Terbongkar! Ini Buktinya Pimpinan BPK Tidak Rutin Laporkan Kekayaan ke KPK!

Terbongkar! Ini Buktinya Pimpinan BPK Tidak Rutin Laporkan Kekayaan ke KPK!


Para pimpinan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dikatakan oleh Ahok, tidak rutin melaporkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menanggapi Ahok, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan agar para pimpinan BPK harus rutin melaporkan LHKPN sebagai bukti ketaatan terhadap aturan yang berlaku.

"Sesuai dengan ketentuanlah mereka harus melapor lah," kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (15/4/2016).

Saat disinggung mengenai statement anggota BPK, Eddy Mulyadi Soepardi mengklaim semua pimpinan BPK taat melaporkan LHKPN tersebut, dan sebagai bukti dirinya telah melaporkan LHKPN pada 2016 ini, Agus mengaku dirinya belum mengetahui hal ini.

"Saya terus terang data yang detail enggak tahu. Mungkin saya perlu lihat data dulu," ungkapnya.

Sebelumnya, Ahok menantang seluruh anggota BPK untuk membuktikan pajak yang dibayar dan melaporkan seluruh harta kekayaan ke LHKPN. Ahok mengaku ingin mengetahui apakah seluruh anggota BPK benar-benar bersih dan terbebas dari tindak korupsi.

Kebenaran pun Terungkap!

Saat Okezone menelusuri LHKPN dari pimpinan BPK, ternyata mereka tidak rutin melaporkan harta kekayaannya ke KPK. Berikut profil laporan LHKPN pimpinan BPK:

1. Ketua BPK Harry Azhar Azis

Melaporkan terakhir pada tanggal 29 Juli 2010 saat masih menjadi anggota DPR. Detail laporannya sebagai berikut:

- Harta tidak bergerak senilai Rp 2,4 miliar, terdiri dari satu tanah dan bangunan di Padang, tiga tanah dan bangunan Bogor, tiga tanah dan bangunan di Depok, satu tanah dan bangunan di Batam dan tiga bangunan di Jakarta Selatan.
- Harta bergerak berupa alat transportasi, yakni mobil Honda CRV senilai Rp 342 juta
- Harta bergerak lain berupa batu mulia senilai Rp 300 juta.
- Giro setara kas senilai Rp 396 juta.

= Total harta Ketua BPK itu adalah Rp 4,2 miliar.

2. Wakil Ketua BPK Sapto Amal Damandari

Melaporkan harta kekayaannya pada 15 Januari 2010:

- Harta tidak bergerak senilai Rp 1 miliar, yang terdiri dari dua tanah dan bangunan di Yogyakarta dan satu tanah dan bangunan di Jakarta Timur.
- Harta bergerak berupa alat transportasi senilai Rp 358 juta, yang terdiri dari mobil Corolla, dua motor Honda, mobil Honda Jazz dan mobil Peugeot 806.
- Harta bergerak lain yang dimilikinya senilai Rp 299 juta, yang terdiri dari logam mulia, batu mulia dan benda bergerak lain.
- Giro setara kas senilai Rp 759 juta dan USD 5.700.

= Total harta kekayaannya adalah Rp 2,4 miliar dan USD 5.700.

3. Anggota BPK Agung Firman Sampurna

Melaporkan harta kekayaannya terakhir pada 10 September 2013:

- Harta tak bergerak senilai Rp 1,1 miliar, berupa tanah dan bangunan di Jakarta Selatan.
- Harta bergerak yang dimiliki senilai Rp 403 juta, yang terdiri dari mobil Honda CR-V dan motor Honda Beat.
- Harta bergerak lain senilai Rp 133 juta, terdiri dari logam mulia dan benda bergerak lain.
- Giro setara kas senilai Rp 153 juta dan USD 10.000.
- Agung tercatat memiliki hutang sebesar Rp 823,6 juta,

= Sehingga total hartanya Rp 995,7 juta dan USD 10.000.

4. Anggota BPK Agus Joko Pramono (Belum melapor)

5. Anggota BPK Eddy Mulyadi Soepardi

Melaporkan harta kekayaannya terakhir pada 31 Desember 2005:

- Harta bergerak yang dilaporkan senilai Rp 208 juta, yang terdiri dari dua tanah dan bangunan di Bogor.
- Harta bergerak yang dimiliki, yakni mobil Toyota Kijang senilai Rp128 juta dan harta bergerak lain senilai Rp35 juta.
- Giro setara kas yang dimiliki senilai Rp 210,8 juta.

= Total harta kekayaan Eddy Mulyadi adalah Rp 582,7 juta.

6. Anggota BPK Rizal Djalil

Melaporkan harta kekayaan terakhir pada 29 Desember 2009:

- Harta tidak bergerak senilai Rp 3,2 miliar, yang terdiri dari satu tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan empat tanah dan bangunan di Kabupaten Kerinci.
- Harta bergerak yang dimilikinya berupa mobil Honda CRV seharga Rp 342 juta. Harta bergerak lain berupa logam mulia senilai Rp 300 juta.
- Giro setara kas yang dilaporkan adalah Rp 396 juta.

= Total harta Rizal Djalil senilai Rp 4,2 miliar.

7. Anggota BPK Moermahadi Soerja Djanegara
Melaporkan harta kekayaannya terakhir pada 11 Januari 2010:

- Harta tak bergerak senilai Rp 365,9 juta, yang terdiri dari dua tanah dan bangunan di Bogor.
- Harta bergerak yang dimiliki senilai Rp 364 juta yang terdiri dari mobil Kijang Innova, Hyundai Atoz dan motor Honda Vario.
- Harta bergerak lain berupa logam mulia yang dimiliki senilai Rp 127,5 juta.
- Giro setara kas senilai Rp 312 juta dan USD 3.106.

= Total harta kekayaanya adalah Rp Rp 1,1 miliar dan USD 3.106.

8. Anggota BPK Bahrullah Akbar

Melaporkan harta terakhir pada 20 September 2013:

- Harta tak bergerak berupa dua tanah dan bangunan di Jakarta Timur dan Jakarta Pusat, satu tanah dan bangunan di Yogyakarta senilai Rp 625 juta.
- Harta bergerak yang dimiliki berupa alat transporasi, yakni dua motor Honda, satu motor Yamaha Mio, mobil Toyota Yaris dan Toyota Alphard senilai Rp 697 juta.
- Harta bergerak lain berupa loga mulia senilai Rp 311 juta.
- Giro setara kas senilai Rp 363,5 juta.

= Total hartanya adalah Rp 1,9 miiar.

9. Anggota BPK Achsanul Qosasi

Melaporkan harta terakhir pada 27 November 2014:

- Harta tidak bergerak berupa lima bidang tanah dan bangunan di Sumenep serta enam bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur senilai Rp 3,36 miliar.
- Harta bergerak yang dimilikinya berupa mobil Toyota Alphard, VW, Toyota Camry, Toyota Kijang, Mitsubishi Outlander Sport senilai Rp 1,3 miliar.
- Harta begerak lain berupa logam mulia, batu mulia dan barang seni dan antik senilai Rp 3,8 miliar.
- Giro setara kas senilai Rp 471 juta
- Hutang Rp 1,8 miliar.

= Sehingga, total harta kekayaannya ialah Rp 7,7 miliar.


sumber: okezone.com

0 Response to "Terbongkar! Ini Buktinya Pimpinan BPK Tidak Rutin Laporkan Kekayaan ke KPK!"

Poskan Komentar