negara berada di luar urusan negara. Sehingga urusan kafir atau murtad tidak memiliki hukum negara yang mengikat. Jikapun perlakuan seorang manusia melukai perasaan Tuhan, maka biarlah Tuhan sendiri yang mengurusi.

Hal sederhana namun begitu mulia yang dapat kita lakukan adalah terus menjaga dan mengembangkan perdamaian ditengah beragam perbedaan, termasuk berbeda dalam hal pandangan dan keyakinan.


Sumber: http://kisah-heboh.blogspot.co.id/

16 Responses to "Stop Mengatakan KAFIR!! Indonesia Jangan Dipecah-belah oleh Satu Istilah!!"

  1. Kafir adalah orang yang tidak menyembah TUHAN YANG benar... pertanyaannya apakah agama di Indonesia sudah menyembah Tuhan yang benar?
    Menurut saya dalam agama yang resmi tidak satupun mempunyai Tuhan yang benar...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hanya orang bodoh yg berpendapat spt diatas, Kafir itu orang yang tidak beriman kepada Allah,... apa arti dan bagaimana Iman yg dimaksud ?... belajarlah sendiri supaya gak bodoh

      Hapus
    2. Biofrida gak pernah sekolah kali ya hahah kasihan

      Hapus
  2. Gue dianggap kafir ya biasa aja, yg penting gue baik sama semua orang dan merasa bahagia, karena berkat, mukjizat, keajaiban dan pemeliharaan yang Tuhan Yesus berikan kepada kami sungguh luar biasa... di benci adalah suatu dorongan bagi kami untuk terus berkarya dan bersinar, kami tidak takut, ada Tangan Tuhan yg selalu melindungi kami yang katanya kafir....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tuhan Memberkati.

      Memayu hayuning pribadi; memayu hayuning kulawarga; memayu hayuning sesama; memayu hayuning bawana.

      BERKAH DALEM.

      Hapus
  3. Klo menganggap indonesia hanya hasil dari orang islam saya cuma bisa bilang "kasihan deh lu" , lagu indonesia raya di ciptakan oleh siapa?? Agamanya apa?? Lu.pernah nyanyikan tiap hari senen dulu ( klo pernah sekolah), pancasila & bhinekka tunggal diambil dari nilai2 orang Majapahit ( bukan arab) yang tau sendiri agamanya apa? ( kalo pernah sekolah )

    BalasHapus
  4. Ingat pelajaran sejarah, saat Belanda menyerang kerajaan-kerajaan jaman dahulu, persenjataan mereka lebih maju tapi mereka kesulitan mengalahkan pejuang-pejuang kita, yang akhirnya Belanda menang karena politik adu domba, kerajaan-kerajaan yang bersatu dipecah belah agar Belanda bisa menguasai Nusantara.

    Apa bedanya dengan sekarang? Bukankah kita juga sedang dipecah belah, diadu domba? Cara adu domba yang paling baik adalah dengan ras, agama, atau golongan, dan yang menyebarkannya adalah orang-orang yang memang dari dalam kan? Orang-orang yang silau dengan harta, bukankah banyak petinggi-petinggi kita yang seperti ini?

    Orang-orang yang disebut kafir ini adalah ciptaan Tuhan juga, Tuhanlah yang mengatur agar mereka-mereka ini lahir di keluarga non-muslim. Jika ada orang yang berani mengkafirkan orang-orang ini dan menilai agama non-muslim bukan agama yang benar, maka orang inilah kafir yang sesungguhnya karena orang ini sudah berani menilai benar atau salah suatu kejadian yang sudah Tuhan putuskan.

    BalasHapus
  5. Tuhan Yesus menyertai kita sekalian

    BalasHapus
  6. Itu bukan penghinaan buat saudara2 ku semua. Cuma penulis aja yg terlalu mendramatisir semuax. Agar kita terpcah bela.. Sya jga banyak tman dri berbagai agama. Terutma shabat sya yg hindu. Kita ttap sling menghargai.. Apapun kata orang yg penting kita tetap satu bangsa satu negara satu tanah air dan satu jiwa. Jiwa cinta tanah air indonesia

    BalasHapus
  7. Aku mah apa atuh,,cuma kafir ��

    BalasHapus
  8. Sedih lah dikatain kafir.. kafir tuh sama aja kayak ngatain orang kulit hitam dengan negr× ngatain orang asia dengan cin× jadi kesannya rasis dan jahat.. kata yg jangan sampai saya denger terucap dari orang lain didepan muka saya krn rasanya sedih berlapis lapis..

    BalasHapus
  9. Gunakan kepandaian dan kecerdasan kalian dalam menelaah suatu statemen, jangan mudah terpengaruh, setiap agama pasti tidak mengajarkan perpecahan (jika agama itu dari Allah SWT)

    BalasHapus
  10. Pohon yang baik menghasilkan buah yang baik...
    Allah yang baik menghadilkan umat yang baik...

    Dah itu aja...

    BalasHapus
  11. Agama islam punya konsep yang kuat tentang kafir karena sudah ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-kafirun.. (Baca sendiri ya)

    BalasHapus
  12. Agama islam punya konsep yang kuat tentang kafir karena sudah ditetapkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur'an surah Al-kafirun.. (Baca sendiri ya)

    BalasHapus
  13. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Kafir

    BalasHapus