Pemerintah Pusat Puji Ahok Terkait Perekonomian DKI Membuat BPK Sakit Hati!

Pemerintah Pusat Puji Ahok Terkait Perekonomian DKI Membuat BPK Sakit Hati!


Kinerja perekonomian DKI Jakarta dinilai gemilang dengan pertumbuhan ekonomi yang mencapai angka 5,88 persen atau di atas dari rata-rata nasional yang hanya 4,8 persen. Keadaan itu juga didukung dengan angka inflasi yang dijaga di level rendah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution terkesan dengan prestasi tersebut. Darmin melihat Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama ( Ahok) sangat bersungguh-sungguh dalam mengelola sektor perekonomian ibukota.

"Saya betul-betul terkesan dengan uraian bapak Gubernur. Itu tunjukkan beliau sangat menggeluti setiap area yang ada di bawah tanggung jawab beliau," ujar Menko Darmin saat berpidato di acara Musrenbang DKI di Balaikota, Jakarta, Kamis (14/4/16).

Pertumbuhan ekonomi DKI Jakarta yang tinggi ini dinilai Darmin lantaran penduduk Jakarta memiliki taraf hidup di atas rata-rata nasional. "Jakarta relatif lebih baik. Dia ada di atas rata-rata nasional. Itu memang sudah sewajarnya. Karena Jakarta itu sebagai daerah khusus memang tempat bermukim banyak orang di atas rata-rata," jelas Darmin.

Kemudian, Menko Darmin melihat di Jakarta lebih banyak penduduk yang bekerja daripada yang pengangguran.

"Itu yang dibutuhkan agar bonus demografi bisa diwujudkan. Kalau seperti situasi nasional, orang yang bekerja masih kecil dibandingkan yang tidak, maka dari itu kita belum siap untuk mewujudkan bonus demografi," jelasnya.

Walaupun dari sisi kondisi Gini Rasio masih perlu banyak perbaikan, tetapi indeks pembangunan manusia di Jakarta sudah mencapai level 78,39 atau lebih tinggi dari rata-rata nasional 68,9.

"Gini Rasio adalah indikator terhadap kemiskinan. Makin tinggi angkanya maka makin timpang. Makin rendah itu makin merata. Tahun terakhir DKI sudah dalam posisi sedikit lebih baik dari nasional, tapi tetap dalam level yang tinggi," tutupnya.


sumber: merdeka.com

0 Response to "Pemerintah Pusat Puji Ahok Terkait Perekonomian DKI Membuat BPK Sakit Hati!"

Poskan Komentar