Sama Ahok Ke Pulau Reklamasi, Rizal Ramli Langsung Ngamuk Gebrak Meja & Ancam Pengembang!

Sama Ahok Ke Pulau Reklamasi, Rizal Ramli Langsung Ngamuk Gebrak Meja & Ancam Pengembang!

CeritaNews.com - Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli dua kali menggebrak meja dan terlihat kesal ketika banyak warga yang mencurahkan omongannya kepada Rizal dan Susi di Pasar Ikan, Muara Angke, Jakarta, Rabu (4/5/2016)

Para nelayan menyampaikan bahwa mereka tidak boleh melewati Pulau G yang dijaga oleh pengamanan PT Agung Wisesa, anak perusahaan dari Podomoro Group dan harus memutar melalui jalur lainnya.

"Bilang sama Podomoro, jangan ada yang sok jagoan disini," teriak Rizal sembari menggebrak meja.

Nelayan langsung menyambut riuh perkataan Rizal tersebut. Beberapa diantara nelayan juga mengatakan bahwa terkadang mereka diintimidasi oleh pihak pengembang.

"Saya tidak peduli! Bilang sama saya, siapa yang mengancam nelayan, tunjuk mukanya sekarang!" tegas Rizal.

Rizal mengharapkan semua pihak agar mengikuti peraturan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah agar pembangunan reklamasi dapat sesuai dengan kebutuhan banyak pihak.

Menteri Rizal ke Pengembang: Heh, Kamu Mau Nurut Enggak?

Menteri Koordinator Maritim, Rizal Ramli, meminta seluruh pengembang agar menuruti aturan yang dibuat pemerintah.

Penjelasan itu disampaikan Rizal saat bertemu dengan perwakilan pengembang PT KNI, Nono Sampono.

"Heh, kamu mau nurut enggak? Kalau enggak, stop saja sudah," tegas Rizal kepada pengembang di Pulau D, Teluk Jakarta, Rabu (4/5/2016).

Mendengar pertanyaan itu, perwakilan pengembang PT KNI, Nono Sampono langsung terlihat menunduk dan mengiyakan pertanyaan tersebut.

"Siap, Pak perintah. Saya ikut peraturan pemerintah," jawab Nono Sampono.

Muka Rizal terlihat memerah dan kembali bertanya kepada pengembang.

"Mau kamu tidak diberi izin? Selesaikan semua masalahnya, baru nanti kami lihat lagi pulau ini," tegas Rizal.

Rizal Ramli mempertanyakan hal itu terkait dengan banyaknya permasalahan yang terjadi di Pulau C dan D sejak dikeluarkannya hasil Kementerian LHK.

Apalagi, pulau C dan D yang awalnya harus dipisah namun yang terjadi di lapangan justru hal itu tidak terjadi sehingga kedua pulau tersebut menyatu dan menjadi sangat luas dari yang ditetapkan.

Pihak pengembang berdalih bahwa mereka menganut mazab Eropa yang bisa menyatukan kedua daratan tersebut agar dapat dibangun lebih cepat.

"Kami anut mazab Eropa bukan China, jadi pasir itu lebih cepat memadat," jelas Nono.

Menteri Rizal Ramli: Tangan Saya Sudah Gatal Mengkepret yang Tidak Setuju Moratorium Reklamasi

Menteri Koordinator Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli dalam tinjauannya ke Pulau D, Teluk Jakarta menegaskan agar semua pihak harus mengikuti perjanjian-perjanjian yang ada saat rapat di Kantor Menko Maritim beberapa waktu lalu.

"Semua harus sepakat moratorium, kalau tidak tangan saya sudah gatal ini mau kepret orang," tegasnya disela kunjungan, Jakarta, Rabu (4/5/2016).

Hal itu berdasar pada pertemuan dari pihak pengembang dan juga kementerian yang beberapa syaratnya tidak dilakukan oleh pihak pengusaha.

Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang telah ditentukan oleh pihak kementerian Kelautan dan Perikanan serta kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan juga tidak dipenuhi oleh perusahaan PT KNI yang baru memiliki izin prinsip namun telah mendirikan bangunan.

"Saya tidak mau ada masalah lagi, semua harus clear, kalau enggak, berhenti saja semuanya," tegas Rizal.

Rizal yang ditemani oleh Susi Pudjiastuti, Siti Nurbaya, serta Basuki Tjahaja Purnama juga sempat berbincang kepada pengembang yang diwakili oleh Direktur III PT KNI, Nono Sampono.


sumber: tribunnews.com

1 Response to "Sama Ahok Ke Pulau Reklamasi, Rizal Ramli Langsung Ngamuk Gebrak Meja & Ancam Pengembang!"

  1. Mudah mudahan ibukotanya jadi pindah ke Kalimantan, wong indonesia itu sangat luas,kenapa harus nimbus lautan, ahok itu ingin mencontoh singapura, Singapura negaranya cuma satu jengkal,, pulau yg direklamasi itu nanti mau dijadikan macaunya indonesia,tetep aja orang orang china nanti yg nempati pulau itu.

    BalasHapus